Orang Berwajah Kurang Menarik Justru Bergaji Lebih Tinggi, Benarkah?

Rahmi Anjani - wolipop Kamis, 23 Feb 2017 19:20 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta - Banyak orang berusaha mengubah penampilan agar bisa berkarier di perusahaan idaman. Operasi plastik bahkan umum dilakukan orang Korea Selatan agar mudah dapat pekerjaan. Namun tampilan fisik bukanlah segalanya. Orang berwajah rupawan mungkin bisa dengan mudah diterima kerja tapi tidak menjanjikan gaji lebih tinggi nantinya. Sebaliknya mereka yang tidak terlalu atraktif justru punya penghasilan yang lebih menjanjikan.

Hal tersebut terungkap dalam studi terbaru yang dilakukan London School of Economics dan University Of Massachusetts. Riset tersebut ingin mengetahui bagaimana pengaruh penampilan fisik terhadap penghasilan para pekerja.

Para peneliti kemudian menganalisa gaji 20.745 partisipan selama 14 tahun terakhir. Mereka pun menemukan hasil yang kontradiksi dari opini kebanyakan orang. Justru, orang yang tidak cantik atau tampanlah yang punya gaji besar dari mereka yang berwajah rupawan atau sedang-sedang saja.

Penelitian itu pun seolah mematahkan anggapan bahwa orang yang kurang rupawan didiskriminasi di tempat kerja. Untuk itu, peneliti mengingatkan kita untuk tidak berpikir buruk mengenai orang yang tidak menarik tapi sukses.

"Ketika kamu melihat seseorang dan mereka melakukan apa yang mereka suka, mereka menjadi cantik. Seorang musisi mungkin tidak menarik tapi ketika mereka tampil, mereka bertransformasi," kata psikologis Satoshi Kanazawa.

Mengapa orang berwajah kurang menarik justru mendapat gaji lebih tinggi? Hal tersebut bisa dikarenakan mereka punya motivasi lebih dalam berkarier.

"Tidak berpenampilan menarik adalah sesuatu yang bisa memotivasimu dan memaksamu mengembangkan kemampuan dan aset dan kamu juga pasti pintar. Itu mendorongmu untuk sukses, untuk berambisi, mungkin itu mengapa kamu lebih sukses dari pada kolega atraktif karena kamu bekerja lebih keras," kata penulis Roy Cohen kepada Dailymail. (ami/ami)