Pria Ini Tinggalkan Karier dan Hartanya Demi Jadi Gelandangan
Eny Kartikawati - wolipop
Selasa, 23 Apr 2019 10:14 WIB
Jakarta
-
Cara setiap orang meraih kebahagiaan dalam hidup memang berbeda-beda. Bagi pria ini dia memilih jadi gelandangan dan meninggalkan karier serta hartanya.
Adalah Simon Lee, pria 57 tahun yang kini hidup jadi gelandangan di jalanan Hong Kong selama tujuh tahun terakhir. Namun Lee berbeda dari gelandangan kebanyakan yang hidup menggelandang karena tak ada pilihan. Dia justru memilih menjadi tuna wisma.
Dalam wawancara dengan South China Morning Post, Lee mengungkapkan bagaimana dia rela meninggalkan semua hartanya dan kenyamanan bekerja kantoran untuk menjalani hidup tanpa karier dan bebas stres. Pria ini memiliki karier yang tetap dan menjanjikan sebelum akhirnya memutuskan berhenti pada 1997.
Setelah keluar dari pekerjaannya, Lee pergi ke Macau. Awalnya dia bekerja menjadi guru les anak-anak untuk mata pencahariaan. Namun pada 2004 dia memutuskan berhenti dan pindah dari Macau ke Zhuhai. Setelah dua tahun di Zhuhai, dia kembali lagi ke Macau. Pada saat itu kawasan tersebut mulai banyak didatangi penjudi. Dan para penjudi itu kerap dengan senang hati memberikan uangnya saat mereka menang berjudi. Hal itu yang membuat Lee kemudian memutuskan tinggal di jalanan Macau, berpindah dari satu casino ke casino lainnya.
Hidup Lee sebagai gelandangan di Macau harus berakhir pada 2010. Saat itu pemerintah setempat yang mendeportasi dirinya kembali ke negara asalnya, Hong Kong. Dan setelah tinggal di kota tersebut, Lee melanjutkan hidupnya sebagai gelandangan.
Kehidupan yang bagi sebagian besar orang tidaklah menyenangkan itu ternyata dijalani Lee dengan bahagia. "Bagiku ini sebuah kebebasan. Aku tidak perlu membayar sewa. Aku tidak perlu membeli rumah. Aku bisa tidur di mana saja. Tidur di jalanan mengatasi banyak masalahku," katanya.
"Aku juga tidak perlu banyak hal untuk hidup sehari-hari. Aku tidak menggunakan uang, jadi aku tidak perlu mencari uang. Aku tidak mengejar popularitas ataupun harta benda," tambahnya.
Dalam kesehariannya, Lee tidak merasa perlu membeli pakaian karena mendapatkan sumbangan dari para pekerja sosial. Dia juga bisa mendapatkan baju dari jalanan yang sudah dibuang orang. Untuk urusan makan, dia mendapatkannya dari makanan sisa pengunjung McDonalds atau dari kuil-kuil setempat. Dan saat mengantuk, dia akan tidur di jalan atau di taman.
Lee mengaku dia selalu bisa menemukan barang yang masih berguna tapi sudah dibuang oleh pemiliknya. "Hong Kong memiliki banyak sekali orang kaya dan banyak sampah yang mereka buang. Selalu ada benda yang bisa aku gunakan yang sudah tidak dipakai orang lain," ujarnya.
Yang menarik dari Lee, dia kerap menghabiskan waktu sebagai gelandangan dengan menulis blog atau blogging. Setiap hari dia pergi ke perpusatakaan pusat di Causeway Bay, Hong Kong, di mana dia bisa mendapatkan akses internet gratis. Melalui blognya, dia menuliskan pengalamannya hidup sebagai gelandangan. Blognya saat ini memiliki 6 ribu pengikut.
(eny/asf)
Adalah Simon Lee, pria 57 tahun yang kini hidup jadi gelandangan di jalanan Hong Kong selama tujuh tahun terakhir. Namun Lee berbeda dari gelandangan kebanyakan yang hidup menggelandang karena tak ada pilihan. Dia justru memilih menjadi tuna wisma.
