Liputan Khusus Pejuang SBMPTN

Kisah Pejuang SBMPTN: 7 Kali Gagal Masuk Kampus Negeri, Akhirnya Begini

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 20 Jun 2021 17:37 WIB
Kisah Robertha Febriana, 7 kali gagal masuk PTN. Robertha Febriana Putri. Foto: Dok. pribadi Robertha Febriana.
Madiun -

Setiap orang tentu memiliki cita-cita yang ingin dicapai dalam hidupnya. Akan tetapi untuk meraihnya tentunya tak semudah membalikkan telapak tangan.

Dibutuhkan proses belajar yang tekun, usaha yang keras dan juga doa tanpa henti agar tujuan hidupmu bisa tercapai. Seperti kisah pejuang SMBPTN satu ini yang sudah tujuh kali gagal masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), namun dia pantang menyerah.

Adalah Robertha Febriana yang membagikan kisahnya menjadi pejuang SMBPTN melalui akun TikToknya @b_brth. Dalam unggahannya, dia membagikan hasil ujiannya saat mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) atau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

"Trowback ditolak 7× perguruan tinggi:'), bukan akhir dari segalanya #snmptn2021 #snmptn #sbmptn #spmb. Latihan soal-soal juga penting. Detik-detik UTBK tapi udah gak semangat belajar.

Dalam video tersebut, Robertha dinyatakan tidak lolos seleksi SBMPTN 2020 Fakultas Ilmu Gizi di Universitas Brawijaya. Ia dirujuk untuk mencoba jalur mandiri Politeknik. Ia lalu mencoba mengikuti Seleksi Utama Masuk Diploma di Universitas, Sebelas Maret, Surakarta. Namun lagi-lagi ia dinyatakan tidak lolos.

@b_brth

trowback ditolak 7× perguruan tinggi:'), bukan akhir dari segalanya ##snmptn2021 ##snmptn ##sbmptn ##spmb

♬ original sound - distik🦄

Robertha pun mengikuti test seleksi masuk Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) namun belum juga berhasil. Lalu dia mengikuti tes masuk Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dan mengambil jurusan S1 Pendidikan Kimia, Fakultas Matematika dan IPA. Ia pun akhirnya dinyatakan lulus ujian.

Hingga Minggu (20/6/2021) video tersebut sudah ditonton lebih dari 2,9 juta Views, mendapat 401,3 ribu Likes dan 5,576 komentar. Warganet pun ada yang kagum dan memuji perjuangan Robertha.

Wolipop sudah menghubungi Robertha Febriana Putri, yang mengunggah videonya di TikTok. Ia mengaku awalnya saat lulus SMA belum mempunyai rencana untuk kuliah.

"Tetapi saya sadar diri dengan kemampuan saya yang masih kalah jauh, makanya saya urungkan niat saya. Dan di titik menentukan tujuan hidup saya sudah yakin dengan pilihan saya dan juga saran dari bapak ibu guru yaitu mengambil jurusan pendidikan kimia, karena dulu juga saya sempat diikutkan OSN Kimia," ungkap Robertha, Sabtu (19/6/2021).

Sebelum SNMPTN dibuka, ia pun mendaftar SNMPN dan SBMPN yaitu seleksi masuk politeknik melalui jalur nilai raport. Karena sedang pandemi maka semua seleksi dialihkan melalui nilai raport. Dan alhasil ia tidak diterima dari kedua seleksi tersebut.

"Saya juga termasuk dari perankingan sekolah, maka saya memiliki kesempatan untuk mengikuti SNMPTN. Akhirnya Februari 2020 SNMPTN dibuka, saya mendaftar. Pilihan pertama pendidikan kimia UNESA dan untuk pilihan kedua saya bingung karena saya tidak memiliki minat yang lain," jelasnya.

Kisah Robertha Febriana Putri, 7 kali gagal masuk PTN.Kisah Robertha Febriana Putri, 7 kali gagal masuk PTN. Foto: Dok. Tangkap layar akun TikTok @b_brth.

Pada saat waktu finalisasi, ia langsung spontan memilih jurusan ilmu gizi di Universitas Brawijaya. Saat pengumuman SNMPTN tepat pada April 2020, ia memiliki firasat tidak diterima karena nilai dan KKM-nya rendah.

"Alhasil kenyataan bahwa saya tidak diterima jalur SNMPTN. Di situ saya mulai stres dan frustasi ditambah dengan adanya pandemi bahwa berulang kali ada isu penundaan SBMPTN. Padahal sebelum itu saya sudah mempersiapkan dengan baik," ujarnya.

Belajar untuk persiapan SBMPTN, tapi pandemi membuatnya malas untuk belajar lagi, karena ketidakjelasan pelaksanaan UTBK. Pada Juli 2020 ditetapkan bahwa akan diadakan UTBK dengan memilih kota atau daerah yang mudah dijangkau.

"Saya memutuskan ujian di UNS, tepat tanggal 25 Juli 2020 sehari sebelum tes, saya mendapat kabar dari teman saya bahwa tempat UTBK harus direlokasi karena lockdown daerah. Dan saya langsung merelokasi di SMK/SMA terdekat. Saya dapat tempat ujian di SMKN 1 MEJAYAN," ucapnya.

