Ini 5 Pelajaran dari Perusahaan yang Sukses Berlakukan 'Work from Home'

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 16 Mar 2020 13:44 WIB
Woman using laptop sitting at office Foto: Thinkstock
Jakarta -

WFH (Work For Home) adalah cara yang disarankan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus Corona. Meski tidak diterapkan semua kantor, banyak perusahaan yang telah meminta para pekerjanya untuk bertugas dari rumah selama dua minggu ke depan sebagai taktik social distance.

Sukses tidaknya work for home memang bergantung pada invidu masing-masing. Namun perusahaan juga perlu mendukung dengan merencanakan sistem hingga men-training para manajer. Berikut lima pelajaran yang bisa diambil dari perusahaan-perusahaan yang telah sukses berlakukan 'work from home'.

1. Rencanakan Sistemnya
WFM mungkin sudah sering dilakukan di waktu-waktu tertentu, seperti saat sakit atau izin untuk tidak ke kantor. Namun untuk melakukannya dalam waktu panjang, perlu direncanakan sistem yang matang demi kepentingan perusahaan dan pekerja.

Untuk memulai sistem kerja dari rumah, perusahaan disarankan untuk ikut merancang pembagian shift, waktu deadline harian, dan aturan-aturan lain. Mereka yang biasa bekerja dari '9-to-5' perlu diberi pedoman agar kerja lebih produktif meski 'work from home'.

2. Perkuatkan Komunikasi
Salah satu hal yang perlu diperkuat sebelum menerapkan sistem 'WFH' adalah membangung komunikasi di antara para pekerja dan manajer mereka. Dikatakan jika kurangnya komunikasi adalah salah satu alasan sistem 'work from home' kurang berhasil.

Hal termudah yang bisa dilakukan adalah membuat grup chatting untuk berdiskusi di keseharian. Disarankan juga untuk para manajer dan pemimpin sering mengecek bawahan mereka dan melakukan meeting per minggu atau paling tidak per bulan. Penting pula menginformasikan target tertentu untuk memotivasi para pekerja 'WFH'.

3. Training Manager
Menerapkan 'work from home' tentu sangat berbeda dengan sistem kerja di kantor biasa. Para manajer tidak bisa melihat dan mengecek staf setiap harinya sehingga penting untuk membuat aturan-aturan yang berbeda. CEO Yahoo! Marissa Mayer di 2013 bahkan pernah membatalkan sistem tersebut karena tidak dijalankan dengan baik. Karenanya, perlu dilakukan training kepada para manajer sekaligus memperbaiki sistem manajemen.

4. Mulai dengan 'Latihan'
Sebelum benar-benar menggunakan sistem 'WFH', perusahaan bisa menginisiasi latihan terlebih dahulu. Program 'pilot' tak hanya akan memberikan para pekerjaan waktu untuk mencoba dan terbiasa tapi juga mencari masalah atau kesalahan. Ketika sistem yang tepat untuk semua orang sudah ditemukan tentu akan lebih mudah menjalankannya.

5. Evaluasi
Setelah merancang sistem, melakukan latihan hingga benar-benar menerapkan 'work from home', jangan lupa untuk mengevaluasi. Perhatikan apakah cara tersebut benar-benar efektif untuk meningkatkan produktivitas, kesehatan mental, dan tentunya keuntungan bagi perusahaan.

Pastikan juga jika program work from home memperhatikan kesehatan mental para pekerja. Salah satu perusahaan terbaik dalam menerapkan sistem WFH menurut Forbes, Humana pun mengaku menerapkan aturan kerja fleksibel agar pekerja bisa bekerja maksimal.

"At Humana, komitmen kami adalah untuk kesehatan dan kesejahteraan yang dimulai dari tempat kerja. Sebagai perusahaan, kami terus lanjut mendukung aturan kerja yang lebih fleksibel, dari waktu fleksibel hingga akomodasi 'remote' jadi pekerja kami dilengkapi untuk bekerja dalam lingkungan di mana mereka bisa jadi diri mereka terbaik," ungkap perwakilan Humana kepada Forbes.



Simak Video "Virtual Meeting Jadi Angin Segar Bagi EO di Masa Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)