Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Mengenal Coaching, Cara Meraih Kesuksesan Kerja dengan Mengenali Potensi Diri

wolipop
Selasa, 07 Apr 2015 15:40 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Foto: Rahmi Anjani/Wolipop
Jakarta -

Untuk menjadi pekerja berprestasi bukan hanya kerja keras yang dibutuhkan. Setiap karyawan perlu memaksimalkan potensi diri demi memecahkan permasalahan atau menambah nilai pada perusahaan. Terlebih untuk para pengambil keputusan yang berada di manajemen atas.

Sayangnya, tidak semua orang bisa mengeluarkan kemampuan terbaik mereka dengan sendirinya. Di saat itu lah coaching dibutuhkan. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan ‎coaching?

Istilah coach atau coaching mungkin lebih identik dengan dunia olahraga dan sering diterjemahkan sebagai pelatih atau pelatihan. Namun coach awalnya diartikan sebagai sebuah gerbong kereta untuk ditarik. Sehingga bisa diartikan, coach adalah orang yang menarik dan mendampingi seseorang untuk memberi dorongan atau masukan baik berupa teknik maupun mental.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini, coaching bisa diterjemahkan sebagai sebuah diskusi yang menantang pikiran sehingga menginspirasi untuk memaksimalkan potensi dan dikenarha dalam rangka mencapai tujuan pribadi atau organisasi. Coaching pun tidak sama dengan training, counselling, atau terapi. Kegiatan tersebut bermaksud untuk mencari solusi tanpa membeberkan permasalahan itu sendiri. Berbeda dengan terapi yang biasanya harus mengungkap masa lalu atau kegagalan.

Solusi yang timbul juga bukan didapat dari coach (orang yang melakukan coaching) namun berasal dari diri sendiri. Hal tersebut didapat dengan proses tanya jawab atau diskusi. Hal yang bisa di-coaching memang bermacam-macam, mulai dari percintaan, karier, hingga investasi.

Lyra Puspa selaku founder Vanaya Institute, salah satu perusahaan yang memfasilitasi coaching, mengatakan coaching biasanya difasilitasi oleh perusahaan agar para karyawan terutama mereka yang mengambil keputusan bekerja lebih maksimal. Coaching bermaksud untuk membuat visi mereka menjadi lebih jelas, lebih terinspirasi, termotivasi, mengubah cara berpikir, tergali potensinya, dan meningkatkan produktivitas. Sesi pendampingan ini biasanya berjalan 120 menit secara grup dan 90 menit untuk perorangan. Setelah itu ada juga sesi follow up demi mengawasi perkembangan klien.

"Tujuannya tentu agar sale naik. Selama ini, biasanya orangnya berubah. Orang berubah, pengambilan keputusannya jadi berubah. Biaya coaching pasti balik modal dengan keuntungan. Lebih percaya diri juga," ungkap Lyra Puspa yang mendirikan Vanaya Institute sejak 2007, saat ditemui di Restaurant Meradelima, Adityawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, (7/4/2015).

‎Coaching ini juga bisa dilakukan sesuai permintaan one on one atau pribadi. Bagi Anda yang tertarik untuk melakukan coaching biaya yang dibutuhkan adalah Rp 12 jutaan untuk kelompok dan Rp 1,5 jutaan untuk perorangan.

(ami/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads