Sukses Bisnis dari Rumah

Ide Bisnis #dirumahaja: Kisah Wanita Laris Manis Jual Baju Tidur dan Daster

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 19 Apr 2020 10:00 WIB
lipsus ibu sukses Foto: Instagram @sleepwear_id
Jakarta -

Virus Corona mengharuskan masyarakat untuk #dirumahaja. Saat berada di rumah ini, orang-orang pun pada umumnya memilih memakai baju yang nyaman seperti kaus, daster atau baju tidur. Efek dari #dirumahaja ini pun dirasakan Evalindha yang berjualan baju tidur. Kata Eva, penjualan baju tidurnya semakin meningkat seiring adanya imbauan untuk #dirumahaja dari pemerintah.

"Karena mereka lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, jadi pada nyari baju tidur atau baju rumahan yang nyaman untuk dipakai sehari-hari," jelas Eva saat dihubungi oleh Wolipop Kamis (16/4/2020).

Eva menceritakan awalnya dia berjualan baju tidur untuk membantu kakaknya. Sebelumnya dia sendiri sudah memiliki bisnis online yang menjual baju wanita. Ternyata niat membantu kakak malah menjadi ide bisnis baru karena baju tidur memiliki banyak peminat.

Bisnis di rumah aja: Eva sukses berjualan baju tidur dan daster. Bisnis di rumah aja: Eva sukses berjualan baju tidur dan daster. Foto: Dok. Pribadi

"Jadi aku memutuskan pada 2013 untuk buat satu toko khusus baju tidur dengan nama Instagram @sleepwear_id supaya tidak tercampur dengan produk dagangan lain," katanya.

Wanita lulusan dari Universitas Prima Indonesia, Medan itu memiliki strategi khusus agar baju tidur yang dijualnya dilirik pembeli. Pertama, dia membuat tampilan foto yang menarik dengan menggunakan kamera digital.

"Yang diperhatikan adalah foto, aku coba foto semua produk yang aku jual dengan kamera digital supaya hasilnya bagus, jelas dan membuat orang jadi tertarik melihat foto-foto produkku. Dan aku berusaha fokus dengan kualitas supaya pembeli yang sudah pernah belanja, bisa bantu pasarin atau kasih tahu ke orang sekitar mereka merekomendasikan produk @sleepwear_id itu bagus-bagus," ujar Eva.

Foto: Instagram @sleepwear_id

Anak keempat dari lima orang bersaudara itu juga menggunakan strategi promosi Shoutout For Shoutout (SFS) yang sempat booming pada 2013 di dunia onlineshop. "Terus juga aku pernah ikutan Shoutout For Shoutout (SFS) di mana teman-teman sesama online shop bisa saling mempromosikan atau mengiklankan, pernah juga coba untuk endorse atau paid promote ke artis atau aktor supaya bisa bantu memasarkan produk sleepwear_id," jelasnya.

Eva mengaku sebelum ada virus Corona dan imbauan #dirumahaja, penjualan baju tidurnya sebenarnya sedang tidak terlalu ramai pembeli. Dan kondisi tersebut berubah drastis ketika imbauan work from home (WFH) semakin digalakkan. Dari sebelumnya, penjualan baju tidurnya tidak sampai 100 pieces per hari karena banyak saingan dan kurang fokus berpromosi, kini setelah banyak orang bekerja dari rumah, dia bisa menjual lebih dari 100 baju tidur setiap harinya.

"Sejak adanya Corona dan mempengaruhi ekonomi, aku coba untuk pasarin lewat marketplace supaya membantu calon pembeli untuk dapat subsidi ongkir. Dan aku juga ada buat promo gitu yang bikin penjualanku meningkat, sehari minimal 150 pieces pasti terjual. Meski untung per pieces-nya berkurang karena nutupin promo yang dibuat, tapi karena kuantitas penjualan bertambah drastis, itu otomatis sangat mempengaruhi omset. Ibaratnya untung tipis tapi laku banyak dan harga terjangkau untuk pembeli, daripada untung banyak tapi lakunya sedikit," ungkapnya.

Penjualan baju tidur laris manis, di sisi lain Eva juga mengalami kendala karena adanya virus Corona ini. Dia memilih meliburkan semua karyawannya demi kebaikan bersama. Alhasil, dia lah yang kini mengerjakan semuanya mulai dari foto produk hingga packing untuk pengiriman.



Simak Video "Tahu Nggak Sih? Ini Daya Tahan Virus Corona di Berbagai Benda"
[Gambas:Video 20detik]
(gaf/eny)