Cara Menulis dan Mengenal Jurnal Internasional
Sudiarto Putra - wolipop
Rabu, 20 Nov 2019 08:07 WIB
Jakarta
-
Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, publikasi hasil penelitian melalui tulisan dalam bentuk jurnal menjadi keharusan. Hasil penelitian biasanya disebarluaskan melalui jurnal. Jurnal ilmiah sendiri merupakan terbitan nasional dan ada pula yang dikeluarkan oleh pihak internasional atau disebut jurnal internasional.
Jurnal ilmiah internasional sebagai produk cara membuat jurnal ilmiah ada yang telah memiliki reputasi ada yang masih belum bereputasi. Jurnal ilmiah yang sudah bereputasi biasanya sudah memenuhi kriteria jurnal internasional. Jurnal-jurnal ilmiah skala internasional bereputasi tentunya telah terindeks oleh database internasional bereputasi, seperti Web of Science, Scopus, atau Microsoft Academic Search. Selain itu, jurnal ilmiah internasional bereputasi juga memiliki impact factor dari ISI Web of Science dan Scimago Journal Rank.
Jurnal Internasional
Jurnal internasional biasanya menggunakan bahasa inggris, meskipun ada pula jurnal yang memakai bahasa internasional non Inggris seperti Bahasa Mandarin, Bahasa Arab, atau pun bahasa Rusia. Namun, civitas academicaa di Indonesia lebih sering menggunakan bahasa Ingris dalam penulisan jurnal internasional.
Menulis jurnal ilmiah terkadang menjadi syarat wajib kelulusan mahasiswa pascasarjana di beberapa Universitas di Indonesia dan terkadang menjadi beban bagi para mahasiswa yang mengerjakan. Penulisan yang rumit, antrean penulis lainnya dari luar negeri serta reviewer yang perfeksionis menjadi kendala untuk menembus jurnal internasional.
Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dicoba agar sukses menulis jurnal internasional.
Cara Menulis Jurnal Internasional:
1. Tema Penelitian
Tahap pertama yang harus diperhatikan sebelum menulis jurnal harus melaksanakan penelitian. Tema penelitian menjadi suatu hal yang sangat penting, apakah diminati oleh jurnal internasional atau tidak. Cari isu yang sedang booming tetapi mengandung unsure kebaruan. Sesuaikan dengan bidang keilmuan yang sedang ditekuni untuk disusun sebagai ide penelitian.
2. Selektif Memilih Jurnal
Jurnal tujuan harus selaras dengan bidang keilmuan dan dengan tema penelitian. Jurnal yang ditolak biasanya akibat ketidaksesuaian jurnal yang dituju dengan makalah yang kita kirimkan. Pengirim biasanya akan mengecek di laman Scimago untuk sekaligus melihat impact factor jurnal tersebut. Pada langkah ini sekaligus mengetahui kelayakan jurnal kita nanti.
3. Membuat Reviewer Terkesan
Reviewer akan membaca dengan detail sehingga membuat reviewer tertarik menjadi yang sangat penting. Disarankan jurnal yang kita buat menggunakan referensi hasil penelitian reviewer asalkan cocok dengan penelitian kita.
4. Panduan Menulis dan Teliti
Saat menulis, ikuti panduan penulisan di jurnal tersebut. Hindari kesalahan yang bersifat human error seperti salah ketik, kesalahan dalam tata bahasa, dan bagian dari jurnal yang bermacam-macam. Tidak bisa menyamakan penulisan jurnal satu dengan yang lainnya sebab masing-masing memiliki cara penulisan berbeda.
5. Hindari Plagiarisme
Jangan pernah untuk menyalin hasil karya orang lain jika tidak ingin disebut plagiat. Plagiarisme menjadi dosa besar di dalam dunia akademik yang membuat kita tidak diapresiasi dan mempermalukan diri sendiri.
6. Perhatikan Penulisan Referensi/Daftar Pustaka
Setiap jurnal tentu memiliki format penulisan daftar pustaka yang berbeda. Cermati tata cara penulisan daftar pustaka di jurnal yang kita tuju. Gunakan perangkat lunak yang khusus untuk menuliskan daftar pustaka seperti Mendeley untuk menghindari human error.
