Pramugari Diminta Pakai Popok di Pesawat untuk Cegah Penularan COVID-19

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 11 Des 2020 14:15 WIB
Munich: A female flight attendant  is speaking with a passenger sitting in the economy class of the route Munich - Vancouver of Lufthansa Airlines. Foto: Getty Images/RUBEN RAMOS
Jakarta -

Meski angka kasus COVID-19 masih bertambah, penerbangan sudah diperbolehkan tentu dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Selain para penumpang, kru penerbangan yang bekerja setiap hari di pesawat dan bertemu banyak orang tentu juga melakukannya.

Pramugari yang bekerja dengan bertemu banyak orang dan menyentuh banyak barang pun diminta untuk ekstra menjaga diri agar tidak tertular Corona. Salah satunya dengan memakai popok agar mereka tidak harus ke kamar mandi.

Laporan terbaru menyebutkan jika kini pramugari di China diminta untuk memakai popok. Para kru kabin dikatakan memang dibatasi untuk pergi ke toilet terutama di negara-negara dengan kasus COVID-19 yang masih tinggi. Menurut pihak otoritas aviasi sipil China, kini para pekerja di pesawat diharuskan memakai perlengkapan protektif, termasuk masker, sarung tangan, kacamata, pelindung baju, dan sepatu.

Dilansir Dailymail, kini para pramugari juga disarankan untuk memakai popok agar tidak perlu ke toilet demi mencegah penyebaran virus Corona. Terdengar seperti sesuatu yang berlebihan dan kurang nyaman, hal tersebut dianggap menjadi cara yang cukup ampuh untuk melindungi diri dan orang lain agar tidak tertular.

Toilet publik memang menjadi salah satu tempat paling berisiko dalam penyebaran COVID-19. Seorang wanita asal Korea Selatan dikatakan terinfeksi virus tersebut ketika menggunakan toilet di pesawat. Dilaporkan wanita itu selalu menggunakan masker selama di pesawat tapi membukanya ketika ke toilet.

Tak hanya di pesawat, toilet juga bisa menjadi tempat yang berisiko di dalam rumah atau geduh. Para peneliti mengatakan jika virus Corona bisa menyebar melalui pipa. Hal itu dibuktikan saat kasus tiga keluarga dalam satu apartemen dinyatakan terinfeksi COVID-19 padahal tidak pernah keluar dan bertemu satu sama lain.

(ami/ami)