5 Kesalahan yang Bikin Kamu Nggak Lolos Tes Seleksi CPNS 2018

Rahmi Anjani - wolipop Senin, 01 Okt 2018 17:11 WIB
Foto: Tim Infografis: Andhika Akbarayansyah Foto: Tim Infografis: Andhika Akbarayansyah

Jakarta -

Agar bisa lolos tes seleksi CPNS 2018, Anda memang perlu melakukan persiapan dengan matang. Selain latihan soal, kelengkapan administrasi juga perlu diperhatikan. Hindari melakukan kesalahan-kesalahan sepele yang ternyata sangat mempengaruhi keberhasilan dalam lolos tes. Berdasarkan hasil wawancara Wolipop dengan para PNS dan CPNS, berikut lima kesalahan yang bisa bikin Anda nggak lolos tes seleksi CPNS 2018:

1. Persyaratan Tidak Lengkap
Salah satu hal utama yang perlu disiapkan untuk memahami dan melengkapi persyaratan. Melewatkan kelengkapan administrasi bisa menjadi sebuah kesalahan yang bikin kamu nggak lolos tes seleksi CPNS 2018.

Baca Juga: Daftar CPNS 2018, Terhenti di Proses Pembuatan Akun

2. Tidak Berlatih Soal/ Perluas Wawasan
Jika bisa berlatih soal sebaik mungkin. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan sebagai persiapan tes seleksi CPNS 2018. Anda bisa membeli buku panduan tes CPNS yang banyak beredar di toko buka hingga dari situs resmi BKN atau aplikasi ponsel.

"Beli buku (latihan seleksi CPNS) saja cukup, perluas wawasan, banyak dengar berita, harus update wawasan kebangsaan dan kondisi pemerintahan," kata Akhlakul Karima yang bekerja di Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ketika dihubungi Wolipop beberapa waktu lalu.

PNS Kementerian Pariwisata Novita Nugraheni yang lolos tes CPNS tahun 2014 pun memberi saran hal-hal yang perlu dipelajari. "Tes CAT dibagi menjadi tiga, yakni Kebangsaan, Intelegensia Umum, dan Kepribadian. Kalau yang Kebangsaan biasanya mengenai Pancasila, GBHN, dasar negara, dan sejarah. Itu yang menurutku paling susah dipelajari karena kan luas banget. Kita belajar saja dari contoh soal tahun sebelumnya itu sudah bisa jadi bayangan bagian apa yang kira-kira perlu diperdalam," kata Novita.

3. Tak Pakai Strategi
Strategi pun dibutuhkan untuk sukses lulus tes seleksi CPNS 2018. Penting untuk menghitung kans masuk dan diterima dalam instansi terpilih. Karenanya, ketahuilah berapa formasi yang diterima di setiap lembaga, terutama yang ingin dilamar sebagai bahan pertimbangkan pilihan instansi.

Anda pun bisa meminimalisir kesalahan tes seleksi CPNS dengan saran dari Rido Aprianda yang lolos seleksi CPNS tahun lalu berikut. "Pertama memilih Kementerian atau Pemda dengan menyisir semua persyaratan, lalu pasang strategi dengan memilih kementerian atau Pemda yang peluang untuk jurusan kita lebih besar," kata pria yang kini di formasi Auditor Ahli Pertama di Kementerian Sosial saat dihubungi Wolipop.

Baca Juga: Lowongan CPNS 2018 Tembus 238.015, Terbesar Sepanjang Sejarah

4. Salah Pilih Instansi
Kesalahan lain yang bisa bikin Anda tidak lolos tes seleksi CPNS 2018 adalah salah pilih instansi. Diharapkan Anda dapat menyesuaikan lembaga dilamar dengan jurusan kuliah. Selain meningkatkan kans diterima, ini juga penting untuk kelangsungan bekerja dalam jangka panjang. Kesalahan tes seleksi CPNS ini pun bisa dihindari.

"Lalu menurut aku kita harus firm dengan tujuan bekerja di pemerintah mau cari apa karena banyak teman seangkatan aku yang ketika dalam masa probation merasa (jika diibaratkan kuliah) salah jurusan. Mereka nggak nyangka ini yang akan mereka hadapin di dunia kerja yang mereka pilih.

Misalnya anak desain saat masuk Kementrian mereka nggak akan ngedesain. Mereka akan bikin policy-nya, bikin guidelines-nya tapi bukan orang yang ngerjain hands on. Yang seperti itu yang bikin teman-teman aku syok dan memilih mundur, ungkap Novita.

5. Jawaban Dikosongkan
Metode CAT (Computer Assisted Test) yang digunakan dalam tes CPNS 2018 pun tidak sama seperti seleksi masuk universitas. Karena itu, Anda tidak disarankan untuk mengosongkan jawaban.

"Mengerjakan soal dengan metode CAT, isi saja semua, jangan ada yang dikosongkan karena sistem penilainnya kalau salah nggak akan minus seperti tes masuk perguruan tinggi negeri," kata Ahlakul Karima yang bekerja di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi kepada Wolipop. (ami/ami)