Liputan Khusus Wanita Perkasa
Minoritas di Antara Pria, Ini Kisah Shabrina Si Inspektur Tangki Gas
Intan Kemala Sari - wolipop
Jumat, 14 Agu 2015 09:59 WIB
Jakarta
-
Siapa bilang dunia perminyakan dan gas hanya milik pria? Teori tersebut terpatahkan oleh Shabrina Fadhilah, seorang wanita yang bekerja di salah satu perusahaan jasa inspeksi dan sertifikasi untuk minyak dan gas yaitu PT Indospec Asia.
Selama menjalani profesinya, Shabrina bertugas memeriksa instalasi bejana bertekanan yang ada di dalam tangki-tangki saluran gas, kemudian membandingkannya dengan standar operasional yang sesuai untuk memastikan bahwa saluran gas tersebut aman digunakan. Ya, pekerjaan tersebut membutuhkan tingkat kerumitan yang cukup tinggi dan terdengar lebih cocok dilakukan oleh pria.
Namun lulusan teknik mesin Universitas Indonesia ini seolah tidak ambil pusing akan stereotip yang beredar di masyarakat. Ia tetap menikmati pekerjaannya meski menjadi kaum minoritas di lingkungan kerjanya. "Di divisi saya wanitanya hanya ada lima orang, sisanya 60 orang semuanya pria," ujar wanita 23 tahun ini saat berbincang dengan Wolipop, Selasa, (11/8/2015).
Pekerjaanya ini juga menuntutnya untuk memiliki mobilitas yang tinggi. Wanita yang akrab disapa Ririn ini harus rela ditugaskan dari satu kota ke kota lain di pelosok Indonesia untuk memeriksa kelayakan saluran gas.
Saat dinas itulah ia seringkali mendapat pengalaman yang terkadang kurang menyenangkan. Dirinya sering 'digoda' atau menjadi bahan lelucon lantaran masih lajang. "Kadang kalau bertemu klien yang sudah bersuami saya suka ditanya-tanyain kenapa masih single, digodain juga. Tapi saya nggak terlalu menanggapi," ujarnya.
Bekerja di lingkungan yang mayoritasnya pria membuatnya sadar bahwa jiwa kompetitif pada setiap karyawan sangat besar sekali. Setiap karyawan tentunya ingin menjadi yang terbaik di hadapan atasannya, begitupun dengan dirinya.
"Di sini persaingannya cukup timpang, teman kerja saya dengan jabatan yang sama pengalamannya sudah 10 sampai 15 tahun, sedangkan saya baru satu setengah tahun. Jadi bisa dibayangkan 'sikut-sikutannya' seperti apa," lanjut wanita kelahiran 1992 ini.
Tetapi ia tidak menjadikan rekan kerjanya itu sebagai saingan yang berat, justru Ririn mencoba untuk menjadi individu yang lebih baik lagi dan berpikir bahwa ini adalah kesempatan langka untuk menuju kesuksesan. Bahkan di balik kompetisi yang berat, wanita yang hobi naik gunung ini masih mendapat perhatian dari rekan-rekan kerjanya.
Misalnya saat perjalanan dinas, mereka tak segan-segan membantu Ririn untuk mengangkat koper. Atau saat ingin pergi berwisata, mereka dengan senang hati menuruti permintaannya untuk pergi ke tempat yang ingin didatanginya.
Namun wanita yang mengenakan hijab ini tak lantas senang karena mendapat perlakuan bak seorang puteri raja. Ia justru merasa ini adalah suatu tantangan baginya untuk terus belajar dan tetap semangat dalam berkarier.
"Kita harus pintar menggunakan logika agar bisa tetap bersaing dengan yang lainnya. Dan harus terus belajar agar tidak kalah bersaing dan orang-orang tidak menganggap bahwa karier yang saya jalani ini tidak hanya modal tampang saja," tutupnya.
(itn/eny)
Selama menjalani profesinya, Shabrina bertugas memeriksa instalasi bejana bertekanan yang ada di dalam tangki-tangki saluran gas, kemudian membandingkannya dengan standar operasional yang sesuai untuk memastikan bahwa saluran gas tersebut aman digunakan. Ya, pekerjaan tersebut membutuhkan tingkat kerumitan yang cukup tinggi dan terdengar lebih cocok dilakukan oleh pria.
