Cerita Perjuangan Guru TK Viral, Profesinya Diremehkan Cuma Ajarkan Nyanyi

Anggi Mayasari - wolipop Minggu, 06 Okt 2019 14:31 WIB
Foto: dok. Dina Rahmalinda Foto: dok. Dina Rahmalinda

Jakarta - Hari Guru Sedunia diperingati setiap tanggal 5 Oktober untuk menunjukkan penghargaan dan ungkapan terimakasih terhadap jasa guru. Tapi sayangnya, profesi guru TK masih kerap dipandang sebelah mata. Tak sedikit yang menganggap remeh dan menyepelekan guru TK dengan menyebutnya cuma mengajarkan bernyanyi saja. Hal itu dialami oleh seorang guru TK dari Jawa Timur yang jadi viral setelah menceritakan profesinya disepelekan oleh orang.

Baru-baru ini guru TK dengan nama akun Twitter @akuitudina berbagi postingan tentang perjuangan dan tanggung jawab untuk mengajar murid Taman Kanak-kanak. Cuitannya itu berawal dari percakapan Whatsapp dimana temannya menyepelekan profesi Dina sebagai guru TK dan menyebutnya cuma mengajarkan nyanyi-nyanyi saja dan digaji sedikit.

"Kata profesi 'Guru TK' ... 'Ohh,, hanya guru TK'. 'Gampanglah kerjaannya,, cuma ngajari anak nyanyi-nyanyi doang kan??'. 'Hmm.. ilmunya nggak harus tinggi-tinggilah, lulus SMA juga bisa kok langsung jadi guru TK'. 'jadi guru TK mah gampang...'. 'Iihh,, ga level banget lah yaaa'. Dan mungkin masih banyak cibiran yang lain (tapi saya mencoba khusnudzon saja lah)," cuit Dina yang kini telah disukai 21 ribu lebih pengguna Twitter.

Cerita Perjuangan Guru TK Viral, Profesinya Diremehkan Cuma Ajarkan NyanyiFoto: dok. Dina Rahmalinda


Guru TK asal Mojokerto, Jawa Timur ini pun mengungkapkan bahwa banyak yang hanya menilai dari satu sudut pandang karena ketidak tahuan mereka. Ia kemudian menjelaskan apa saja yang harus dilakukan guru TK saat mengajar muridnya. Bukan hanya mengajar atau bernyanyi serta neggambar, guru TK berperan penting dan bertanggung jawab dalam pembentukan karakter dan perkembangan anak-anak.

"Menjadi guru TK bukan sekedar mengajari anak menyanyi, menggambar, mewarnai, menulis, tapi lebih dari itu. Semua ilmu tentang aspek perkembangan anak dari mulai Kognitif, Fisik-Motorik, Sosial-Emosional, Bahasa, Seni, Moral dan Nilai Agama harus dikuasai oleh seorang guru TK," jelasnya.



Menurut Dina profesi guru TK bisa dikategorikan sebagai tugas berat. Pada cuitan yang telah diretweet 11 ribu lebih itu pun Dina menjelaskan guru TK diibaratkan sebagai pondasi untuk membangun karakter murid yang kuat. Tak hanya itu beberapa perjuangan dan tantangan menjadi tenaga pendidik untuk murid di usia 'golden age' dijelaskan dengan detail oleh Dina.

"Mulai dari pagi, guru-guru TK sudah di sekolah lbh awal dari pada anak-anak agar saat anak datang sudah ada yang menyapanya dan sudah menata/menyiapkan media yang nantinya akan dipergunakan dalam kegiatan anak. Menyapa anak dgn senyuman yang tulus meski mungkin guru ada masalah," terangnya.



Postingan Dina itu pun dibanjiri komentar oleh netizen Twitter. Banyak dari mereka yang kagum dan memuji kerja keras Dina sebagai guru TK meskipun profesinya masih dianggap sepele oleh sebagian orang.

Cerita Perjuangan Guru TK Viral, Profesinya Diremehkan Cuma Ajarkan NyanyiFoto: dok. Dina Rahmalinda


Saat dihubungi Wolipop, guru TK dengan nama lengkap Dina Rahmalinda ini mengaku mengaklumi saat orang lain memandang rendah profesinya. "Saya memakluminya saja karena mereka tidak mengerti suka dukanya menjadi guru TK," ungkap Dina kepada Wolipop.

Wanita berusia 18 tahun ini belum lama menjalani profesinya sebagai guru TK. Dina memilih pekerjaan tersebut karena sangat menyukai dunia anak.

"Saya bisa happy enjoy bersama anak. Pada mereka saya menemukan tawa canda yg masih polos. Ungkapan-ungkapan atau kata-kata spontan yang polos dan lucu-lucu. Dan suatu kebetulan syukur alhamdulillah ada sekolah RA (TK islami) yang mau menerima saya sebagai guru bantu disana. Dan alhamdulillah ibu kepsek juga banyak membimbing saya," imbuhnya

Simak Video "Sebuah Pengakuan Seorang Cross Hijaber"
[Gambas:Video 20detik]
(agm/agm)