Kerja di Paris, Mantan Artis Dikomplain Karena Kirim Email Setelah Jam Kerja

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 24 Okt 2019 17:45 WIB
Foto: Instagram @sharonau13 Foto: Instagram @sharonau13

Jakarta -

Beda perusahaan bisa beda pula budaya kerjanya, apalagi jika lain negara. Seorang warga Singapura pun menemukan perbedaaan menarik selama bekerja di Paris, Prancis. Wanita bernama Sharon Au tersebut mengaku mendapat teguran untuk sesuatu yang mungkin dianggap wajar di negara asalnya bahkan Indonesia. Menerima keluhan dari rekan kerja karena mengirim email setelah jam kerja, masalah ini pun patut direnungkan bersama .

Sharon Au merupakan mantan aktris Singapura yang sudah lebih dari setahun bekerja di Paris, Prancis. Dalam sebuah wawancara radio, Sharon yang kini menjadi direktur investasi di sebuah firma swasta itu pun berbagi mengenai pengalaman bekerja di negeri orang. Ia bercerita mengenai kesalahan di minggu pertama yang baru disadarinya.

"Aku membuat sebuah kesalahan di minggu pertamaku di sana. Ketika aku ceritakan kesalahannya, kalian akan mengerti," kata Sharon yang sebelumnya meninggalkan profesi aktris untuk bekerja di bidang manajemen. "Aku mengirim sebuah email pada pukul 8 malam, kolegaku mengambil skrinsut dan mengirimnya pada HRD," lanjutnya.

Bagi banyak orang masalah tersebut mungkin dianggap sepele dan tidak seharusnya sampai dilaporkan kepada pihak HRD. Namun ia menjelaskan alasannya. "Ini karena hukum kerja di Prancis sangatlah ketat. Mereka tidak memperbolehkanmu mengganggu rekan kerjamu di luar jam kerja. Ya, itu adalah pelecehan," ungkapnya.

"Kamu bisa melakukannya besok saat jam kerja seperti orang normal. Mengapa harus dilakukan pada jam delapan malam?," jelas wanita 44 tahun tersebut.

[Gambas:Instagram]

Selain itu, Sharon juga pernah ditegur karena mengirim pesan pada rekan kerja pada pukul 11 malam. Karena hal ini, pihak HRD menganggap bahwa Sharon kesepian di Prancis sehingga hanya memikirkan pekerja. Ia bahkan disarankan untuk memiliki hobi lain dan diberikan tiket nonton.

Prancis punya aturan ketat mengenai jam kerja yakni 35 jam dalam seminggu. Dalam sehari pun, seseorang tidak seharusnya bekerja lebih dari 10 jam. Jika harus lembur, paling maksimal adalah 12 jam dengan persetujuan bersama.

Tentu saja Sharon kurang familiar dengan budaya ini. Selain karena bukan orang Prancis, Singapura dikenal sebagai salah satu negara paling bekerja keras. Tak menutup kemungkinan ia dan rekan-rekan kerja dulu masih sering mengurusi pekerjaan di luar jam kerja.

Berdasarkan penelitian, orang Singapura rata-rata bekerja sembilan jam sehari dan angka itu pun telah turun dibanding 10 tahun terakhir. Sedangkan biasanya orang Prancis hanya bekerja tujuh jam sehari.
Mengirim pesan atau email terkait pekerjaan setelah jam kerja memang tidak disarankan. Hal tersebut bisa menyebabkan pengirim atau penerima jadi terganggu secara mental karena masih terbebani pekerjaan. Mendekati waktu tidur, itu juga dapat membuat mereka sulit istirahat. Karena tidak disarankan untuk melakukannya jika bukan sesuatu yang sangat penting dan bisa dibahas besok.

Bekerja di Paris bisa dibilang adalah sesuatu yang di luar zona nyaman bagi Sharon. Ia pun mengaku banyak orang mempertanyakan keputusan itu. Namun mantan pemain drama televisi itu mengaku menikmati waktunya di sana dan menyarankan orang untuk keluar dari kebiasaan. Buka hatimu dan biarkan dirimu mengalami, menerima, menghormati dunia di luarnegaramu. Jangan hanya bilang kamu mau keluar zona nyaman. Kamu perlu memulai menantang dirimu sendiri," kata Sharon yang berniat bekerja di sana hingga lima atau enam tahun lagi.


Simak Video "Instagram Pangeran Brunei Dihujani Pelangi"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)