Liputan Khusus Pengusaha Muda
Strategi dan Inovasi Para Pengusaha Muda untuk Memajukan Bisnisnya
Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 22 Jan 2016 17:50 WIB
Jakarta
-
Berbisnis di usia muda bagi sebagian orang terasa lebih menyenangkan. Masih banyak potensi serta kreatifitas yang bisa di asah demi menghasilkan pundi-pundi pendapatan. Tak jarang, mereka hadir dengan berbagai inovasi dan strategi terbaru untuk meningkatkan bisnis mereka.
Misalnya saja seperti salah satu wirausaha muda Intan Kusuma Fauzia yang mengelola bisnis hijab bersama sang adik secara online melalui akun Instagram ketika berusia 20 tahun. Bisnis yang bernama Vanilla Hijab itu kini tengah berada pada tahun ketiga dan semakin banyak pelanggan yang mendatanginya. Menyadari hal ini, ia semakin menunjukkan kemampuannya dalam memajukan usahanya.
"Kami sudah membuat aplikasi Vanilla Hijab di android. Sudah bisa di-download tapi belum bisa dipakai untuk transaksi karena masih mau 'digodok' lagi," cerita Intan saat dihubungi Wolipop, Rabu (20/1/2016).
Wanita 23 tahun ini menceritakan, selain Instagram, sejak tahun lalu ia juga sudah memiliki situs sendiri yang menampilkan produk-produk buatan dirinya dan sang adik. Tetapi para konsumennya merasa lebih nyaman jika berbelanja langsung melalui sms atau aplikasi pesan instan karena mereka lebih suka dilayani secara personal.
"Ke depannya kami juga mau mengembangkan aplikasi untuk iOs agar bisa di-download di iPhone. Kami kan nggak selamanya ada di Instagram," tuturnya.
Inovasi dan strategi lain dalam memajukan bisnisnya datang dari Dea Valencia selaku pemilik lini busana Batik Kultur. Usaha yang dibentuk pada 2011 ini semakin berkembang dengan banyaknya pelanggan yang tak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari beberapa negara lain seperti Amerika Serikat, Jerman, Hong Kong, Belanda, dan lain-lain.
Demi mengembangkan bisnisnya dan bisa bersaing dengan produk yang sama, Dea mengaku konsisten dalam merancang serta memproduksi produk baru. Ia juga terus bereksplorasi menggali kain tradisional Indonesia agar bisa dimodifikasi menjadi sesuatu yang lebih modern.
"Saat ini kami dapat memproduksi satu seri produk selama dua hingga tiga bulan sehingga konsumen bisa terus mendapatkan pilihan baru dalam waktu yang tidak terlalu lama," katanya saat diwawancarai Wolipop beberapa waktu lalu.
Strategi penjualan lain yang diterapkannya tidak hanya seputar produksi saja, ia juga semakin banyak belajar dan memperbaharui pengetahuannya mengenai fashion khususnya tren yang sedang marak di dunia mode internasional. Cara ini dilakukan semata-mata untuk memenuhi permintaan pelanggannya.
Cerita berbeda datang dari Keshia Deisra, pemilik bisnis kuliner Dulcet Patisserie. Usaha pembuatan kue dan cupcake yang dikelola bersama sang kakak, Karina ini sukses berkat bantuan sosial media dan mulut ke mulut. Wanita yang memulai bisnisnya sejak usia 17 tahun itu mengaku agak sedikit kewalahan dalam menangani permintaaan pelanggan.
Pesanan kuenya selalu menumpuk terutama pada saat akhir pekan atau hari-hari perayaan besar. Agar hal tersebut bisa diatasi segera, Keshia yang terjun ke bisnis kuliner setelah lulus SMA ini ingin meningkatkan kapasitas produksinya.
"Kami ingin meningkatkan kapasitas dapur serta meluaskan jangkauan wilayah pengantaran untuk menampung keinginan pelanggan yang semakin meningkat," demikian ujarnya saat diwawancarai Wolipop melalui e-mail, Selasa (19/1/2016). (int/ays)
Misalnya saja seperti salah satu wirausaha muda Intan Kusuma Fauzia yang mengelola bisnis hijab bersama sang adik secara online melalui akun Instagram ketika berusia 20 tahun. Bisnis yang bernama Vanilla Hijab itu kini tengah berada pada tahun ketiga dan semakin banyak pelanggan yang mendatanginya. Menyadari hal ini, ia semakin menunjukkan kemampuannya dalam memajukan usahanya.
