Riset: Bekerja di Antara Banyak Pria Bisa Ganggu Kesehatan Wanita
Rahmi Anjani - wolipop
Sabtu, 05 Sep 2015 08:48 WIB
Jakarta
-
Bekerja dalam lingkungan yang didominasi pria membuat wanita terkesan kuat dan pintar. Mereka pun sering disanjung karena bisa menjalani profesi bersifat maskulin yang sering dihindari banyak wanita. Namun tahukah Anda jika hal tersebut bisa berpengaruh buruk terhadap kesehatan mereka? Sebuah riset terbaru pun menunjukkan demikian.
Penelitian tersebut dilakukan oleh Indiana University Bloomington. Hasil riset menunjukkan jika stres interpersonal yang diakibatkan bekerja di antara banyak pria bisa menggangu kesehatan. Gangguan itu tampaknya cukup parah bahkan dikatakan seperti hidup dalam kemiskian. Biasanya hal ini terjadi pada wanita yang berkarier di bidang teknik atau konstruksi.
Riset itu diperoleh dengan cara mengumpulkan sampel kortisol (hormon stres) dari berbagai kegiatan. Hal tersebut didapatkan dengan berjalan, makan siang, hingga sebelum tidur. Studi dilakukan terhadap 44 wanita yang rekan sesama wanitanya hanya 15%. Sepertinya yang sudah disebutkan sebelumnya hasil riset cukup mengejutkan. Yakni para wanita memiliki kortisol kurang sehat adalah mereka yang bekerja di lingkungan banyak pria. Apa penyebabnya?
"Wanita bisa beradaptasi di lingkungan yang didominasi pria, tetapi ada risiko kesehatan. Ini bukan karena karena wanita terlalu sensitif. Wanita di profesi yang didominasi pria mengalami sebuah respon stres psikologi pada iklim sosial negatif yang terpaparkan," ungkap Cate Taylor selaku penulis studi kepada The Huffington Post.
Stres berlebihan tentu berbahaya untuk kesehatan. Hal itu bisa menyebabkan kecemasan, depresi, gangguan pencernaan, penyakit hati, masalah tidur, kenaikan berat badan, masalah konsentrasi, dan lain-lain. Gangguan kesehatan pun menjadi lebih besar jika wanita itu merupakan pimpinan. Studi lain yang dilakukan di 2013 menunjukkan jika bos wanita lebih rentan terkena kanker payudara dibandingkan ibu rumah tangga.
Meski rentan mengalami gangguan kesehatan, tentu saja Anda tidak perlu takut untuk berkarier setinggi-tingginya. Namun penelitian-penelitan di atas patut dijadikan pengingat bahwa Anda harus menjaga kesehatan dan tidak membiarkan diri untuk stres berlebihan.
"Hal ini menunjukkan kebutuhan untuk memisahkan tempat kerja, dalam hal gender. Ini akan baik untuk kesehatan wanita, baik untuk kebahagiaan pribadi atau kepuasan kerja." saran Cate.
(ami/asf)
Penelitian tersebut dilakukan oleh Indiana University Bloomington. Hasil riset menunjukkan jika stres interpersonal yang diakibatkan bekerja di antara banyak pria bisa menggangu kesehatan. Gangguan itu tampaknya cukup parah bahkan dikatakan seperti hidup dalam kemiskian. Biasanya hal ini terjadi pada wanita yang berkarier di bidang teknik atau konstruksi.
Riset itu diperoleh dengan cara mengumpulkan sampel kortisol (hormon stres) dari berbagai kegiatan. Hal tersebut didapatkan dengan berjalan, makan siang, hingga sebelum tidur. Studi dilakukan terhadap 44 wanita yang rekan sesama wanitanya hanya 15%. Sepertinya yang sudah disebutkan sebelumnya hasil riset cukup mengejutkan. Yakni para wanita memiliki kortisol kurang sehat adalah mereka yang bekerja di lingkungan banyak pria. Apa penyebabnya?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stres berlebihan tentu berbahaya untuk kesehatan. Hal itu bisa menyebabkan kecemasan, depresi, gangguan pencernaan, penyakit hati, masalah tidur, kenaikan berat badan, masalah konsentrasi, dan lain-lain. Gangguan kesehatan pun menjadi lebih besar jika wanita itu merupakan pimpinan. Studi lain yang dilakukan di 2013 menunjukkan jika bos wanita lebih rentan terkena kanker payudara dibandingkan ibu rumah tangga.
Meski rentan mengalami gangguan kesehatan, tentu saja Anda tidak perlu takut untuk berkarier setinggi-tingginya. Namun penelitian-penelitan di atas patut dijadikan pengingat bahwa Anda harus menjaga kesehatan dan tidak membiarkan diri untuk stres berlebihan.
"Hal ini menunjukkan kebutuhan untuk memisahkan tempat kerja, dalam hal gender. Ini akan baik untuk kesehatan wanita, baik untuk kebahagiaan pribadi atau kepuasan kerja." saran Cate.
(ami/asf)











































