Peneliti Wanita Dipecat karena Rasis pada Siswa Asia di Tengah Corona

Anggi Mayasari - wolipop Minggu, 29 Mar 2020 07:00 WIB
Scientist Working in The Laboratory Ilustrasi. Foto: iStock
Jakarta -

Kathryn Ralph, Ph.D., diberhentikan dari jabatannya sebagai peneliti senior karena melanggar standar perilaku kelompok. Ia kerap berperilaku rasis dengan mengirim pesan ke siswanya yang orang Asia di media sosial.

Nama Kathryn Ralph, Ph.D., dulu ada di setiap platform media sosial. Sekarang, akunnya tidak dapat ditemukan lagi setelah dia secara rasis melecehkan siswa keturunan Asia secara online.

Sebagai alumnus Universitas Notre Dame, Ralph dilaporkan menyelesaikan gelar pascadoktoralnya di departemen psikologi. Dia sebelumnya memiliki posisi terhormat di Heterodox Academy, sebuah kelompok profesor advokasi nirlaba. Menurut laporan seperti dilansir Nextshark, Ralph dipecat karena perilaku rasisnya itu.

Peneliti Wanita Dipecat karena Rasis pada Siswa Asia di Tengah CoronaFoto: Facebook

Sebelum kehilangan pekerjaannya dan menghilang dari media sosial, Ralph telah secara aktif mengirim pesan ke siswa-siswa Asia, tetapi bukan hal-hal inspiratif dan motivasi. Tindakan Ralph yang rasis itu terungkap oleh pengguna Facebook Sherrie Shaw, ibu mertua salah satu siswa. Pada postingannya itu, Shaw meminta teman-teman media sosialnya untuk berbagi tangkapan layar dari pesan rasis Ralph.

"Dia mengirim teks dan pesan ke siswa Asia. Menantu saya adalah orang Tionghoa. Posting ini sangat rasis dan mengancam. Dia lulus dari Universitas Notre Dame dan dia bekerja untuk Organisasi konservatif, Akademi Heterodox. Dia perlu dimintai pertanggungjawaban karena mengancam mahasiswa yang tidak punya tempat untuk pergi," tulis Shaw.

Pada postingan Facebook yang telah dibagikan 3.400 lebih itu, Shaw berbagi tangkapan layar status Facebook Ralph yang meminta orang-orang Asia pergi dari Amerika. Ia menyebut orang Asia tidak bertanggung jawab atas penghancuran bumi mulai dari menyebabkan over populasi hingga polusi.

"Berhenti makan kelelawar, (dan kucing dan hewan yang sakit menular). Hentikan perburuan badak untuk obat omong kosong. Dan menghentikan barang-barang palsu. Ini adalah virus Cina. Anda 100% patut disalahkan," tulis Ralph.

Peneliti Wanita Dipecat karena Rasis pada Siswa Asia di Tengah CoronaFoto: Facebook

Pesan-pesan Ralph itu membuat marah banyak orang yang melihat postingan Shaw. Banyak netizen mengatakan mereka menghubungi Akademi Heterodox melalui email untuk melaporkan perilaku Ralph. Pihak Heterodox Academy pun telah mengambil tindakan.

"Seorang karyawan HxA telah membuat pernyataan di media sosial yang menyatakan penghinaan terhadap orang-orang dan budaya China, terutama mengenai pandemi virus corona saat ini," ungkap Clark, pihak Heterodox Academy.

"Pernyataan itu juga melanggar standar perilaku kita. Hubungan kerja kami dengan individu yang terlibat telah diputus," imbuhnya.



Simak Video "Patricia Gouw Dibikin Kaget dengan Protokol Covid-19 di Luar Negeri"
[Gambas:Video 20detik]
(agm/agm)