Cerita Wanita Tuntut Perusahaan yang Memecatnya Karena Menstruasi Tembus

Rahmi Anjani - wolipop Selasa, 22 Agu 2017 18:43 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Menstruasi adalah hal natural yang terjadi pada hampir semua wanita. Namun belakangan ini menstruasi mulai menjadi isu dalam lingkungan pekerjaan. Sebelumnya seorang wanita mengungkap jika ia pernah dilaporkan rekan kerja pria hanya karena nyeri menstruasi. Kini, wanita lain mengaku dipecat dari pekerjaan karena 'tembus' saat datang bulan. Seperti apa kisahnya?

Wanita tersebut bernama Alisha Coleman dan merupakan mantan penerima telepon 911. Dilansir Glamour, Alisha tengah menuntut bekas perusahaannya bernama Bobby Dodd Institute, sebuah agensi training dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan keterbatasan. Agensi itu dituduh memecat Alisha karena tembus menstruasi sebanyak dua kali.

Hal tersebut terjadi dua tahun lalu. Ketika itu, Alisha mengaku sedang mengalami premenopause yang mengakibatkannya sering menstruasi berat dan tidak teratur. Dengan pekerjaannya sebagai operator 911, tak heran jika Alisha beberapa kali mengalami 'tembus' di kursi ketika datang bulan tak menentu.

Ketika itu pertamakali terjadi, Alisha pun langsung dipanggil HRD dan atasan. Dikatakan jika Alisha diberi tahu bahwa dia akan dipecat jika menodai kursi lagi karena menstruasi mendadak. Saat insiden tersebut terjadi untuk yang kedua kalinya, Alisha langsung diberhentikan dengna alasan gagal melakukan standar kebersihan pribadi dan menjaga penampilan tetap bersih serta rapi ketika bertugas.

"Setiap wanita takut ketika mendapati tanda-tanda menstruasi ketika mereka tidak mengharapkannya tapi aku tidak pernah berpikir akan dipecat karena itu. Dipecat karena tembus menstruasi ini memalukan. Aku tidak ingin wanita lain harus melewati apa yang aku lewati, jadi aku berjuang," ungkap Alisha.

Kasus ini pun ditangani oleh pengadilan distrik yang menetapkan jika premenopause bukan kondisi yang perlu dilindungi dari diskriminasi. Tapi kasus Alisha yang ditemani American Civil Liberties Union (ACLU) tersebut mendapat pengecualian. Agensi itu pun dituduh melakukan pelanggaran karena diskriminasi di tempat kerja.

"Hukum federal seharusnya melindungi wanita dari hukuman, kekerasan atau pemecatan karena jenis kelamin mereka dan dipecat karena menstruasi mendadak saat kerja adalah inti diskriminasi seks," kata Galen Sherwin sebagai pengacara (ACLU). (ami/ami)