"Kami sudah membuat aplikasi Vanilla Hijab di android. Sudah bisa di-download tapi belum bisa dipakai untuk transaksi karena masih mau 'digodok' lagi," cerita Intan saat dihubungi Wolipop, Rabu (20/1/2016).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ke depannya kami juga mau mengembangkan aplikasi untuk iOs agar bisa di-download di iPhone. Kami kan nggak selamanya ada di Instagram," tuturnya.
Inovasi dan strategi lain dalam memajukan bisnisnya datang dari Dea Valencia selaku pemilik lini busana Batik Kultur. Usaha yang dibentuk pada 2011 ini semakin berkembang dengan banyaknya pelanggan yang tak hanya berasal dari Indonesia, tetapi juga dari beberapa negara lain seperti Amerika Serikat, Jerman, Hong Kong, Belanda, dan lain-lain.
Demi mengembangkan bisnisnya dan bisa bersaing dengan produk yang sama, Dea mengaku konsisten dalam merancang serta memproduksi produk baru. Ia juga terus bereksplorasi menggali kain tradisional Indonesia agar bisa dimodifikasi menjadi sesuatu yang lebih modern.
"Saat ini kami dapat memproduksi satu seri produk selama dua hingga tiga bulan sehingga konsumen bisa terus mendapatkan pilihan baru dalam waktu yang tidak terlalu lama," katanya saat diwawancarai Wolipop beberapa waktu lalu.
Strategi penjualan lain yang diterapkannya tidak hanya seputar produksi saja, ia juga semakin banyak belajar dan memperbaharui pengetahuannya mengenai fashion khususnya tren yang sedang marak di dunia mode internasional. Cara ini dilakukan semata-mata untuk memenuhi permintaan pelanggannya.
Cerita berbeda datang dari Keshia Deisra, pemilik bisnis kuliner Dulcet Patisserie. Usaha pembuatan kue dan cupcake yang dikelola bersama sang kakak, Karina ini sukses berkat bantuan sosial media dan mulut ke mulut. Wanita yang memulai bisnisnya sejak usia 17 tahun itu mengaku agak sedikit kewalahan dalam menangani permintaaan pelanggan.
Pesanan kuenya selalu menumpuk terutama pada saat akhir pekan atau hari-hari perayaan besar. Agar hal tersebut bisa diatasi segera, Keshia yang terjun ke bisnis kuliner setelah lulus SMA ini ingin meningkatkan kapasitas produksinya.
"Kami ingin meningkatkan kapasitas dapur serta meluaskan jangkauan wilayah pengantaran untuk menampung keinginan pelanggan yang semakin meningkat," demikian ujarnya saat diwawancarai Wolipop melalui e-mail, Selasa (19/1/2016). (int/ays)
Pakaian Pria
Investment Piece Under 500K! Rekomendasi Ikat Pinggang Pria yang Bikin Celana Lebih Rapi & Proporsional
Kesehatan
Sering Mobilisasi & Terpapar Polusi? Ini Pilihan Masker Medis yang Nyaman Dipakai Sehari-Hari!
Pakaian Pria
Lebih Suka Pakai Jam Digital? Ini Rekomendasi Jam Digital yang Utamakan Fungsi +Bonus Tampilan Keren
Pakaian Pria
Cari Jam Automatic yang Kepakai Terus? Parlent Gallant Vortex 42MM Bisa Jadi Pilihan!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Ramalan Shio 2026
Rezeki Mengalir Deras! 5 Shio Paling Beruntung di Tahun 2026
2
Viral 'Poverty Challenge' Bikin Murka, Pamer Mi Instan di Atas Ferrari
3
60 Ucapan Terima Kasih untuk Mengapresiasi Diri Sendiri, Menguatkan Hati
4
Halo Lip, Tren Makeup 2026 yang Memberi Efek Bibir Penuh Alami
5
Viral Rompi Lepas Pasang Jadi Tren Baju Lebaran, Ini Harganya di Tanah Abang
MOST COMMENTED











































