Jungkook BTS Dipakai untuk Promosi RUU Tato, Politisi Milenial Korea Diprotes

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 09 Jun 2021 11:02 WIB
Ryo Ho Jeong Foto: Instagram @ryuhojeong92
Jakarta -

Anggota DPR termuda Korea Ryu Ho Jeong sering jadi perbincangan karena aksi-aksinya yang tidak biasa. Politisi millennial itu sebelumnya disorot karena pakai dress pendek saat sidang yang dianggap tidak pantas. Wanita itu juga pernah memakai helm dan seragam kerja ketika audit parlemen. Dan baru-baru ini ia mendapat protes saat menggunakan foto Jungkook BTS untuk promosi rancangan undang-undangannya terhadap tato.

Ryu Ho Jeong baru-baru ini tengah gencar mempromosikan RUU mengenai tato. Wanita 29 tahun tersebut ingin menghapus anggapan bahwa orang bertato punya imej yang jelek, terutama di lingkungan pekerjaan. Dikatakan jika artis tato bahkan terancam kehilangan pekerjaan bahkan dipenjara dan profesi mereka tidak dikenakan pajak karena ilegal. Menurutnya, itu mengambil sumber dana potensial untuk negara mereka.

Ryo Ho JeongRyo Ho Jeong Foto: YTN News

Untuk meloloskan rancangan undang-undang itu, Ryu Ho Jeong beralih ke Instagram untuk menyampaikan tujuannya. Ia pun menggunakan beberapa foto Jungkook BTS sebagai contoh bagaimana orang bertato harus menutupi dirinya di publik. Ia pun menulis judul 'Lepas perban dari BTS' yang ternyata mengundang protes dari fans.

"Pernah tidak melihat perban di tubuh artis favorit kalian? Penampakan menggelikan itu yang sering terlihat dalam siaran Korea dibuat oleh aturan stasiun untuk menutupi tato," tulisnya.

"Sistem kita tidak mengikuti perubahan dunia yang kini menghormati individualitas dan kreatifitas dari orang-orang bebas. Lukisan cantik dan kata-kata bermakna dari tato sudah biasa di sekitar kita tapi ilegal di Korea. Korea punya lebih dari tiga juta orang bertato dan tato sudah dianggap sebagai seni tinggi di seluruh dunia. Bahkan pentato domestik dianggap sebagai seniman tinggi berskala dunia tapi Korea tidak mempedulikan mereka," lanjutnya.

[Gambas:Instagram]



Punya maksud yang baik sayangnya promosi rancangan undang-undang itu mendapat protes karena pemakaian foto Jungkook. Sebagian fans berpendapat jika ia tidak seharusnya menggunakan BTS untuk politik. "BTS dan Jungkook bukan ikon dari artis bertato. Aku pikir kamu bisa mengekspresikan obyektivitasmu dan RUU Tato dengan cara berbeda,"

"Tidak menyenangkan melihat kamu menggunakan ketenaran BTS seperti ini," "Aku mendukung undang-undangnya tapi jangan gunakan Jungkook BTS seperti ini," "Tolong jangan jadikan BTS sebagai alat untuk pergerakan politikmu," tulis netizen.

(ami/ami)