Ayah Hailey Bieber Ungkap Alasan Tinggalkan Hollywood: Tak Mau Jadi Tom Cruise
Stephen Baldwin sempat berkarier di Hollywood sebelum memutuskan untuk hijrah di tahun 2000an. Ayah Hailey Baldwin yang kini dikenal sebagai Hailey Bieber tersebut mundur dari dunia hiburan setelah membintangi film 'The Usual Suspects' yang memenangkan Oscar. Baru-baru ini, Stephen mengungkap alasannya.
Stephen menjelaskan alasannya 'pindah jalur' meski sempat disebut calon bintang besar. Pria 60 tahun itu mengalihkan fokusnya dari Hollywood kepada agama disebut berkat pembantu rumah tangganya dan istrinya, Kennya Baldwin. Daripada jadi aktor top, ia mengaku memilih menjadi orang Kristen yang terlahir kembali.
"Tapi itu bukan aku. Aku tidak ingin menjadi Tom Cruise, dan harus menghasilkan 100 juta dolar (Rp 1,7 triliunan) di box office. Aku lebih suka menjadi orang biasa dari Massapequa, (New York)," katanya kepada People.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bintang 'Bio-Dome' itu mengakui bahwa awalnya ia skeptis dengan agama. Baru pada awal tahun 2000-an setelah menghadiri beberapa acara gereja bersama saudara perempuannya, Beth Baldwin, pandangannya berubah. Saat itulah ia merasa terpanggil untuk mengerjakan video skateboard yang menampilkan musik Kristen punk-rock dan pesan evangelis yang sekarang dikenal sebagai 'Livin It'.
Meski telah meninggalkan Hollywood, Stephen masih sering membagikan kisahnya saat masih jadi aktor saat pembawa acara podcast 'One Bad Movie' di mana ia mengundang sesama aktor untuk mengobrol tentang film-film terburuk yang pernah mereka bintangi.
Stephen dan Kennya menikah pada tahun 1990 dan kemudian dikaruniai putri, Alaia Baldwin, yang kini berusia 33 tahun, dan Hailey Bieber, yang kini berusia 30 tahun. Bersama Kennya, Stephen memilih kehidupan yang lebih tenang di luar Hollywood.
"Aku telah menghasilkan lebih banyak uang daripada yang pernah aku bayangkan, dan aku menikah dengan wanita tercantik yang pernah aku lihat dalam hidupku," kata Stephen dengan antusias.
"Yesus adalah batu karangku. Istriku adalah jangkarku. Aku telah menjalani hidup yang luar biasa dan saya baru berusia 60 tahun. Aku sangat diberkati. Aku hanya menunggu lebih banyak pintu terbuka yang seharusnya saya lewati," ujarnya.
(ami/ami)











































