Bebas Ambil Cuti Hingga Jam Masuk Kerja, Inikah Kantor Impian Millennial?

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 30 Jul 2019 19:32 WIB
Foto: Inventium Foto: Inventium

Jakarta - Orang yang bekerja dalam sebuah perusahaan biasanya harus tunduk dengan aturan. Karena itu, sebagian orang memilih untuk mendirikan usaha atau bekerja sendiri saja dari pada terlalu banyak menuruti atasan. Namun berbeda cerita dengan seorang bos bernama Dr Amantha Imber. Pebisnis tersebut menciptakan tempat kerja impian di mana para pegawai mendapat kebebasan dalam hal cuti hingga jam masuk kerja.

Dr Amantha Imber mendirikan kantor 'konsultasi inovasi' bernama Inventium yang dianggap sebagai tempat kerja impian, terutama untuk para millennial. Bagaimana tidak, kantor tersebut membebaskan para pekerja untuk mengambil cuti demi membuat mereka tetap bahagia. Selain boleh ambil hari libur tanpa batas, pegawai juga boleh masuk kerja dengan jam dan lokasi yang mereka inginkan.

Di perusahaan yang pernah bekerja sama dengan Disney, Virgin, dan Lego itu, peraturan cuti tanpa batas mulai diterapkan tiga tahun lalu. Ia mengaku ingin semua orang bekerja sesuai dengan 'chronotype' (pola waktu tidur alami setiap orang) mereka. Dengan begitu, para pekerja dapat bekerja di waktu-waktu di mana mereka paling energik dan fokus untuk hasil yang lebih baik.

Bebas Ambil Cuti Hingga Jam Masuk Kerja, Inikah Kantor Impian Millennial?Foto: Inventium
Menurut Amantha, kebanyakan pekerjaan adalah 'lark' yang berarti mereka paling baik bekerja di pagi hari. Tapi ada beberapa staff yang tidur pada pukul 05:00 sehingga jam kerjanya dimulai saat siang. Selain jam kerjanya lebih fleksibel dibanding kantor-kantor lain, Inventium juga memperbolehkan pekerja untuk tidak datang ke kantor.

"Walaupun kami punya 10 pekerja yang berbasis di kantor utama Inventium di Melbourne, biasanya hanya ada tiga atau empat orang yang di sana setiap hari. Staf sangat didukung untuk bekerja dari mana mereka bekerja paling baik, yang mana untuk sebagian orang bekerja dari rumah di mana mereka bisa bekerja tanpa diganggu," kata Imber yang sering berkantor di kafe.

Meski sangat bebas dikatakan jika aturan ini mengurangi jumlah hari sakit. Dalam tiga tahun, rata-rata pekerja mengambil cuti adalah lima setengah minggu setahun. Namun kebanyakan mereka hanya hanya pernah izin sakit 2,5 hari sedangkan biasanya pekerja bisa sakit delapan atau sembilan hari setahun.

Simak Video "Koleksi Sneakers, Investasi Kekinian Anak Muda"
[Gambas:Video 20detik]
(ami/ami)