Kisah Viral Wanita TNI dari Papua Ditegur karena Rambut Pirang, Faktanya...

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 01 Feb 2021 16:16 WIB
Maria Jacoba Samuel Foto: YouTube TNI AD
Jakarta -

Seorang wanita menceritakan kisahnya sebagai seorang tentara. Prajurit TNI AD bernama Maria Jacoba Samuel tersebut kini bekerja sebagai pelatih di pusat pendidikan Korps Wanita Angkatan Darat. Serda (K) Maria pun mengisahkan beberapa pengalaman menariknya selama bertugas. Dikatakan jika Maria sering ditegur karena penapilannya yang berambut pirang.

Serda Maria tampil dalam YouTube TNI AD baru-baru ini. Wanita asal Jayapura, Papua ini mengaku sering mendapat perhatian karena warna rambutnya. Sekilas orang yang tidak mengenal Maria mungkin akan menganggap aneh dirinya yang seorang TNI tapi mengecat rambut dengan warna pirang. Tapi hal itu ternyata karena ia berdarah Belanda.

Maria Jacoba SamuelMaria Jacoba Samuel Foto: YouTube TNI AD

"Sa pu rambut ini asli, kak. Asli bawaan dari lahir karena kebetulan orangtua juga ada keturunan dari Belanda. Dulu sering sekali (ditegur) saya hanya bisa bilang ini rambut asli dan bawaan turunan dari orangtua. Waktu pendidikan pun sempat dipertanyakan kemudian saya menjelaskan ini rambut saya asli, komandan. Saya orang tua ada keturunan belanda jadi rambutnya berwarna seperti ini.," ujarnya.

Wanita yang berdinas di Lembang, Bandung ini tentu pernah mencoba untuk mengecat hitam rambutnya agar terlihat sama seperti kebanyakan orang Indonesia. Namun setelah mencoba sebanyak tiga kali, menurutnya cara itu tidak terlalu ampuh sehingga tidak dilakukan lagi. "Pernah tiga kali tapi dalam satu bulan baru dihitamkan sudah kembali merah lagi," kata Maria.

Maria Jacoba SamuelMaria Jacoba Samuel Foto: YouTube TNI AD

Selain mengenai keunikan penampilannya, Serda Maria juga berkisah mengenai perjalanannya sebagai tentara. Wanita itu ternyata datang dari keluarga TNI di mana ayahnya adalah TNI AL dan pamannya TNI AD. Karena itu, ia terinspirasi untuk meneruskan profesi sebagai abdi negara. Setelah sukses jadi tentara dan pembina dikmaba kowad, ia pun mengaku bangga meski juga mengalami suka duka.

"Setelah jadi tentara saya rasa bangga karena saya bisa menunjukkan kepada keluarga bagaimana perjuangan menjadi seorang kowad khususnya bangga jadi pelatihan di Pustiklad," ungkapnya. "Suka duka, sukanya banyak dapat pengalaman baru karena sebelumnya belum pernah jadi pembina. Dukanya beban moril karena yang kami didik adalah anak-anak negara jadi tanggung jawab yang kita pikul itu sedikit berat," lanjut Maria.

Maria Jacoba SamuelMaria Jacoba Samuel Foto: YouTube TNI AD

Karena profesinya, Maria bisa senang mengenal banyak orang dari seluruh Indonesia dengan berbagai karakteristik khas mereka. Meski begitu ia juga senang dapat bertemu dengan sesama orang Papua di sana. "Saya senang bisa melihat berbagai macam karakter dari seluruh Indonesia khususnya saya bisa bertemu dengan saudara saya dari Papua karena adik-adik ini banyak yang dari Papua.

"Untuk adik-adik di Papua khususnya anak-anak muda Papua, saya sangat berharap tetap semangat kalau mau masuk tentara terus berlatih, jangan patah semangat, terus mencoba, Jadi kesehatan," katanya.

(ami/ami)