Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Khairiyyah Sari, Fashion Stylist di Balik 34 Baju Adat Paspampres

Alissa Safiera - wolipop
Jumat, 03 Mar 2017 17:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Dok. Khairiyyah Sari
Jakarta -

Indonesia senantiasa menunjukkan keramahannya tiap kali tamu negara menginjakkan kakinya di bumi pertiwi. Di era pemerintah Jokowi, keramahan ini juga dibarengi pengenalan atas budaya Indonesia yang kaya.

Belum banyak yang tahu bila sejak satu tahun lalu, kostum merah putih anggota Paspampres (Pasukan Pengamanan Presiden Republik Indonesia) yang biasa dipakai menyambut tamu negara, kini digantikan oleh baju adat dari 34 provinsi Indonesia. Kostum-kostum ini bukan hanya terlihat megah saat dipakai arak-arakan, namun juga dimanfaatkan Jokowi untuk mengenalkan provinsi Indonesia.

Kami pun berbincang dengan fashion stylist yang membantu mewujudkan gagasan dari Presiden Jokowi tersebut. Ia adalah Khairiyyah Sari, seorang style consultant yang ditunjuk BEKRAF membantu memilihkan kostum untuk para Paspampres di setiap kedatangan tamu kehormatan negara.

"Bermula dari kunjungan Pak Presiden ke Korea terus disambut tentara pakai baju prajurit Korea zaman dulu dan itu bagus banget. Jadi sejak tahun lalu Presiden mau ada arak-arakan seperti itu. Paspampres yang biasanya pakai seragam merah putih itu, sekarang diganti jadi baju adat 34 provinsi sekaligus untuk mengenalkan Indonesia," ujar wanita yang akrab disapa Sari kepada Wolipop, Kamis (2/3/2017).

Khairiyyah Sari, Fashion Stylist di Balik 34 Baju Adat PaspampresFoto: dok. Khairiyyah Sari


Sari telah menjadi fashion stylist untuk Paspampres dalam satu tahun terakhir ini. Ia tak hanya bekerja saat pasukan menyambut tamu negara, pun di berbagai acara resmi seperti upacara 17 Agustus.

Kepada Wolipop, Sari bercerita kostum pertama yang dipakai anggota Paspampres yang kemudian dijuluki Tim 34 itu, di tahun lalu adalah baju prajurit Kraton Yogyakarta. Namun beberapa bulan belakangan, diganti menjadi kostum adat dari 34 provinsi Indonesia. Tapi jangan bayangkan baju adat sebenarnya yang banyak atribut, melainkan baju adat yang sudah dimodifikasi dengan maksud memudahkan para anggota Paspampres ini agar tetap nyaman dipakai baris-berbaris dan melakukan tugasnya.

"Kostumnya saya ambil dari beberapa vendor. Untuk sepatu saya biarkan pakai boots seragam Paspampres yang model Chelsea Boots agar mereka bisa tetap jalan dan nyaman baris-berbaris," kata Sari.

Wanita yang kini ditunjuk sebagai tenaga ahli BEKRAF di lini pengembangan fashion itu awalnya bekerja sebagai fashion editor di majalah mode. Tujuh tahun kerap mendandani model, Sari mengungkapkan dirinya sempat bingung saat diminta mendandani Paspampres.

Khairiyyah Sari, Fashion Stylist di Balik 34 Baju Adat PaspampresFoto: Dok. Khairiyyah Sari

"Awalnya saya 'malu-malu kucing' karena handle cowok semua. Mereka juga mukanya shocked biasanya pakai Gordon (sebutan untuk seragam merah putih Paspampres) tiba-tiba mereka disuruh pakai baju adat. Tapi mereka senang juga, asyik foto-foto sendiri," ujar Sari.

Dari bekerja bersama model dan kini Paspampres banyak hal baru yang juga dipelajari Sari. Ia juga menyimpan banyak cerita lucu dari pekerajaannya mendandani Paspampres.

"Waktu pertama saya fitting baju mereka untuk menyambut tamu negara dari New Zealand tahun lalu, saya masih kebawa jadi stylist model. Jadi mereka udah saya kasih satu bungkus isinya baju sampai aksesorinya, dan dengan gaya saya ngomong kalau lagi pemotretan, saya bilang 'Pakainya hati-hati ya jangan rusak, jangan hilang'. Tiba-tiba mereka udah baris aja udah rapi, ya iya saya lupa mereka kan tentara, udah biasa rapi hidupnya," kenangnya.

Khairiyyah Sari, Fashion Stylist di Balik 34 Baju Adat PaspampresFoto: dok. Khairiyyah Sari

Diungkapnya, bekerja bersama Paspampres di Istana Kepresidenan Jakarta, juga Bogor membuat Sari akrab dengan berbagai tingkatan anggota Paspampres. Mulai dari Tim 34, Asisten Operasional, komandan anggota Tim 34 hingga komandan Paspampres.


Bahkan kata Sari, ada salah satu anggota Paspampres yang pernah mendatanginya ke tempat kerja. Bukan soal kostum Paspampres, melainkan konsultasi kostum pernikahan hingga pre-wedding, yang jadi momen tak terlupakan untuk wanita 41 tahun ini.

"Saya senang di sini bisa bertemu semua orang dari berbagai lini dan jadi akrab banget. Mereka pun juga senang karena katanya mereka juga nggak pernah ketemu orang kayak saya dan asisten saya, yang kita kayak badut gitu kali ya dilihat mereka," gurau Sari.

Khairiyyah Sari, Fashion Stylist di Balik 34 Baju Adat PaspampresFoto: Dok. Khairiyyah Sari
(asf/asf)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads