Penjualan Kebaya Menurun, Anne Avantie Banting Setir Bisnis Sambal

Daniel Ngantung - wolipop Minggu, 20 Sep 2020 17:10 WIB
Anne Avantie Jualan Sambal Desainer Anne Avantie jualan sambal setelah penjualan kebayanya menurun karena pandemi COVID-19. (Foto: Dok. Pribadi)
Semarang -

Pandemi COVID-19 juga berdampak pada bisnis fashion desainer Anne Avantie. Penjualan kebaya menurun, ia pun banting setir berjualan sambal.

Beberapa minggu terakhir ini, akun Instagram Anne Avantie penuh dengan unggahan bertema kuliner. Foto-foto kebaya cantik yang biasa diunggahnya berganti sambal.

Desainer asal Semarang, Jawa Tengah, ini bukan sedang meng-endorse sambal kiriman orang lain. Sambal-sambal tersebut adalah produk bisnis terbarunya.

"Sehari bisa 1000 toples yang diproduksi untuk pesanan," ungkap Anne Avantie di ujung telepon kepada Wolipop, Sabtu (19/9/2020).

[Gambas:Instagram]



Meski hobi memasak, Anne Avantie tak pernah terpikirkan untuk terjun ke bisnis makanan. Namun, pandemi 'memaksa' dia untuk memanfaatkan hobi tersebut demi menyelamatkan karyawan-karyawannya dari PHK.

Mereka terancam kehilangan pekerjaan lantaran wabah virus Corona di Tanah Air membuat penjualan kebaya Anne menurun drastis. "Penurunannya sampai 70 persen," kata desainer langganan selebriti Indonesia dan pejabat itu.

Anne Avantie pun harus memutar otak agar para pekerjanya bisa tetap bertahan. Suatu ketika ia bertemu seorang petani di daerah pegunungan sekitar Semarang.

Diceritakan Anne, sang petani mengaku merugi akibat ulah tengkulak yang memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan di tengah pandemi.

"Saya kasihan sama petani itu. Jadi saya beli saja hasil panennya buat bantu-bantu petani," ujarnya.

Lalu terbesit ide untuk menjual sambal dari hasil panen petani, walau sebetulnya Anne Avantie belum pernah melakoninya.

Ia paham cara membuat sambal tapi tak tahu soal pengemasan. Perempuan kelahiran Semarang, 54 tahun lalu, ini lantas mencari tahu teknik mengemas di YouTube.

Ia juga dibantu oleh putranya yang seorang chef. "Cuma sebatas bantu konsultasi saja, soalnya Ernest nggak doyan sambal. He-he-he," ungkap Anne Avantie.

Fashion Show Anne Avantie di JFW 2019Fashion Show Anne Avantie di JFW 2019 (Foto: Dok. Moh. Abduh/detikcom)

Alih-alih mencari karyawan baru yang sudah berpengalaman membuat sambal, ia justru mengerahkan tim produksi yang biasa bergelut dengan pakaian untuk melakukan pekerjaan tersebut.

"Ceritanya membuka lapangan usaha baru untuk karyawan lama supaya mereka bisa tetap bisa menghidupi keluarga," kata Anne yang telah berkarya sebagai desainer selama 30 tahun itu.

Sambal Anne Avantie terdiri dari berbagai varian, mulai dari teri-petai, cumi-petai hingga krecek. Harganya berkisar antara Rp 99 ribu - Rp 369 ribu. Untuk memberi keunikan tersendiri, ia membubuhkan tanda tangannya pada kemasan sambal.

Diakui Anne, dagangannya mendapat sambutan positif dari pasar. Pesanan bahkan datang dari berbagai kota, bahkan di luar pulau Jawa. "Omzetnya lumayan," kata Anne yang enggan menyebut angka keuntungan yang dikantongi.

Ia berharap, kemauannya untuk menggarap bisnis sambal dapat menginspirasi orang lain untuk berani berkreasi di tengah situasi yang tak menentu seperti saat ini.

"Kebanyakan orang menemukan tekniknya dulu baru berani mencoba. Saya nggak belum dapat cara membuat sambal yang tahan lama, tapi nekat saja jualan yang nggak awet. Tapi ini nekat yang penuh perhitungan," tutup Anne Avantie.

(dtg/dtg)