Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Ketidaksetaraan Gaji Jadi Penyebab Meningkatkannya Gangguan Jiwa

Rahmi Anjani - wolipop
Kamis, 04 Jul 2019 06:52 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: iStock
Jakarta - Masalah pekerjaan memang sering menyita tenaga dan pikiran. Tak heran jika banyak orang mengalami stres bahkan depresi karena problema dalam kariernya. Menurut laporan terbaru PBB, penghematan, ketidaksetaraan gaji, dan rasa 'insecure' dengan pekerjaan memicu meningkatnya gangguan mental secara global.

Pekerjaan memang telah lama menjadi salah satu masalah utama yang membuat seseorang mengalami kondisi kejiwaan tertentu. Namun tampaknya masalah ini belakangan semakin banyak diderita para profesional dalam skala global.
Melihat masalah ini, rapporteur spesial PBB, Dr. Dainius Pūras pun menyarankan agar pemerintah segera menyelesaikan masalah ketidaksetaraan dan diskriminasi di lingkungan pekerjaan untuk menghindari penggunaan obat-obatan.

"Ini bisa menjadi 'vaksin' terbaik untuk mengatasi penyakit mental dan akan lebih baik dari pada menggunakan obat psikotropika yang sedang terjadi," ungkap Dainus yang menyampaikan temuan studinya tersebut kepada HAM di Geneva, Swiss beberapa waktu lalu.

"Ketidaksetaraan adalah hambatan utama dari kesehatan mental secara global. Banyak faktor berisiko dari kesehatan mental buruk yang diasosiakan dengan ketidaksetaraan dalam kondisi di kehidupan sehari-hari. Banyak faktor-faktor risiko dikaitkan dengan dampak korosif dari melihat hidup sebagai sesuatu yang tidak adil," tambah Dr. Dainius.
Menurut data WHO (World Health Organization) 970 juta orang di dunia menderita gangguan mental. Organisasi tersebut juga mengungkap jika depresi dan kecemasan meningkat lebih dari 40% selama 30 tahun. Penjualan obat-obatan untuk mengatasi gangguan mental terutama antidepresan pun meningkatkan di negara berkembang dalam 20 tahun terakhir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami perlu menargetkan hubungan dari pada otak. Cara terbaik untuk menginvestasi kesehatan mental dari para individu adalah untuk menciptakan lingkungan yang suportif dalam berbagai bidang, keluarga, dan tempat kerja," ungkapnya. (ami/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads