Tips Sukses Berbisnis Fashion Bareng Sahabat Tanpa Drama

Silmia Putri - wolipop Senin, 20 Mei 2019 11:19 WIB
Founder brand busana muslim KAMI. Foto: Silmia Putri/Wolipop Founder brand busana muslim KAMI. Foto: Silmia Putri/Wolipop

Jakarta - Label busana modest KAMI telah memasuki usia 10 tahun. Berbeda dari desainer lainnya, KAMI digawangi oleh tiga orang sekaligus yaitu Istafiana Candarini, Nadya Karina, dan Afina Candarini.

Tiga kepala dalam satu bisnis tentu tak mudah dijalani. Tak sedikit bisnis yang tumbang karena perpecahan koalisi. Namun, KAMI berhasil melewati 10 tahun pertamanya tanpa banyak drama.

Ditemui di acara pembukaan SACRED Ramadan, di Senayan City beberapa waktu lalu, para founder KAMI mengungkap rahasia bisa kompak dalam berbisnis. Berikut ulasannya.



1. Komunikasi

Permasalahan dalam berbisnis pasti datang dan pergi, apalagi jika ada tiga pemilik di dalamnya. Menurut Nadya Karina dan Istadiana Candarini, komunikasi adalah hal yang sangat penting.

"Kalau ada apa-apa kita selalu diskusiin sih ya. Di grup Whatsapp selalu ramai, dari ngomongin kerjaan sampai urusan anak," ungkap Nadya Karina selaku Creative Director KAMI.

2. Memiliki Tujuan yang Sama

Tips Sukses Berbisnis Fashion Bareng Sahabat Tanpa DramaSalah satu koleksi Lebaran KAMI 2019. Foto: Silmia Putri/Wolipop

Memiliki tujuan dan misi yang sama dalam berbisnis juga menjadi fondasi yang kuat. Meski setiap orang memiliki pendapat yang berbeda, jika tujuannya sama, makan akan saling melengkapi.

"Kita kalau beda pendapat paling masalah pemilihan warna gitu. Aku lebih bosenan pengen nyoba warna baru, tapi Irin ngingetin aku, ngerem aku. Apa desain kaya gini bisa cocok buat customer KAMI? Jadi kalau kita punya tujuan yang sama, kita jadi saling ngingetin," terang Nadya Karina.

3. Memiliki Taste yang Seirama

Khusus dalam fashion, memiliki taste yang sama juga tak kalah penting. Hal ini membentuk karakter brand fashion yang dibangun. Meski tak sama persis, para pemilik KAMI memiliki selera fashion yang seirama.

Hal ini yang membuat mereka memiliki DNA brand yang kuat. Menurut Istafiana Candarini, originalitas sebuah brand sangat penting. Jika punya pandangan yang kompak terhadap sebuah tren fashion, mereka bisa lebih nyaman dalam menjalani bisnis tersebut.
(sil/sil)