Orang Berambut Gimbal Rentan Didiskriminasi Saat Melamar Kerja

Rahmi Anjani - wolipop Jumat, 23 Sep 2016 17:45 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Umumnya perusahaan menilai seorang pelamar kerja berdasarkan kompetensi atau kemampuannya. Namun tak jarang perekrut juga memperhatikan penampilan terutama untuk profesi yang berhadapan dengan pelanggan. Bahkan menurut penelitian, wanita yang tampak sedikit gemuk sering tidak dipertimbangkan dari pada pria yang benar-benar obesitas. Dan bukan hanya masalah berat badan saja, orang berambut gimbal juga rentan didiskriminasi saat melamar kerja.

Tekstur gimbal biasanya diterapkan orang berambut kribo atau mereka yang menyukai musik atau gaya hidup raggae. Di Indonesia, orang dengan tekstur rambut seperti itu pun kerap dipandang negatif karena identik dengan kaum jalanan. Bukan hanya di Tanah Air, hal serupa juga kerap terjadi di Amerika Serikat. Pemilik rambut gimbal bahkan mengalami diskriminasi saat melamar kerja dan kalah ketika menuntut kasusnya di pengadilan.

Pelamar tersebut bernama Chastity Jones asal Alabama. Wanita itu melayangkan tuntutan karena perusahaan Catastrophe Management Solutions (CMS) menolaknya karena berambut gimbal. Padahal sebelumnya Chastity sudah sempat diterima kerja. Tapi kemudian Chastity dipanggil lagi oleh manajer HR bernama Jeannie Wilson untuk sebuah 'pembicaraan'.

"Sebelum Jones pergi, Wilson menanyakan apakah dia menggimbal rambutnya. Jones mengatakan iya dan Wilson menjawab jika CMS tidak bisa menerimanya jika berambut gimbal. Ketika Jones menanyakan apa masalahnya, Wilson mengatakan 'itu cenderung terlihat berantakan, aku tidak bilang rambutmu berantakan tapi kamu pasti tahu apa yang aku maksud," menurut berkas kasus.

Jeannie pun meyakinkan Chastity jika seorang pria pernah diminta untuk memotong rambut gimbalnya demi bertahan kerja di perusahaan itu. Namun hal tersebut tidak membuat Chastity mau memotong 'mahkotanya'. Ia pun kemudian diminta untuk mengembalikan berkas-berkas yang sebelumnya diberikan dan pergi dari kantor tersebut.

Saat itu CMS memang punya peraturan race-neutral atau harus tampil netral tanpa memperlhatkan ras agar terlihat profesional. Namun gimbal adalah gaya rambut yang umum untuk pria dan wanita keturunan Afrika dan tidak termasuk melanggar. Namun pengadilan tidak berpendapat sama dan memutuskan jika gimbal memang karakter orang kulit hitam.

Kasus seperti ini mungkin belum pernah terdengar di Indonesia. Namun diskriminasi terhadap orang dengan penampilan berbeda tentu pernah terjadi di sejumlah perusahaan. Pernahkah Anda mengalami hal serupa? (ami/ami)