Kisah Perjuangan Pramugari yang Jadi Pilot Wanita Pertama di UEA

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 01 Nov 2019 11:16 WIB
Foto: Facebook Women in Aviation Foto: Facebook Women in Aviation

Jakarta - Huda Al Musallami berhasil menjadi pilot wanita pertama di Uni Emirat Arab 15 tahun lalu. Ia pun punya perjalanan karier yang menarik. Mengawali karier sebagai seorang pramugari, bukan sebuah hal yang mudah untuk bisa mencapai posisinya sekarang. Pilot Etihad tersebut mengaku pernah direndahkan penumpang dan dipandang sebelah mata sebagai wanita Arab. Namun kini ia menginspirasi banyak wanita untuk mengikuti jejaknya.

Menjadi orang yang mendobrak kebiasaan sebagai pilot wanita pertama bukanlah hal mudah. Huda mengaku sering mengendap-endap ketika meninggalkan rumah pukul 3 pagi karena khawatir dengan opini orang. Ia pun memperjuangkan diri agar bisa memakai hijab selagi bekerja. Wanita 39 tahun ini juga harus membuktikan bahwa wanita bisa menjadi pilot seperti pria.

Awalnya Huda lulus kuliah di jurusan bisnis dan IT. Ia pun bermimpi untuk bekerja di industri penerbangan lalu melamar ke maskapai Emirates. Huda yang awalnya pramugari kemudian ditawarkan untuk dilatih sebagai pilot melalui program pemerintah yang ingin meminimalisir dominasi ekspatriat. Berhasil jadi pilot, perjuangannya pun belum selesai.

"Pada saat kelulusan aku akhirnya merasa aku bisa membuktikan diriku sendiri untuk membuktikan bahwa wanita juga mampu melakukan ini seperti pria. Orang mengatakan hal-hal menyakitkan ketika itu dan ada banyak penolakan terhadap aku di sana, itu membuatku terus mempertanyakan apakah aku berhak ada di sana tapi aku membuktikan mereka semua salah," ungkapnya.

Sudah harus keluar rumah diam-diam ketika dapat shift pagi, ia juga dipandang tidak menyenangkan sesampainya di tempat kerja. "Secara umum, orang lebih sinis dengan wanita yang berkendara apalagi dia menerbangkan pesawat," kata Huda sambil tertawa. "Penumpang stres, mereka tidak percaya padaku," tambahnya.

"Itu adalah tanggung jawab yang besar pada saat itu. Ada banyak waktu aku merasa itu sangat berat tapi kemudian aku sadar bahwa jika bukan aku, mungkin tidak akan ada kesempatan untuk oang lain," ujar wanita asal Dubai tersebut.

Belum lagi pandangan orang ketika melihat wanita berhijab di posisi tinggi. "Memakai seragam dengan hijab membawa banyak prasangka pada orang-orang. Orang-orang tidak berekspektasi melihat wanita muslim atau Arab mencapai level ini. Untuk kami menunjukkan ini, adalah sebuah hal yang besar," kata Huda. "Orang melihat hijab dan berpikir mereka dalam bahaya,"

Untungnya,Huda tidak menyerah dan terus menjadi seorang pilot.KiniHuda melihat lebih banyak wanita yang bekerja bahkan di bidang yang sebelumnya bukan dominasi mereka.UAE pun menjadi salah satu negara di Arab yang mendukung partisipasi wanita dalam lapangan kerja. "Ini punya efek yang luas. Wanita sekarang berprofesi yang sebelumnya tak pernah diimpikan, sebagai hakim, di kelautan, seperti pengemudi kereta,"


Simak Video "So Sweet! Pilot Ini Lamar Kekasihnya di Dalam Pesawat"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/sra)