Kisah Robertha Febriana Putri, 7 kali gagal masuk PTN.Kisah Robertha Febriana Putri, 7 kali gagal masuk PTN. Foto: Dok. Tangkap layar akun TikTok @b_brth.

Sebelum tes, remaja berusia 19 tahun ini sudah pasrah dengan hasil yang akan didapatkan karena ia benar-benar tidak belajar. Dan sudah tidak ada semangat untuk belajar.

"Saya tetap memilih pendidikan kimia Universitas Negeri Malang untuk pilihan pertama dan pilihan kedua pendidikan kimia di UNS. Alhasil saat pengumuman pun saya gagal untuk keempat kalinya. Di situ saya langsung mencari informasi tentang perguruan tinggi negeri yang masih buka pendaftaran," sautnya pantang menyerah.

Jalur vokasi UNS masih dibuka, ia langsung mendaftar D3-Farmasi menggunakan nilai raport. Karena vokasi nilai dengan rata -rata 83,63 masih bisa untuk diterima.

"Dan ternyata saya tidak diterima dan tidak putus asa. Saya mendaftar jalur vokasi UNS lagi tetapi beda jurusan yang saya ambil yaitu D3-Akuntansi, saya masih percaya diri dengan nilai raport saya, alhasil tidak diterima," kenangnya yang sudah mulai lelah.

Setelah gagaal lagi, anak bungsu dari dua bersaudara ini mendapatkan kabar jika ada pembukaan jalur mandiri UNY. Dengan menggunakan hasil seleksi nilai raport dan UTBK.

"Akhirnya tepat tanggal 24 Agustus 2020, saya mendaftar dengan jurusan pendidikan kimia di UNY dengan nilai raport. Alhasil saya tidak diterima lagi, saya masih punya cadangan dengan nilai UTBK, akhirnya setelah pengumuman beberapa jam kemudian saya daftar lagi dengan jurusan masih sama pendidikan kimia UNY," paparnya.

Kisah Robertha Febriana Putri, 7 kali gagal masuk PTN.Kisah Robertha Febriana Putri, 7 kali gagal masuk PTN. Foto: Dok. pribadi Robertha Febriana.

Nilai UTBK yang didapatnya sekitar 500. Pada saat pengumuman wanita asal Madiun, Jawa Timur itu sudah berharap ini yang terakhir kalinya semoga diterima dan ternyata ia tidak diterima lagi.

"Saya di situ ingin memutuskan untuk gap year (tidak kuliah terlebih dahulu di tahun pertama), tapi di-note saya masih 1 universitas yang masih buka pendaftaran jalur mandiri, yaitu UNESA," saut Robertha yang ingin mencoba kembali.

Tepat pada Sabtu, 29 Agustus 2020 ia mendaftarkan diri. Akan tetapi pada hari Sabtu, bank BTN tutup. Padahal sebelum mendaftar harus melakukan pembayaran terlebih dahulu. Sedangkan pendaftaran sendiri ditutup pada hari Minggu 30 Agustus 2020.

"Di situ saya sangat bingung, menghubungi keluarga, teman, dan siapapun untuk saya mintai tolong yang memiliki atm BTN untuk mentransferkan dulu. Tetapi sampai jam 18.00 belum ada yang memiliki atm BTN. Tepat pukul 20.00 dapet notif dari tante saya kalau beliau memiliki atm BTN, tapi tidak tahu masih bisa digunakan atau tidak," katanya.

Dan dia kembali dilema karena tempat tinggal tantenya jauh dari bank BTN. Akhirnya tante dan omnya mengusahakan untuk datang ke kota dengan jarak tempuh sekitar satu jam hanya untuk membantu transfer pendaftaran.

Dan ternyata benar, kartu ATM sudah tidak bisa digunakan lagi. Di situ ia benar-benar merasa takdir Allah SWT bahwa ia tidak diperkenankan untuk kuliah. Selang beberapa menit tantenya menghubunginya via telepon bahwa ada seorang satpam baik yang mau membantu transfer.

"Akhirnya bener dong, saya bisa mengambil formulir UNESA (Universitas Negeri Surabaya) dan mengisi kelengkapan berkas, saya sangat berterimakasih sama bapak satpam yang sangat baik. Tepat pada hari Senin, 31 Agustus 2020. Saya tes TMUTBK untuk seleksi. Pengumuman diterima atau tidaknya tepat pada tanggal 4 September 2020 pukul 00.00 Wib, pada malam hari pun saya menunggu hasilnya itu."

Perjuangan Robertha pun berbuah manis, ia dinyatakan diterima di jurusan pendidikan Kimia UNESA (Universitas Negeri Surabaya). Dia pun langsung menangis terharu saat membaca pengumuman tersebut.

"Malam itu juga saya nangis banget, dan saya belum memberitahu orangtua saya. Keesokan harinya baru saya memberitahu, dan orangtua saya sangat senang dan bahagia sekali putrinya bisa diterima di perguruan tinggi negeri, suatu kebanggaan tersendiri bagi orangtua saya," pungkasnya.

Kisah Robertha Febriana Putri, 7 kali gagal masuk PTN.Kisah Robertha Febriana Putri, 7 kali gagal masuk PTN. Foto: Dok. Tangkap layar akun TikTok @b_brth.
(gaf/eny)