7. Jangan Abaikan Persembahan
Persembahan biasanya diletakkan pada bagian akhir jurnal sebelum daftar pustaka. Hal ini menjdai penting untuk mengapresiasi pihak yang mendukung penelitian kita, khususnya bagian pendanaan. Persembahan ini semacam ucapan terima kasih untuk pihak yang mendukung proses penelitian maupun penyusunan jurnal.
Namun, tidak semua pihak harus dicantumkan di dalam jurnal, cukup pihak dari instansi-instansi saja.
8. Lakukan Pembayaran Sesuai Perintah
Apabila jurnal sudah diterima, kita akan mendapatkan LoA (Letter of Acceptance) yang memuat penerimaan jurnal kita. Di dalamnya biasanya ada invoice di mana kita diharuskan membayar dalam nominal tertentu sesuai mata uang yang berlaku di negara asal tersebut bisa juga dengan dolar Amerika (USD).
Demikian artikel mengenai cara menulis jurnal internasional. Semoga tips-tips ini bisa bermanfaat dan membantu bagi pembaca yang saat ini mempersiapkan hasil penelitiannya go internasional. (nwy/nwy)
Jurnal ilmiah internasional sebagai produk cara membuat jurnal ilmiah ada yang telah memiliki reputasi ada yang masih belum bereputasi. Jurnal ilmiah yang sudah bereputasi biasanya sudah memenuhi kriteria jurnal internasional. Jurnal-jurnal ilmiah skala internasional bereputasi tentunya telah terindeks oleh database internasional bereputasi, seperti Web of Science, Scopus, atau Microsoft Academic Search. Selain itu, jurnal ilmiah internasional bereputasi juga memiliki impact factor dari ISI Web of Science dan Scimago Journal Rank.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jurnal internasional biasanya menggunakan bahasa inggris, meskipun ada pula jurnal yang memakai bahasa internasional non Inggris seperti Bahasa Mandarin, Bahasa Arab, atau pun bahasa Rusia. Namun, civitas academicaa di Indonesia lebih sering menggunakan bahasa Ingris dalam penulisan jurnal internasional.
Menulis jurnal ilmiah terkadang menjadi syarat wajib kelulusan mahasiswa pascasarjana di beberapa Universitas di Indonesia dan terkadang menjadi beban bagi para mahasiswa yang mengerjakan. Penulisan yang rumit, antrean penulis lainnya dari luar negeri serta reviewer yang perfeksionis menjadi kendala untuk menembus jurnal internasional.
Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dicoba agar sukses menulis jurnal internasional.
Cara Menulis Jurnal Internasional:
1. Tema Penelitian
Tahap pertama yang harus diperhatikan sebelum menulis jurnal harus melaksanakan penelitian. Tema penelitian menjadi suatu hal yang sangat penting, apakah diminati oleh jurnal internasional atau tidak. Cari isu yang sedang booming tetapi mengandung unsure kebaruan. Sesuaikan dengan bidang keilmuan yang sedang ditekuni untuk disusun sebagai ide penelitian.
2. Selektif Memilih Jurnal
Jurnal tujuan harus selaras dengan bidang keilmuan dan dengan tema penelitian. Jurnal yang ditolak biasanya akibat ketidaksesuaian jurnal yang dituju dengan makalah yang kita kirimkan. Pengirim biasanya akan mengecek di laman Scimago untuk sekaligus melihat impact factor jurnal tersebut. Pada langkah ini sekaligus mengetahui kelayakan jurnal kita nanti.
3. Membuat Reviewer Terkesan
Reviewer akan membaca dengan detail sehingga membuat reviewer tertarik menjadi yang sangat penting. Disarankan jurnal yang kita buat menggunakan referensi hasil penelitian reviewer asalkan cocok dengan penelitian kita.
