Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Pengakuan Jujur Atlet Es Skating Bertanding Saat Menstruasi: Sulit & Menakutkan

Rahmi Anjani - wolipop
Sabtu, 28 Feb 2026 12:12 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Amber Glenn
Foto: Instagram
Jakarta -

Amber Glenn meraih medali emas di nomor beregu dalam Olimpiade Musim Dingin 2026 lalu. Kemenangan pemain ice skating itu tentu tidak datang dengan mudah. Selain kerja keras dan dedikasi, Amber juga harus menghadapi kondisi biologisnya ketika menstruasi. Diakui atlet cantik itu, bertanding saat datang bulan adalah hal yang sulit dan menakutkan.

Dalam sebuah wawancara dengan France Télévisions, Glenn bercerita tentang tuntutan fisik dan mental dalam berkompetisi saat sedang menstruasi. Menurutnya, seluncur es sudah merupakan olahraga yang sangat menuntut dengan kostum ketat yang menempel di tubuh. Menstruasi seringkali memperburuk ketidaknyamanan dan stres selama kompetisi.

Sebelumnya dalam satu pertandingan, Amber melakukan kesalahan selama gerakan penting yang membuatnya kehilangan poin dan perolehan medali. Ketika diminta untuk merefleksikan penampilannya, wanita 26 tahun itu tidak memberikan alasan. Sebaliknya, ia berbicara terus terang tentang bagaimana menstruasi mempengaruhi tubuh dan fokusnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

[Gambas:Instagram]

ADVERTISEMENT


"Saat ini aku sedang menstruasi, jadi selalu sangat sulit, terutama ketika kamu harus tampil di depan seluruh dunia. Itu menakutkan, dan membuat kamu lebih emosional, dan itu sulit. Dan kamu harus tetap menjadi atlet terlepas dari bagaimana perasaan kamu," katanya saat konferensi pers.

Menstruasi masih jadi topik tabu dalam olahraga profesional. Meskipun situasi hormonal itu dapat mempengaruhi energi, keseimbangan, daya tahan, dan konsentrasi, hanya sedikit atlet wanita yang berbicara secara terbuka tentang dampaknya terhadap performa.

Keterbukaan Amber pun dianggap mematahkan stigma dan mendorong pendekatan yang manusiawi terhadap atletik berprestasi tinggi. Ia mengaku berkompetisi selama menstruasi bisa sangat menyulitkan dan dapat meningkatkan sensitivitas emosional. Meski begitu atlet tetap diharapkan untuk tampil sebaik mungkin.


"Ini adalah sesuatu yang mempengaruhi banyak atlet wanita, dan aku percaya ini perlu dibicarakan," katanya.

Kejujurannya mendapat sambutan luas yang dilihat wanita sebagai sesuatu keberanian dan transparan. Banyak sesama atlet wanita dan fans merasa terhubung dengan pengalamannya, sementara para ahli menyoroti perlunya kesadaran yang lebih besar tentang realitas fisiologis wanita dalam olahraga.

"Aku akan terus menyampaikan kebenaranku. Aku akan terus mewakili apa yang aku yakini, dan apa yang menurutku diyakini oleh semua orang Amerika, yaitu kebebasan dan kemampuan untuk mencintai dan melakukan apa yang kamu inginkan," katanya kepada The Atlantic dalam wawancara baru-baru ini.

(ami/ami)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads