Bekerja Seperti Ini Bisa Sebabkan Siklus Mensturasi Tidak Teratur

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 06 Jan 2017 07:04 WIB
Foto: Thinkstock
Jakarta -

Siklus menstruasi yang tidak teratur dialami sebagian wanita. Hal tersebut memang bisa dipicu banyak hal, seperti stres, gangguan hormon, hingga gaya hidup kurang sehat. Jika Anda juga mengalaminya, coba segera analisa apa yang menyebabkan 'tamu' bulanan sering datang di waktu yang kurang tepat. Perhatikan pula cara kerja Anda, jangan-jangan itulah yang menjadi salah satu pemicunya.

Menurut studi terbaru ternyata pekerjaan memang bisa menyebabkan menstruasi kurang teratur pada sebagian orang. Selain mengganggu jadwal datang bulan, hal itu juga dapat membuat dysmenorrhea (sakit saat menstruasi) dan anovulasi (menstruasi tanpa ovulasi). Menstruasi pun bisa menjadi sangat lama atau sangat sebentar secara abnormal.

"Bukan pekerjaan secara umum, studi-studi membuktikan jika stres dari tipe pekerjaan tertentu bisa mempengaruhi menstruasi secara spesifik," ungkap publisis Lauren O'Neill pada Byrdie.

Berdasarkan studi itu, dysmernorrhea dan siklus menstruasi pendek dialami orang dengan tipe pekerjaan tertentu. Misalnya pekerjaan dengan kemampuan untuk mengontrol yang rendah. Artinya karyawan tersebut kecil kemungkinannya untuk menyatakan pendapat mengenai tugas atau keputusan. Mereka yang menghadapi gangguan datang bulan juga diketahui punya dukungan yang rendah dari rekan-rekan.

Salah satu profesi yang bisa menyebabkan demikian adalah perawat. Hal itu pun telah terbukti dari sebuah penelitian yang dilakukan kepada para perawat wanita dengan tingkat stres yang tinggi. Banyak dari mereka yang ternyata mengalami anovulasi dan menstruasi jangka panjang.

Selain karena stres, datang bulan tidak teratur karena pekerjaan juga berhubungan dengan waktu kerja. Para perawat yang terbukti sering mengalaminya diketahui sering bekerja di waktu-waktu yang tidak konsisten dan bergantian siang-malam. Jika Anda juga mengalami menstruasi tak teratur dan sering bekerja swift di waktu yang bersamaan, konsultasilah pada dokter untuk penangan terbaiknya.



(asf/asf)