Cetak Sejarah, Jill Biden Jadi Ibu Negara AS Pertama yang Tetap Bekerja

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 09 Nov 2020 18:02 WIB
LAS VEGAS, NEVADA - FEBRUARY 21: Dr. Jill Biden (L) and her husband, Democratic presidential candidate former Vice President Joe Biden, arrive at a community event at Hyde Park Middle School on February 21, 2020 in Las Vegas, Nevada. Joe Biden is campaigning one day before the Nevada Democratic presidential caucuses.   Ethan Miller/Getty Images/AFP Foto: Dok. AFP
Jakarta -

Terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden AS selanjutnya masih diperbincangkan. Sosok sang istri, Dr. Jill Biden pun tentu ikut menjadi perhatian. Sebagai ibu negara ternyata Dr. Jill mencetak sejarah. Diketahui berprofesi sebagai seorang pengajar, Jill Biden akan menjadi satu-satunya FLOTUS (First Lady of US) dalam sejarah yang tetap bekerja selama menjalani jabatan negaranya.

Kebanyakan istri biasanya memang akan lebih fokus pada tugas baru dan meninggalkan profesi lama mereka saat sang suami menjabat sebagai presiden. Namun tidak dengan Jill Biden yang dilaporkan adalah ibu negara pertama dalam 231 tahun sejarah Amerika Serikat yang tetap bekerja penuh waktu. Dikatakan jika ia akan tetap melanjutkan profesinya sebagai dosen kampus.

Jill Biden atau Jill Tracy Jacobs diketahui adalah profesor bahasa Inggris yang memiliki gelar S1, dua gelar S2, dan gelar S3 dalam bidang pendidikan. Wanita yang pernah menjadi ibu wakil negara selama masa kepemimpinan Obama itu mengajar di Northern Virginia Community College selama delapan tahun belakangan.

LAS VEGAS, NEVADA - FEBRUARY 21: Dr. Jill Biden (L) and her husband, Democratic presidential candidate former Vice President Joe Biden, arrive at a community event at Hyde Park Middle School on February 21, 2020 in Las Vegas, Nevada. Joe Biden is campaigning one day before the Nevada Democratic presidential caucuses.   Ethan Miller/Getty Images/AFP Ethan Miller/Getty Images/AFP Foto: Dok. AFP

Dalam sebuah wawancara beberapa waktu lalu, Jill Biden mengaku jika pekerjaannya tidak akan berubah tapi bertambah. Wanita 69 tahun itu mengaku akan menjadi tugasnya menjadi ibu negara sekaligus dosen. Karenanya, Jill dianggap sebagai ibu negara di abad 21 yang 'sebenarnya' oleh ahli sejarah.

"Dia akan benar-benar membawa peran ibu negara di abad 21. Orang-orang Amerika secara sejarah menginginkan ibu negara yang selalu ada di samping presiden kapanpun. Mungkin sudah waktunya Amerika lebih menerima bahwa istri presiden bisa menjadi ibu negara dan bekerja secara profesional di saat bersamaan," kata sejarawan ibu negara Katherine Jellison kepada USA Today.

Dalam berbagai kesempatan, Jill memang sering mengungkap kecintaannya akan dunia mengajar. Ia pun menekankan tidak akan meninggalkan pekerjaan itu meski ada tugas baru.

"Mengajar bukanlah apa yang aku lakukan. Itu adalah siapa diriku. Aku akan memberikan pidato konvensi malam ini dari bekas kelasku," tulisnya pada bulan Agustus.

Joe Biden dan Jill Biden di debat perdana Pilpres AS 2020.Joe Biden dan Jill Biden di debat perdana Pilpres AS 2020. Foto: Instagram/@drbiden

"Jika kami masuk ke Gedung Putih, aku akan tetap mengajar. Aku ingin orang-orang menghargai guru-guru dan tahu kontribusi mereka dan aku ingin mengangkat profesi tersebut," ungkapnya.

Selama menemani Joe Biden berkampanye, Jill memang belum lagi mengajar karena ingin fokus mendukung suaminya. Namun wanita tersebut mengaku jika suami keduanya itu selalu mendukung karirnya. "Dia selalu mendukung karierku. Tapi ini adalah waktu yang penting untukku mendukungnya karena aku ingin perubahan," kata Jill kepada CNN.

Jill Biden sudah punya pengalaman sebagai ibu negara kedua. Ia pun telah mengerti bahwa ibu negara bisa menentukan peran yang diinginkannya sendiri. Untuknya, mengajar adalah hal yang masih diutamakan. "Aku akan tetap bekerja untuk isu-isu yang sama. Pendidikan diutamakan dan keluarga militer. Aku akan berkeliling negara mencoba membuat kampus gratis," ujarnya tahun lalu kepada Vogue.

(ami/ami)