Liputan Khusus Pekerjaan Zaman Now

Kisah Godvin Triastama, dari Bidang Hukum Banting Stir Jadi Astrologer

Hestianingsih - wolipop Minggu, 23 Agu 2020 15:00 WIB
Astrologer Godvin Triastama Simamora. Foto: Dok. Pribadi Godvin Triastama
Jakarta -

Astrologer mungkin bisa dibilang merupakan profesi yang masih tak awam di Indonesia. Tapi penerawangan lewat ilmu perbintangan ini rupanya cukup diminati dan ada pangsa pasarnya.

Selain itu membaca ramalan berdasarkan zodiak juga sudah diterapkan sejak ribuan tahun lalu, tepatnya pada era Babylonia dan Yunani Kuno. Ilmu astrologi atau perbintangan inilah yang menarik minat Godvin Triastama Simamora untuk mendalaminya dan menjadikanya profesi purna waktu.

Godvin yang sebelumnya bekerja sebagai tim legal di sebuah perusahaan awalnya tidak percaya dengan segala sesuatu tentang ramalan zodiak dan ilmu perbintangan. Sampai akhirnya dia menemukan konten di media sosial yang membahas tentang astrologi dan menemukan kecocokan dengan karakter-karakter pribadinya.

Namun tak semudah itu juga Godvin percaya seratus persen dengan astrologi. Dia pun mencoba menemukan bukti-bukti dan mempelajari lebih dalam tentang zodiak dengan membaca literatur dan diskusi bersama teman yang menyukai ilmu astrologi.

Astrologer Godvin Triastama Simamora.Astrologer Godvin Triastama Simamora. Foto: Dok. Pribadi Godvin Triastama

Sampai akhirnya, Godvin jatuh cinta padan ilmu perbintangan, ia memutuskan untuk lebih serius menekuninya. Godvin mengikuti kursus secara online bersama Alexander Kolesnikov, seorang penulis dan pakar astrologi serta numerologi asal Rusia yang berbasis di Amerika Serikat.

"Untuk pertama, memang dari literatur di internet yang bahas astrologi secara mendalam. Lalu ketemu teman dan pergaulan yang punya base astrologi. Setelah itu memutuskan untuk cari sertifikasi," ujar pria dengan gelar Sarjana Hukum dari Universitas Diponegoro ini, saat berbincang dengan Wolipop.

Selama satu bulan pria berdarah Batak ini menjalani pelatihan lewat kuis, modul dan video. Proses belajar cukup lama hingga bisa menjadi seorang astrologer. Tujuan dari sesi belajar ini untuk membuktikan teori-teori yang ada.

"Belajar online dikasih 6-7 modul, setiap satu bab bisa ada sekitar delapan kuis untuk menguji kita benar-benar ngerti atau nggak, seperti sekolah aja. Selesai kursus akan dapat sertifikat yang sudah ada register nomornya," jelas Godvin.

Berbekal ilmu yang didapat dari kursus online dan sertifikat sebagai astrologer, Godvin akhirnya memberanikan diri membagikannya di Instagram. Ia membuat konten tentang kepribadian dan perilaku orang berdasarkan zodiak. Tak disangka responsnya cukup positif.

"Pada 2020, coba ilmu aku nulis di Instagram waktu mulai ada Corona. Ternyata makin banyak yang minta bacain, minta bantuin dan sepertinya bisa buka konsultasi," cerita Godvin.

Konsultasi zodiak yang ia sediakan mulai dari percintaan, pergaulan, karier hingga kesehatan. Dari situlah pria 26 tahun ini menetapkan tekad banting stir dari karyawan tim legal menjadi astrologer purna waktu.

"Sebelumnya aku kerja di bagian hukum di bank dan startup, sebagai legal," tukasnya.

Menurut Godvin, astrologer bisa menjadi profesi yang cukup menjanjikan. Ditambah lagi jika dia memiliki ilmu lain yang bisa dipadukan dengan ilmu astrologi.

"Cukup menjanjikan tapi tetap harus ditingkatkan apakah bisa dikembangkan lagi dengan latar belakang pendidikan, misalnya astrologi dengan gelar psikologi, atau astrologi dengan ilmu matematika. Yang aku ingin sebenarnya background aku sebagai sarjana hukum bisa digabung ke sini," ucap Godvin.

Saat ini Godvin yang full menjadi astrologer hanya membuka konsultasi secara online lewat email, chat online dan telepon. Tapi tidak menutup kemungkinan setelah pandemi virus Corona berakhir, ia akan membuka konsultasi tatap muka dengan klien.

(hst/hst)