Viral Mahasiswi Dapat Motor dari Rektor, Berawal dari Dosen Salah Sangka

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 05 Feb 2021 15:14 WIB
A portrait of an Asian college student on campus Foto: Instagram @yoona.nurul
Jakarta -

Banyak cerita mahasiswa saat berhadapan dengan dosen selagi pembuatan tugas. Meski juga menemukan kesulitan namun kisah Nurul yang kuliah di Universitas Sumatera Utara ini berakhir manis. Dalam tulisan yang dibagikan dosen Komunikasi FISIP USU, Syafruddin Pohan, disebutkan jika Nurul awalnya mengaku kesulitan menyerahkan tugas karena rental mati lampu. Sempat menganggapnya berbohong, Syafruddin tersentuh dengan cerita Nurul yang sebenarnya.

"Pak, maaf sy berteduh dulu ...", begitu Nurul mengabarkan via WA. Berteduh? Ya, dia sebenarnya berteduh tidak jauh dari kediaman saya Padahal sore itu cuaca bagus, tidak sedang turun hujan. Nurul sedianya mau menyerahkan tugas mata kuliah siang tadi di kps Selasa 19/01/21. Sebenarnya saya menunggu dia di kampus, tunggu punya tunggu dia blm dtg juga. Jadi, ya saya putuskan untuk pulang ke rumah," tulisnya dalam unggahan yang diberi judul 'Maafkan Bapak Nak' awal tahun ini.

Awalnya Dikira Modus

Ketika sudah keluar kampus, Syafruddin menerima pesan bahwa Nurul tidak bisa tepat waktu memberikan tugas karena rental tempatnya mengetik dan menjilid mati lampu. Awalnya pria tersebut merasa bahwa itu hanya 'modus' karena sering terjadi di kalangan mahasiswa. Setelah itu, ia mendapatkan pesan lagi yang menyatakan Nurul ingin mengantarnya ke rumah dan meminta alamat.

"Saya tunggu setengah jam Nurul blm datang juga. Lantas saya masuk kamar, rebahan karena badan letih seharian di kampus. Saya tidur terlelap, sampai akhirnya istri bilang ada mahasiswa datang. Sungguh mata masih terpejam, tapi sayup terdengar. "Ayah, bangunlah jumpai sebentar. Ada mahasiswanya nunggu, dia naik sepeda...", kata istri saya,"

Nurul Naik Sepeda ke Rumah Dosen

Sempat terkejut, benar saja dosen tersebut menemukan Nurul sedang menuntun sepedanya saat menengok ke luar rumah. Setelah itu, Syafruddin baru mengetahui jika Nurul tinggal cukup jauh dan harus menempuh perjalanan 1,5 jam untuk bisa ke rumahnya. Kisah wanita berhijab itu pun membuatnya simpati.

"Nurul cerita, sejak kelas empat Sekolah Dasar (SD), dia sudah menjadi anak yatim. Ayahnya meninggal karena penyakit diabetes. Beberapa tahun berselang ibunya meninggal karena kanker. Jadilah Nurul yatim piatu dan tinggal bersama keluarganya seayah dan seibu,"

"Keterbatasan finansial keluarganya, dia mencari penghasilan tambahan dengan mengajar mengaji di kampungnya. Kini Nurul tengah menyelesaikan tahap akhir studinya dibayang-bayangi kesulitan dana," lanjutnya dalam postingan yang dibagikan di grup Facebook Alumni FISIP USU oleh Indra Effendi itu.

Diberi Motor oleh Rektor

Dalam postingan itu, dosen komunikasi FISIP USU tersebut meminta maaf pada Nurul karena sudah berprasangka buruk dan membuka 'topeng' betapa kerasnya kehidupan ini. Tak lama setelah diunggah dan jadi viral, Nurul langsung mendapat perhatian dari rektor USU, Dr Muryanto Amin. Setelah menyelesaikan skripsinya, mahasiswi itu pun diberi hadiah motor oleh rektor sebagai bentuk apresiasi atas kegigihannya.

[Gambas:Instagram]



Di akun Instagram-nya, Nurul terlihat menulis rasa terima kasihnya kepada dosen yang tulisannya telah menggugah hati banyak orang. "Terima kasih bapak.. :) telah menorehkan cerita yang tidak akan Nurul lupa .. Goresan kata-kata bapak yang telah mempertemukan Nurul dengan banyak orang berhati mulia :)," tulisnya.

(ami/ami)