Istri Melahirkan, Menteri Jepang Jadi Perbincangan Karena Ambil Cuti Ayah

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 22 Jan 2020 14:03 WIB
Foto: (AFP/Getty Images)
Jakarta - Menteri Jepang Shinjiro Koizumi jadi perbincangan karena ambil cuti. Terdengar bukan sesuatu yang aneh namun hal ini belakangan menjadi berita utama di Negeri Sakura. Ambil cuti hingga berminggu-minggu dalam budaya kerja keras Jepang memang bukan sesuatu yang familiar. Apalagi Menteri Lingkungan tersebut memutuskan untuk cuti untuk mengambil paternity leave atau cuti ayah.

Beberapa waktu lalu Menteri Lingkungan Jepang Shinjiro Koizumi mengungkap kabar yang cukup bikin heboh di negaranya. Koizumi mengatakan akan mengambil cuti dua minggu setelah istrinya melahirkan. Hal ini menjadi perbincangan karena pertama kalinya seorang menteri Jepang dalam kabinet yang mengambil cuti untuk mengurus anak.

"Aku berniat untuk mengambil dua minggu cuti ayah dalam waktu tiga bulan (pertama) setelah kelahiran, selama ibu mengalami tekanan terberat, dalam kondisi di mana aku memprioritaskan kewajiban resmiku dan manajemen krisis yang tak tanggung-tanggung, seperti yang telah aku lakukan sebelumnya," ungkapnya pada reporter dilansir BBC.

Dilaporkan jika ini jarang terjadi meski baik ibu dan ayah di Jepang bisa cuti hingga setahun ketika anaknya lahir. Pada 2018, dikatakan jika hanya 6% ayah yang mengambil cuti melahirkan karena dipengaruhi tekanan kerja. Sedangkan untuk wanita, presentasenya mencapai 82%. Untuk itu, langkah Koizumi dipuji banyak orang.

Istri Melahirkan, Menteri Jepang Jadi Perbincangan Karena Ambil Cuti AyahFoto: Getty Images
"Aku harap dengan mengambil cuti ayah akan membuka jalan pada gaya bekerja di mana semua orang bisa mengambil cuti untuk menjaga anak dengan lebih mudah tanpa keraguan di kementerian lingkungan," ungkap pria 38 tahun tersebut dalam sebuah meeting dengan staf beberapa waktu lalu dilansir NY Times.

Meski sudah memutuskan untuk mengambil cuti, Menteri Koizumi mengaku akan tetap memantau pekerjaan menggunakan email dan konferensi video. Ia pun akan memerintahkan bawahan untuk mewakilinya dalam meeting jika dibutuhkan namun tidak akan melewatkan aktivitas publik penting seperti rapat parlemen.

Tahun lalu Menteri Koizumi memang sempat membahas mengenai cuti ayah yang memunculkan debat. Pria yang menikah dengan presenter berita keturunan Prancis, Christel Takigawa, tersebut mengakui Jepang adalah negaranya kaku karena membuatnya jadi kontroversial.

"Jepang menjadi kaku dan ketinggalan zaman karena lingkungan terjebak dengan perdebatan pro dan kontra hanya karena aku berkata aku akan mempertimbangkannya," ungkapnya kala itu.



Simak Video "Kegiatan #dirumahaja: Bikin Kerajinan Oshie Khas Jepang"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)