Riset: Pria Lebih Mudah Emosi Dibandingkan Wanita di Tempat Kerja

Vina Oktiani - wolipop Kamis, 30 Jan 2020 10:58 WIB
Seorang pria berpakaian biru sedang mengetik. Foto: thinkstock
Jakarta -

Kebanyakan orang menghabiskan sebagian waktunya untuk bekerja dan bearada di kantor. Inilah yang menjadi alasan mengapa lingkungan kantor bisa sangat berpengaruh terhadap kondisi emosional seseorang.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Anglia Ruskin University berkolaborasi dengan Totaljobs, bertujuan untuk meneliti tentang perilaku pria, wanita, dan kaum millenial di tempat kerja. Penelitian ini menjadikan 2.000 pekerja dan 250 manajer perusahaan di Inggris sebagai respondennya.

Dalam risetnya, para responden diminta memberikan angka dari 5 hingga 9 untuk mengukur seberapa besar tingkat seseorang merasa "dipicu secara emosional" di tempat kerjanya. Hasil dari temuan penelitian ini yang dinamakan The Big Six ini mengungkapkan bahwa lingkungan pekerjaan bisa memberikan kegembiraan, kejutan, kemarahan, kesedihan, jijik, atau ketakutan. Namun yang menjadi penyebabnya bukanlah karena pekerjaan itu sendiri, melainkan karena teman kerja yang dimiliki. Selain itu, kesenjangan gender juga berpengaruh dalam hal ini.

Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, riset menunjukkan pria lebih emosional di tempat kerja dibandingkan dengan wanita. Namun wanita cenderung lebih mudah mengalami stres dan frustasi saat bekerja. Penelitian ini juga menemukan bahwa pria lebih banyak menyimpan emosi karena proyek-proyek yang sedang dikerjakan sehingga jika mereka melewatkan tenggat waktu atau melampaui anggaran maka mereka akan merasakan perasaan negatif.

Selain itu, pria juga memiliki tingkat kemarahan dua kali lipat daripada wanita jika mereka menerima kritik atau merasa ide-idenya diabaikan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan sebanyak 43% pria lebih memilih untuk berteriak untuk meluapkan amarahnya. Pria juga lebih mudah mengambil tindakan yang didasari dari emosi yang dirasakannya. Dari riset terungkap sebanyak 20% pria lebih memilih berhenti dari pekerjaannya ketika berada di masa-masa sulit dibandingkan wanita.

Seperti dilansir dari Mirror, Dr Terri Simpkin dari Anglia Ruskin University menjelaskan bahwa kebanyakan pria cenderung mengaku mengalami emosi yang terkait dengan kekuasaan, seperti kemarahan atau kesombongan. Faktanya, emosi dan kekuasaan terkait erat. Data penelitian juga menunjukkan bahwa satu dari tiga orang pekerja lebih memilih untuk menyembunyikan kondisi emosionalnya dengan memasang wajah yang bahagia.

Sebanyak 30% manajer berpikir bahwa memperlihatkan emosionalnya di tempat kerja adalah sebuah kelemahan dan 51% nya berpikir bahwa tempat kerja harus bebas dari semua ekspresi emosi, baik positif maupun negatif. Inilah yang menjadi alasan mengapa banyak orang yang lebih memilih untuk menyembunyikan kondisi emosionalnya di tempat kerja karena mereka takut dihakimi.

Sedangkan untuk milennial, sebanyak 91% lebih mungkin mengalami kesedihan dan kemarahan di tempat kerja dibandingkan dengan kelompok lainnya dan 80% lebih mungkin merasa jijik akan hal tersebut. Jadi, agar kantor bisa menjadii produktif dan membuat karyawannya merasa nyaman, maka tempat kerja harus dibuat kondusif.



Simak Video "Hampers Bisa Jadi Solusi Hidangan Resepsi New Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(vio/vio)