4. Panduan Menulis dan Teliti
Saat menulis, ikuti panduan penulisan di jurnal tersebut. Hindari kesalahan yang bersifat human error seperti salah ketik, kesalahan dalam tata bahasa, dan bagian dari jurnal yang bermacam-macam. Tidak bisa menyamakan penulisan jurnal satu dengan yang lainnya sebab masing-masing memiliki cara penulisan berbeda.
5. Hindari Plagiarisme
Jangan pernah untuk menyalin hasil karya orang lain jika tidak ingin disebut plagiat. Plagiarisme menjadi dosa besar di dalam dunia akademik yang membuat kita tidak diapresiasi dan mempermalukan diri sendiri.
6. Perhatikan Penulisan Referensi/Daftar Pustaka
Setiap jurnal tentu memiliki format penulisan daftar pustaka yang berbeda. Cermati tata cara penulisan daftar pustaka di jurnal yang kita tuju. Gunakan perangkat lunak yang khusus untuk menuliskan daftar pustaka seperti Mendeley untuk menghindari human error.
7. Jangan Abaikan Persembahan
Persembahan biasanya diletakkan pada bagian akhir jurnal sebelum daftar pustaka. Hal ini menjdai penting untuk mengapresiasi pihak yang mendukung penelitian kita, khususnya bagian pendanaan. Persembahan ini semacam ucapan terima kasih untuk pihak yang mendukung proses penelitian maupun penyusunan jurnal.
Namun, tidak semua pihak harus dicantumkan di dalam jurnal, cukup pihak dari instansi-instansi saja.
8. Lakukan Pembayaran Sesuai Perintah
Apabila jurnal sudah diterima, kita akan mendapatkan LoA (Letter of Acceptance) yang memuat penerimaan jurnal kita. Di dalamnya biasanya ada invoice di mana kita diharuskan membayar dalam nominal tertentu sesuai mata uang yang berlaku di negara asal tersebut bisa juga dengan dolar Amerika (USD).
Demikian artikel mengenai cara menulis jurnal internasional. Semoga tips-tips ini bisa bermanfaat dan membantu bagi pembaca yang saat ini mempersiapkan hasil penelitiannya go internasional. (nwy/nwy)
Tags
jurnal internasional
cara menulis jurnal internasional
pengertian jurnal internasional
tips membuat jurnal internasional
jurnal bereputasi
Olahraga
Cari Sepatu buat Daily Run hingga Long Run? Nike Structure 25 Layak Dicoba
Hobbies & Activities
Gitar Akustik yang Cocok untuk Pemula, Yamaha F310 Punya Suara Jernih dan Nyaman Dimainkan
Pakaian Pria
Sepatu Santai untuk Sholat Id! 2 Slide Sneakers Ini Nyaman dan Praktis Dipakai Lebaran
Olahraga
Mau Main Badminton Makin Nyaman? Jangan Sampai Lupa Grip Anti Slip Ini
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Tampil Sederhana, Pekerjaan Wanita Ini Ternyata Bikin Kaget
Profil Gandes Nawangsari, Mental Health Educator yang Dimintai Saran Gen Z
Sejarah Hari Perempuan Internasional 8 Maret & Alasan Diperingati Tiap Tahun
50 Ide Caption Hari Perempuan Internasional untuk Media Sosial, Penuh Makna
Tema Hari Perempuan Internasional 2026 dan Maknanya, Yuk Pakai Baju Ungu
Most Popular
1
Viral Komentar Aktor China Zhang Linghe Tentang Asia Tenggara, Diduga Rasis
2
Mackenyu Makin Macho di One Piece Season 2, Tubuh Kekar Bikin Terkesima
3
Istri Walkot New York Rama Duwaji Disindir karena Pakai Crop Top Saat Bukber
4
Tips Dokter Gizi Agar Kulit Tetap Glowing Saat Puasa, Hindari Makanan Ini
5
Curhat Beauty Influencer Syok Wajahnya Berubah Drastis Saat Hamil
MOST COMMENTED











