Namun lulusan teknik mesin Universitas Indonesia ini seolah tidak ambil pusing akan stereotip yang beredar di masyarakat. Ia tetap menikmati pekerjaannya meski menjadi kaum minoritas di lingkungan kerjanya. "Di divisi saya wanitanya hanya ada lima orang, sisanya 60 orang semuanya pria," ujar wanita 23 tahun ini saat berbincang dengan Wolipop, Selasa, (11/8/2015).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat dinas itulah ia seringkali mendapat pengalaman yang terkadang kurang menyenangkan. Dirinya sering 'digoda' atau menjadi bahan lelucon lantaran masih lajang. "Kadang kalau bertemu klien yang sudah bersuami saya suka ditanya-tanyain kenapa masih single, digodain juga. Tapi saya nggak terlalu menanggapi," ujarnya.
Bekerja di lingkungan yang mayoritasnya pria membuatnya sadar bahwa jiwa kompetitif pada setiap karyawan sangat besar sekali. Setiap karyawan tentunya ingin menjadi yang terbaik di hadapan atasannya, begitupun dengan dirinya.
"Di sini persaingannya cukup timpang, teman kerja saya dengan jabatan yang sama pengalamannya sudah 10 sampai 15 tahun, sedangkan saya baru satu setengah tahun. Jadi bisa dibayangkan 'sikut-sikutannya' seperti apa," lanjut wanita kelahiran 1992 ini.
Tetapi ia tidak menjadikan rekan kerjanya itu sebagai saingan yang berat, justru Ririn mencoba untuk menjadi individu yang lebih baik lagi dan berpikir bahwa ini adalah kesempatan langka untuk menuju kesuksesan. Bahkan di balik kompetisi yang berat, wanita yang hobi naik gunung ini masih mendapat perhatian dari rekan-rekan kerjanya.
Misalnya saat perjalanan dinas, mereka tak segan-segan membantu Ririn untuk mengangkat koper. Atau saat ingin pergi berwisata, mereka dengan senang hati menuruti permintaannya untuk pergi ke tempat yang ingin didatanginya.
Namun wanita yang mengenakan hijab ini tak lantas senang karena mendapat perlakuan bak seorang puteri raja. Ia justru merasa ini adalah suatu tantangan baginya untuk terus belajar dan tetap semangat dalam berkarier.
"Kita harus pintar menggunakan logika agar bisa tetap bersaing dengan yang lainnya. Dan harus terus belajar agar tidak kalah bersaing dan orang-orang tidak menganggap bahwa karier yang saya jalani ini tidak hanya modal tampang saja," tutupnya.
(itn/eny)
Pakaian Pria
Bowtie Hitam atau Dasi Motif? Cara Aman Tampil Rapi di Acara Penting
Pakaian Wanita
Cari Jeans yang Nyaman dan Tetap Keren? Pilih Jeans Ini Untuk Tampil Percaya Diri di 2026!
Pakaian Pria
Investment Piece Under 500K! Rekomendasi Ikat Pinggang Pria yang Bikin Celana Lebih Rapi & Proporsional
Kesehatan
Sering Mobilisasi & Terpapar Polusi? Ini Pilihan Masker Medis yang Nyaman Dipakai Sehari-Hari!
Artikel Terkait
ARTIKEL LAINNYA
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
Most Popular
1
Viral 'Poverty Challenge' Bikin Murka, Pamer Mi Instan di Atas Ferrari
2
Ramalan Shio 2026
Rezeki Mengalir Deras! 5 Shio Paling Beruntung di Tahun 2026
3
60 Ucapan Terima Kasih untuk Mengapresiasi Diri Sendiri, Menguatkan Hati
4
Halo Lip, Tren Makeup 2026 yang Memberi Efek Bibir Penuh Alami
5
Viral Rompi Lepas Pasang Jadi Tren Baju Lebaran, Ini Harganya di Tanah Abang
MOST COMMENTED











































