Ternyata Ada Kerugian Punya Wajah Tampan Saat Interview Kerja

Rahmi Anjani - wolipop Rabu, 28 Nov 2018 07:56 WIB
Foto: iStock Foto: iStock

Jakarta - Wajah yang rupawan dipercaya bisa membantu wanita juga pria mendapatkan pekerjaan. Namun ternyata tak selamanya demikian. Sebuah penelitian mengungkap jika wajah tampan justru bisa menjadi kerugian untuk para pria ketika interview kerja. Mengapa?

Sebuah penelitian dilakukan oleh UCL School of Management mengungkap sebuah fakta mengejutkan. Dikatakan jika pria berwajah tampan bisa menemukan kendala dalam wawancara kerja. Mereka yang punya wajah rupawan justru sering dipandang sebelah mata untuk pekerjaan kompetitif. Ternyata banyak manajer menganggap jika pria-pria berwajah tampan akan kurang kompeten dalam bekerja.


Ternyata Ada Kerugian Punya Wajah Tampan Saat Interiew KerjaWajah yang rupawan dipercaya bisa membantu wanita juga pria mendapatkan pekerjaan. Namun ternyata tak selamanya demikian. (Foto: Instagram)

Punya wajah tampan memang bisa meningkatkan kesempatan orang-orang mendapatkan pekerjaan. Terutama untuk divisi yang butuh kemampuan kolaboratif, seperti marketing atau riset dan pengembangan.

Namun untuk posisi yang menuntut tanggung jawab lebih kompleks, mereka sering dinomorduakan. Dikatakan jika pekerja tampan bisa memicu gesekan karena mereka terlihat seperti ancaman di mata sesama kolega. Para pria tampan pun dikhawatirkan akan didiskriminasi.

Menariknya, hal ini tidak terjadi pada wanita. Menurut asisten profesor Lee Sun Young yang menulis riset, kecantikan wanita tidak diasosiasikan dengan kompetensi. "Manajer terpengaruh oleh stereotipe dan membuat keputusan merekrut dengan ketertarikan diri mereka sendiri. Jadi organisasi bisa jadi tidak mendapatkan kandidat yang paling kompeten," ungkap Lee Sun Young.


Ternyata Ada Kerugian Punya Wajah Tampan Saat Interiew Kerja(Foto: Dok. Getty Images)
Menurut Lee Sun Young, untuk bisa merekrut karyawan terbaik demi kepentingan perusahaan, hal ini perlu diperhatikan. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan melibatkan orang ketiga saat wawancara kerja. "Misalnya, melibatkan representatif eksternal mungkin bisa meningkatkan hasil seleksi karena orang luar kemungkinan memberi masukan lebih adil," kata Lee.

"Juga, jika organisasi membuat manager lebih bertanggung jawab dengan keputusan mereka, mereka akan kurang termotivasi untuk mengejar ketertarikan pribadi dengan mengorbankan perusahaan," lanjutnya.
(ami/ami)