Dalam wawancara dengan South China Morning Post, Lee mengungkapkan bagaimana dia rela meninggalkan semua hartanya dan kenyamanan bekerja kantoran untuk menjalani hidup tanpa karier dan bebas stres. Pria ini memiliki karier yang tetap dan menjanjikan sebelum akhirnya memutuskan berhenti pada 1997.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidup Lee sebagai gelandangan di Macau harus berakhir pada 2010. Saat itu pemerintah setempat yang mendeportasi dirinya kembali ke negara asalnya, Hong Kong. Dan setelah tinggal di kota tersebut, Lee melanjutkan hidupnya sebagai gelandangan.
Kehidupan yang bagi sebagian besar orang tidaklah menyenangkan itu ternyata dijalani Lee dengan bahagia. "Bagiku ini sebuah kebebasan. Aku tidak perlu membayar sewa. Aku tidak perlu membeli rumah. Aku bisa tidur di mana saja. Tidur di jalanan mengatasi banyak masalahku," katanya.
"Aku juga tidak perlu banyak hal untuk hidup sehari-hari. Aku tidak menggunakan uang, jadi aku tidak perlu mencari uang. Aku tidak mengejar popularitas ataupun harta benda," tambahnya.
Dalam kesehariannya, Lee tidak merasa perlu membeli pakaian karena mendapatkan sumbangan dari para pekerja sosial. Dia juga bisa mendapatkan baju dari jalanan yang sudah dibuang orang. Untuk urusan makan, dia mendapatkannya dari makanan sisa pengunjung McDonalds atau dari kuil-kuil setempat. Dan saat mengantuk, dia akan tidur di jalan atau di taman.
Lee mengaku dia selalu bisa menemukan barang yang masih berguna tapi sudah dibuang oleh pemiliknya. "Hong Kong memiliki banyak sekali orang kaya dan banyak sampah yang mereka buang. Selalu ada benda yang bisa aku gunakan yang sudah tidak dipakai orang lain," ujarnya.
Yang menarik dari Lee, dia kerap menghabiskan waktu sebagai gelandangan dengan menulis blog atau blogging. Setiap hari dia pergi ke perpusatakaan pusat di Causeway Bay, Hong Kong, di mana dia bisa mendapatkan akses internet gratis. Melalui blognya, dia menuliskan pengalamannya hidup sebagai gelandangan. Blognya saat ini memiliki 6 ribu pengikut.
(eny/asf)
Perawatan dan Kecantikan
Kulit Lebih Fresh dalam 15 Menit, Rahasia Glow Alami dengan SKINFOOD Food Mask!
Perawatan dan Kecantikan
Rahasia Kulit Bebas Jerawat Saat Lebaran dengan Numbuzin No.1 Pantothenic B5 Active Soothing Cream, Skincare Favorit dari Korea!
Elektronik & Gadget
Lari, Gowes, atau Workout? Tetap Dengar Sekitar dengan JOVITECH Wireless BC61 Bone Conduction Runfree Earphone!
Perawatan dan Kecantikan
Review Cushion Lokal Favorit untuk Makeup Lebaran yang Flawless dan Tahan Seharian!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
Pramugari Ungkap Kelakuan Miliuner di Superyacht: Cincin Kawin Hanya Dekorasi
Cara Berpakaian Manajer Google yang Bikin Kerja Lebih Sukses dan Produktif
Tampil Sederhana, Pekerjaan Wanita Ini Ternyata Bikin Kaget
Profil Gandes Nawangsari, Mental Health Educator yang Dimintai Saran Gen Z
Sejarah Hari Perempuan Internasional 8 Maret & Alasan Diperingati Tiap Tahun
Most Popular
1
Gaya Effortless Sherina Munaf di Acara One Piece Live Action, Banjir Pujian
2
Pramugari Ungkap Kelakuan Miliuner di Superyacht: Cincin Kawin Hanya Dekorasi
3
Gaya Fuji & Felicya Angelista Kompak Tampil Bak Artis Bollywood Pakai Lehenga
4
Potret Gaya Paula Verhoeven Bercadar Saat Umrah di Bulan Ramadhan
5
Wajah Aktris Cantik Ini Terbakar Gara-gara Tren Tiup Kue Ulang Tahun TikTok
MOST COMMENTED











































