Liputan Khusus Drama Kuliah Online

Dear Mahasiswa, Ini 6 Tips Kuliah Online yang Efektif Biar IPK Nggak Turun

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 28 Jun 2020 19:30 WIB
pretty college student study in the library with friends Foto: Shutterstock
Jakarta -

Imbauan pemerintah yang memberikan agar perkuliahan dilakukan #dirumahaja secara daring, membuat beberapa mahasiswa mengalami kesulitan dalam mengikuti kuliah online. Berbagai kendala pun dihadapi mahasiswa saat mengikuti kuliah online.

Mulai dari masalah sinyal, tugas yang menumpuk hingga nilai IPK menurun. Lantas bagaimana mengatasi permasalahan tersebut? Apa yang harus dilakukan agar kuliah online berjalan efektif?

Wolipop mewawancarai Dosen FISIB Universitas Pakuan Prodi Ilmu Komunikasi, dan Kepala Lab Penyiaran FISIB Universitas Pakuan, Dini Valdiani, M.Si, dan Dosen FTIK Teknik Informatika, Universitas Unindra, Jakarta, Gita Kencanawaty, M.Pd untuk berbagi saran kepada para mahasiswa. Berikut tips agar kuliah online bisa efektif:

1. Jangan lupakan kehadiran (absensi) dan aktif saat kuliah daring
Saat kuliah daring, kehadiran mahasiswa bisa menunjang nilai. Untuk itu menurut Dini Valdiani, M.Si, kehadiran dan murid yang aktif saat kuliah daring bisa mempengaruhi nilai.

"Kalau menurut aku, yang penting hadir, ngumpulin tugas, UTS dan ikut UAS. Beberapa dosen mengeluhkan mahasiswa itu kalau kuliah online videonya dimatikan. Jadi mereka pasang doang, nggak tahu sambil tidur atau apa nggak ketahuan. Untungnya kan kalau gitu buat mahasiswa. Itu yang kelihatan itu page pertama yang isinya 16 orang doang di depan. Beda kalau zoom, 100 orang bisa lihat dan slide. Kalau pakai Google Meet itu nggak bisa," jelas Dini saat dihubungi oleh Wolipop, Rabu (24/6/2020).

2. Bertahan dan jangan pantang menyerah
Dalam kuliah online yang tak bisa saling tatap muka secara langsung bisa menghambat proses belajar mengajar. Untuk itu Dini yang merupakan Dosen FISIB Universitas Pakuan Prodi Ilmu Komunikasi mengharapkan pada para mahasiswa agar tetap bertahan dan jangan pantang menyerah.

dini valdianiDini Valdiani saat mengajar kuliah daring. Foto: Dok. pribadi Dini Valdiani.

"Gini, ya semuanya itu lagi pada susah sendiri. Kalau aku bilangnya gitu, jangan cengeng dan jangan merasa susah sendiri. Semuanya juga susah bukan kalian doang, dosen juga ngerasa susah. Kita semua lagi dicoba. Jalanin, harus bersyukur karena masih ada bantuan teknologi. Kalau menurut aku bertahan aja, semuanya lagi susah, bagaimana caranya pokoknya kegiatan belajar mengajar tetap berjalan," ungkapnya.

3. Cepat beradaptasi
Sebagai dosen, Dini Valdiani, M.Si, mengharapkan mahasiswa bisa cepat beradaptasi dengan kebiasaan baru.

"Dan nanti kalaupun sudah beres pandemi ini eranya juga akan berubah. Kayaknya mungkin nanti eranya setengah-setengah gitu ada onlinenya juga. Sekarang yang bisa kita lakukan beradaptasilah dengan perubahan," sambungnya.

4. Jangan menunda mengerjakan tugas dari dosen
Menurut Gita Kencanawaty, M.Pd. jika mahasiswa diberikan tugas oleh dosen, sebaiknya langsung dikerjakan. Jangan menumpuk tugas tersebut.

"Tipsnya saat dikasih tugas langsung dikerjain jangan ditunda. Yang bikin numpuk itu karena menunda tugas. Penilaian kan pasti dari segala aspek, yang pertama kehadiran yang pasti. Nilainya bagus, hadirnya jarang kan curiga dong dosen? Pasti itu nyontek. Jadi pertama absensi, kedua kumpulin tugas dan ketiga kalau kamu nggak ngerti itu nanya," ucapnya.


5. Bangun suasana atau mood yang menyenangkan saat kuliah online
Kepala Lab Penyiaran FISIB Universitas Pakuan, Bogor, Dini Valdiani, M.Si menambahkan mahasiswa dan dosen perlu membangun suasana belajar virtual agar tetap asyik dan tidak membosankan. Untuk mahasiswa misalnya dengan memakai pakaian yang rapi dan makeup seperti ketika datang ke kampus.

"Saat kuliah daring, semuanya harus dinyalakan ya videonya dan dandan yang rapi. Soalnya saya sendiri pun pakai baju yang rapi. Jadi kita sama-sama saling menghargai," tuturnya.

6. Koordinasi dengan ketua kelas dan dosen
Tips yang terakhir menurut Dini Valdiani, M.Si, agar mata kuliah mahasiswa tidak bentrok perlu adanya komunikasi antara perwakilan mahasiswa atau ketua kelas bersama dengan dosen.

"Aku bilang ke mahasiswaku lewat ketua kelas bahwa 'Saya hanya masuk dua minggu sekali, jangan sampai nggak masuk ya! Karena di situ saya harus menjelaskan dan harus ketemu dan saya cuma 40 menit, soalnya waktunya terbatas.' Nah baru sisanya tugas. Menurut aku cara itu cukup efektif, jadi mahasiswa itu aku iming-imingi. Jadi ada kontrak awal dan semuanya setuju," pungkasnya.



Simak Video "10 Universitas Terbaik Indonesia 2020 Versi Webometrics"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)