Pasang Timer di Toilet Karyawan, Perusahaan Ini Dapat Banyak Kecaman Netizen

Vina Oktiani - wolipop Rabu, 04 Nov 2020 09:15 WIB
Toilet pakai timer Foto Toilet Karyawan yang Dipasang Timer / Foto: Oddity Central
Jakarta -

Toilet adalah salah satu tempat yang bisa digunakan oleh seseorang untuk menghabiskan waktunya. Terutama untuk para kaum hawa, tak jarang toilet juga dijadikan tempat untuk bergosip dan berdandan. Hal itu yang kemudian membuat salah satu perusahaan di China memutuskan untuk memasang timer pada toiletnya.

Seperti dikutip dari Oddity Central, sebuah perusahaan asal China mendapat kecaman setelah diketahui memasang timer di dalam toiletnya. Foto-foto dari toilet perusahaan tersebut pun sempat viral di internet dan mengundang berbagai macam tanggapan dari netizen.

Beberapa netizen terlihat memberikan kecaman pada perusahaan tersebut karena memantau dan mengatur waktu para pekerjanya ketika di toilet demi meningkatkan produktivitas dan keuntungan perusahaan. Mereka menyebut aturan itu sebagai sebuah pelanggaran terhadap privasi dan hak asasi manusia. Namun beberapa netizen lain terlihat membela dengan mengatakan bahwa beberapa karyawan memang kerap kali menyalahgunakan toilet sebagai kesempatan untuk membuang-buang waktu dengan bermain ponsel.

Setelah foto-foto dari toiletnya itu menjadi viral, pihak perusahaan lalu membuat sebuah press release untuk menenangkan dan menjelaskan yang sesungguhnya terjadi. Pihak perusahaan tersebut mengatakan bahwa timer yang dipasang sebenarnya bukan dimaksudkan untuk membatasi waktu para pekerjanya di toilet. Itu hanyalah salah satu solusi untuk masalah yang tengah dihadapi oleh perusahaan.

Gedung perkantoran The Kuaishou kabarnya sedang mencari cara untuk mengatasi masalah kekurangan toiletnya. Perusahaan tersebut kemudian memutuskan untuk memasang timer yang bertujuan sebagai penghitung berapa banyak orang yang menggunakan toilet dan menentukan ada berapa banyak toilet portabel yang perlu dipasang.

Walaupun penjelasan yang diberikan oleh perusahaan cukup masuk akal, namun tak sedikit netizen yang tidak mempercayainya. Mereka mengklaim bahwa perusahaan tersebut rela melakukan cara apapun demi meningkatkan keuntungannya. Bagaimana menurutmu?

(vio/vio)