Kisah Kartini Masa Kini di Momen Hari Perempuan Internasional

Yudistira Imandiar - wolipop Sabtu, 07 Mar 2020 13:10 WIB
Grab Indonesia Foto: Dok. Grab Indonesia
Jakarta -

Tanggal 8 Maret menjadi hari yang spesial teruntuk para kaum hawa di seluruh dunia. Di tanggal tersebut, diperingati Hari Perempuan Internasional yang menjadi momentum penghapusan diskriminasi terhadap perempuan.

Di Hari Perempuan Internasional ini Grab mengurai cerita dari para wanita, sekaligus ibu tunggal yang hidup mandiri memanfaatkan teknologi dari layanannya. Salah satunya Dewi. Wanita asal Surabaya yang menghimpun pundi rupiah dengan menjadi mitra GrabBike sejak dua tahun lalu.

Dewi mengemban dua peran besar dalam keluarganya, sebagai pencari nafkah sekaligus ibu yang harus mengurus anak. Untuk menyeimbangkan kedua tugas tersebut, Dewi mengatur waktu Senin-Jumat untuk bekerja dan di akhir pekan ia menunaikan waktu penuh bersama buah hati. Untuk menambah penghasilan, Dewi juga berjualan di hari Minggu.

"Dari awal memang sudah berencana kalau ada sisa uang penghasilan nge-Grab bakal dijadikan modal usaha. Saya juga berpikir, usia seseorang itu semakin lama semakin tua. Saya tidak bisa selamanya menjadi driver karena tenaga saya pasti menurun nantinya," cerita perempuan berusia 31 tahun ini dalam keterangan tertulis Grab, Sabtu (7/4/2020).

Perjuangan menghidupi keluarga juga dijalani Lestari Hendrawati. Ibu empat anak yang tinggal di Bandung ini sudah dua tahun lebih melakoni pekerjaan sebagai pengemudi GrabCar. Dia mengaku tidak begitu menghiraukan lelah selama menjadi pengemudi. Dalam benaknya, yang utama adalah kesejahteraan anak-anaknya.

"Dibilang lelah, ya lelah, tapi sebatas kaki saja. Kalau hati mah tidak. Kalau saya lelah, saya cuma satu pikirannya, saya kerja buat anak-anak. Kalau nggak narik, anak-anak dari mana makan dan minumnya. Niat dan jaga kesehatan, itu yang penting bagi saya. Teknologi benar-benar membantu setiap orang, termasuk saya," ujar wanita berusia 38 tahun tersebut.

Maret 2019 lalu, International Finance Corporation (IFC) merilis sebuah laporan yang memaparkan tentang bagaimana kehadiran layanan transportasi berbasis teknologi memfasilitasi perempuan untuk dapat masuk ke dalam industri transportasi. Hampir seperempat responden perempuan yang disurvei menyatakan bahwa layanan ini telah meningkatkan rasa kemandirian mereka dibandingkan dengan 18 persen laki-laki yang berpendapat serupa. Hal ini kemudian juga meningkatkan mobilitas sosial ekonomi mereka terutama pada ruang-ruang yang didominasi oleh laki-laki.

Selain memberikan manfaat bagi para driver, Grab juga menjamin keamanan untuk para mitra, karyawan, maupun penumpang wanita. Grab menjalin kemitraan strategis dengan beberapa lembaga. Sejauh ini, ada tiga lembaga yang menjamin keamanan para perempuan di lingkungan Grab. Di antaranya, Komnas Perempuan untuk menciptakan tata kelola perusahaan yang baik bagi penumpang dan mitra perempuan, Forum Pengada Layanan untuk pemulihan korban kekerasan serta program peningkatan kapasitas dan pemberdayaan ekonomi bagi perempuan penyintas kekerasan dan Pundi Perempuan untuk mengajak pelanggan memberikan donasi bagi lembaga pengada layanan bagi korban kekerasan.

"Untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka, kami juga telah menghadirkan rangkaian teknologi keamanan termasuk Tombol Darurat, Verifikasi Wajah Penumpang, Panggilan Gratis dan juga Kamera GrabSiaga. Kami ingin terus mendukung mereka semua untuk dapat mengejar tujuan pribadi dalam hidup, tanpa rasa takut atau perasaan enggan," sebut Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi.

(prf/eny)