Cerita Zeena Ali yang Jadi Polisi Berhijab Pertama di Selandia Baru

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 20 Nov 2020 12:15 WIB
Zeena Ali Foto: Facebook Kepolisian Selandia Baru
Jakarta -

Zeena Ali mencetak sejarah sebagai wanita berhijab pertama yang menjadi polisi di Selandia Baru. Wanita yang baru lulus dari akademi polisi tersebut sekaligus mengenalkan seragam berhijab untuk para calon polwan yang mengenakan penutup kepala. Zeena pun bercerita mengenai profesi barunya ini yang ternyata terdorong karena peristiwa penembakan masjid tahun lalu.

Zeena adalah orang di balik seragam polisi berhijab pertama Selandia Baru. Sebelum resmi digunakan, wanita tersebut pun memberikan saran kepada Kepolisian Selandia Baru dan Massey Design School agar setelan tersebut bisa dipakai dengan nyaman. Seragam itu pun pertama kali dipakai saat acara kelulusannya.

"Rasanya menyenangkan bisa keluar dan menunjukkan Polisi Selandia Baru hijab sebagai bagian dari seragamku. Aku pikir dengan melihat itu, semakin banyak wanita Muslim yang ingin bergabung juga," ungkapnya dilansir Vice.

Selama berlatih menjadi polisi, Zeena mengaku jika ia diberikan makanan yang halal dan ruang untuk salat sehingga merasa nyaman. "Ketika aku harus berenang aku bisa menggunakan lengan panjang, pakaian renang lengkap," kata Zeena.

Zeena AliZeena Ali Foto: Facebook Kepolisian Selandia Baru

Zeena Ali yang berusia 32 tahun baru tertarik menjadi polisi tahun lalu. Setelah kejadian penembakan di masjid di Christchurch, wanita tersebut terpikir untuk menjadi polwan karena merasa komunitas muslim perlu memiliki perwakilan lebih baik.

"Di situ lah aku sadar bahwa lebih banyak wanita muslim dibutuhkan dalam kepolisian, untuk mendukung orang-orang untuk hal-hal seperti ini. Jika aku sudah bergabung dengan polisi lebih awal aku mungkin bisa di sana untuk menolong,"

"Kita butuh lebih banyak wanita muslim untuk menolong dalam komunitas. Kebanyakan dari mereka terlalu takut untuk berbicara dengan polisi dan mungkin akan menutup diri jika pria berbicara kepada mereka. Jika kita punya lebih banyak wanita (jadi polisi) akan ada lebih beragam polisi maka kita bisa mengurangi lebih banyak kejahatan," katanya.

Ia pun berharap jika adanya wanita muslim berhijab bisa membawa keberagaman dan melayani masyarakat dengan lebih baik. "Kami sadar pentingnya perspektif dan pengalaman yang berbeda membuat kami lebih baik dalam apa yang kami lakukan. Kami butuh orang-orang dengan beragam kemampuan, latar belakang, dan tingkat pengalaman, keberagaman penting sehingga kita bisa secara efektif melayani kebutuhan komunitas Selandia Baru sekarang dan di masa depan," tutur Zeena.

(ami/ami)