Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Bos di China Wajibkan Karyawati Berikan Ciuman di Pagi Hari Jadi Kontroversi

Eny Kartikawati - wolipop
Rabu, 12 Okt 2016 11:20 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Youtube
Jakarta - Netizen di China tengah ramai memperbincangkan perilaku seorang bos di sebuah perusahaan. Bos tersebut memiliki perusahaan yang menjual mesin pembuatan bir rumahan itu di kawasan Tongzhou District, Beijing.

Dalam video yang beredar di media sosial Weibo, Twitter versi China, sang bos tampak menyuruh karyawan wanitanya untuk berbaris sebelum mulai bekerja. Setiap pagi mulai pukul 09.00 sampai 09.30, para karyawati itu berbaris untuk memberikan ciuman selamat pagi pada sang bos.

China Press melaporkan perilaku bos perusahaan tersebut dikecam para netizen. Apalagi para karyawati tersebut diharuskan memberikan ciuman padanya di bibir, bukan di pipi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bos di China Wajibkan Karyawati Berikan Ciuman di Pagi Hari Jadi Kontroversi


Para karyawati di perusahaan tersebut sebenarnya sangat jengah dengan permintaan atasan mereka itu. Namun demi tetap mendapatkan pekerjaan, mereka pun terpaksa melakukannya. Hanya ada dua karyawati yang menolak permintaan aneh bos tersebut dan pada akhirnya memilih resign atau berhenti bekerja.

Bos di China Wajibkan Karyawati Berikan Ciuman di Pagi Hari Jadi Kontroversi


Bos perusahaan yang perilakunya memprihatinkan itu kepada media China menjelaskan alasan di balik permintaan anehnya itu. Dia mengaku mendapatkan ide untuk melakukan rutinitas berciuman dengan karyawati di pagi hari, dari sebuah perusahaan di Amerika Serikat yang pernah didatanginya. Dan si bos mengklaim rutinitas itu memiliki manfaat untuk perusahaannya, yaitu mempererat hubungan antara rekan kerja dengan atasan. "Sehingga antara atasan dan karyawan bisa seperti ikan dan air," katanya,.

Alasan yang disampaikan bos perusahaan tersebut semakin membuat netizen mengecamnya. Jutaan penggunaan Weibo memprotes tindakan sang bos dan berharap pemerintah bisa memberikan sangsi pada bos tersebut.

(eny/eny)
Tags

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads