Liputan Khusus Lawan Bullying dengan Prestasi

Dinyinyirin Tetangga Tak Mungkin Kuliah, Anak Buruh Balas Menohok Jadi Sarjana

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 25 Jul 2021 15:00 WIB
Foto Hanny Agustin Safitri. Foto Hanny yang berhasil lulus kuliah. Foto: Dok. pribadi Hanny Agustin Safitri.
Bengkulu -

Hanny Agustin Safitri berhasil membuktikan jika anak buruh serabutan, bisa mewujudkan impiannya duduk di bangku kuliah. Padahal ia mengaku tidak pernah menjalani masa SMA, dan mengikuti kejar paket C.

Wanita yang tinggal Bengkulu itu mengungkapkan kisah inspiratifnya bagaimana membalas nyinyiran tetangga dengan prestasi. Berbagi kisah kepada Wolipop, Hanny menceritakan perjuangannya bisa menjadi sarjana dan memberi balasan menohok pada tetangga nyinyir.

"Papa aku seorang buruh harian yang serabutan, ibuku kerja sebagai sales di suatu perusahaan elektronik jual beli di Bengkulu. Setelah SMA aku menganggur dan berusaha kerja ke sana kemari, demi membantu ibu aku mencari uang. Karena aku anak broken home, ibu dan papa aku pisah dari aku umur kelas 4 SD," kata Hanny Sabtu (25/7/2021).

Hanny mengatakan pernah meminta kepada orangtuanya agar ia bisa kuliah. Namun karena keterbatasan ekonomi, mereka tidak sanggup menguliahkannya. Dia pun bertekad mencari uang sendiri untuk biaya kuliah.

"Dulu aku minta ke orangtuaku untuk kuliah, tapi mereka tidak sanggup. Dari itu aku bertekad mencari uang sendiri untuk kuliah, semua aku lakukan untuk membuktikan ke semua orang bahwa anak broken home, pantas untuk menjadi sarjana," ungkap wanita berusia 24 tahun itu.

Foto Hanny Agustin Safitri.Foto Hanny Agustin Safitri. Foto: Dok. pribadi Hanny Agustin Safitri.

Balas Menohok Nyinyiran Tetangga dengan Jadi Sarjana

Selama 3,8 tahun mengejar impiannya, Hanny mengaku mendapatkan perundungan atau bully dari tetangganya. Mereka memandang rendah Hanny dan keluarganya.

"Tetangga aku bilang kalau anak dari seorang janda tidak akan mungkin bisa kuliah. Tidak akan mungkin bisa sarjana, tidak akan mungkin bisa sukses," kenang Hanny.

Tak kuasa mendapatkan perundungan, Hanny mengungkapkan ibunya sampai meneteskan air mata saat tidur. Ia merasa sakit hati karena mendapatkan perlakuan seperti itu.

"Sampai kadang ibuku meneteskan air mata dalam tidurnya. Hati aku sakit perih keluarga aku dipandang sebelah mata. Tapi itu juga menjadi cambukan keras dan motivasi, sudah tugasku mengangkat derajat orangtua," tuturnya.

Pada 2017, Hanny menjalani kesehariannya sebagai mahasiswi jurusan ekeonomi manajemen di Universitas Dehasen Bengkulu. Saat dia berkuliah pun tetangga tetap nyinyir padanya.

"Setelah mereka tahu aku kuliah, mereka semakin nyinyirin aku bilang, pasti nanti tidak akan selesai kuliahnya dan pasti nanti putus di tengah jalan. Hingga tahun ini wisuda. Aku akan wisuda tanggal 9 Agustus 2021," ujarnya sambil terharu.

Foto Hanny Agustin Safitri.Foto Hanny Agustin Safitri. Foto: Dok. pribadi Hanny Agustin Safitri.

Anak pertama dari tiga orang bersaudara itu mendapatkan kekuatan dari orangtuanya. Mereka selalu memberikan semangat dan dukungan untuk Hany yang ingin membuktikan pada tetangganya bahwa ucapan mereka tidaklah memupuskan impiannya.

"Mereka selalu meyakinkan aku Tuhan tidak pernah tidur dan karma itu ada. Biarkan orang mau bilang apa terus lah melangkah, buktikan bahwa kamu parut diperhitungkan dan itu sampai hari ini menjadi penyemangat untuk aku," lanjut Hanny.

Bagi kamu yang sedang berada di titik terendah dan mengalami kisah yang sama dengan Hanny, ia memberikan pesan untukmu. Menurutnya jangan sampai hinaan atau bully dari orang lain membuat kamu merasa down.

"Teruslah kuat, tegar dan pantang menyerah. Ketika kamu ingin menyerah lihat lah muka ibumu yang sedang tidur ada malaikat tanpa sayap yang tiap hari mendoakan agar hidupmu sukses dan bahagia," pungkas Hanny dengan ramah.

(gaf/eny)