Kisah Pengusaha Baik Hati Hadiahkan Uang Hingga AC untuk Tetangga Sekampung

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 12 Feb 2019 17:10 WIB
Foto: iStock Foto: iStock

Jakarta -

Banyak orang sukses dan kaya raya yang melupakan asal usul dan kampung halamannya. Pengusaha Zheng Daqing pun bukan salah satunya. Saat perayaan Imlek beberapa waktu lalu ia dilaporkan mudik dan bertemu dengan tetangga sekampung. Tak hanya itu, pria konglomerat ini bahkan mentraktir mereka dengan uang, televisi, hingga jalan-jalan dengan helikopter.

Zheng Daqing adalah seorang konglomerat perusahaan Xinjiang Tiandi Group. Beberapa waktu lalu ia mengunjungi kampungnya yakni kota Dingziqiao, provinsi Sinchuan. Terbang dengan helikopter, pria 60 tahun tersebut bukan ingin sekadar pamer. Ia juga membawa hadiah berupa uang dan peralatan elektronik, terutama untuk para tetangga yang sudah berusia lebih dari 50 tahun.

Dilansir Chengdu Economic Daily, pria baik hati tersebut mengeluarkan sekitar uang tunai senilai 9 juta yuan atau sekitar Rp 18 miliaran untuk dibagikan kepada teman sekampung. Belum lagi untuk alat elektronik, seperti AC, kulkas, dan TV yang jika ditotal mencapai 3 juta yuan atau Rp 8 miliaran.

Tak hanya membagikan hadiah, Zheng Daqing juga membawa beberapa tetangga jalan-jalan dengan kendaraan yang dibawanya, yakni helikopter. Tentu hal ini semakin membuat teman-teman sekampung Daqing senang. Sebelum terbang dengan helikopter, Daqing pun menyediakan fasilitas pemeriksaaan kesehatan untuk memastikan para lansia aman untuk naik.

Kisah Pengusaha Baik Hati Hadiahkan Uang Hingga AC untuk Tetangga Sekampung
"Banyak warga lanjut usia di desa kami yang tidak pernah naik atau melihat pesawat sebelumnya. Pesawat adalah hal yang sangat umum jadi disayangkan jika mereka tidak pernah terbang dengan pesawat," kata Mo Lian selaku Walikota Dingziqiao.

Para tetangga pun diberi uang tunai sebanyak 2,000 yuan (Rp 4 juta) hingga 60,000 yuan (Rp 124 juta). Segepok uang tunai itu pun dimasukkan dalam amplop merah tradisional selayaknya tradisi angpao di hari Imlek.

"Dia jadi kaya tapi dia tidak melupakan orang-orang sekampungnya. Orang-orang seperti itu sangat jarang sekarang," tutur Mo Lian.

Daqing sendiri lahir dari keluarga miskin yang sempat bekerja sebagai petani setelah lulus sekolah dan bergabung dengan pasukan tentara. Di tahun 1985, ia merantau ke daerah barat China dan berusaha mengejar cita-citanya.

Kini Daqing adalah pemimpin dari perusahaan yang punya 16 cabang di bidang properti, energi, dan sektor lain. Daqing pun pernah menjadi orang ke-146 terkaya di China menurut daftar majalah Forbes. Meski peringkatnya sekarang telah turun, kebaikan Zheng Daqing menunjukkan bahwa ia adalah orang kaya yang sebenarnya.
(ami/ami)