7 Cara Menghadapi Bos yang Terlalu Sering Menyuruh
Memang wajar jika seorang bos sering memerintah anak buahnya. Namun atasan yang terlalu sering menyuruh pasti membuat kesal para karyawan. Terlebih jika ia kerap memerintah dengan permintaan di luar job desk si bawahan. Sebagai orang dengan posisi yang lebih rendah, tak sedikit pekerja yang enggan mengajukan keluhan. Mereka hanya kerap membicarakan bos di belakang bersama para rekan atau memendam sendiri dalam hati rasa kesalnya. Apakah Anda juga memiliki bos seperti itu? Jika iya, simaklah tujuh cara menghadapinya yang dikutip dari BBC berikut ini:
1. Cara Memandang Permasalahan
Sebenarnya apakah bos yang terlalu banyak menyuruh itu sebuah kesalahan atau tidak, tergantung dari bagaimana Anda memandangnya. Jika permintaan tersebut masih bisa ditolerir karena menyangkut kesempurnaan pekerjaan mungkin itu masih diterima. Namun jika ia kerap menyuruh di luar konteks pekerjaan seperti menjemput anak, membereskan meja, dan lain-lain tentu saja Anda harus bersikap. Namun sebagian orang merasa nyaman saja karena hal tersebut membuatnya terlihat seperti anak buah kesayangan. Anda termasuk yang mana?
2. Complain dengan Cara Halus
Bila memang ulah bos sudah keterlaluan, tentu Anda harus menentukan sikap. Jika Anda bukan tipe orang yang berani konfrontasi langsung lakukanlah pendekatan secara halus. Misalnya dengan mendiskusikannya. Ahli karier Scarborough Civitelli menyarankan agar Anda membicarakannya dengan kalimat seperti ini, "Aku ingin sekali menjadi orang yang banyak membantu tapi aku pikir kita memiliki ekspektasi yang berbeda. Bisa tidak kita mendiskusikannya sehingga kita bisa sinkron mengenai detail pekerjaanku," kata Scarborough.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
3. Siapkan Rencana B
Sebagian pekerja tidak memiliki nyali untuk membicarakan hal seperti ini langsung dengan si bos karena takut kehilangan pekerjaan. Jika Anda memutuskan untuk sama sekali tidak menyinggungnya, siapkanlah rencana cadangan agar setidaknya suruhan bisa berkurang. Rencanalah strategi agar hal itu tak terulang lagi. Misalnya dengan mengajukan diri untuk transfer ke divisi lain.
4. Tulis
Setelah mencurahkan segala keluh kesah dengan bos, lanjutkan langkah berikutnya dengan mengingatkannya melalui e-mail. Scarborough menyarankan jika dengan mendokumentasikan percakapan, Anda bisa selalu mengungkit tentang perjanjian itu jika sewaktu-waktu ia kembali berulah. Berikan pula catatan yang berbunyi 'Ini yang aku tangkap dari diskusi tadi tentang apa yang seharusnya aku lakukan. Jika ada yang kurang atau salah artikan, tolong bilang saja.'
5. Minta Pendapat
Terkadang bos juga kurang sadar jika mereka sudah kelewat batas sehingga penting bagi Anda untuk menyampaikannya. Bila sungkan untuk menyatakan secara langsung, libatkan saja orang ketiga, misalnya saja mantan bos yang dekat dengan Anda secara personal. Anda tidak perlu menceritakan semua hal namun minta saja pendapatnya tentang kapan dan bagaimana Anda harus benar-benar bertindak. Atau langsung saja bicarakan dengan HRD.
6. Pahami Perbedaan Budaya
Di beberapa kebudayaan, tugas yang terlihat berlebihan bisa menjadi sebuah hal biasa sehingga tergantung dari kebiasaan. Steven Yeong, perekrut asal Singapura mengatakan hal ini sering terjadi namun biasanya para karyawan lebih memilih mundur daripada mendiskusikannya. Tapi berbeda dengan di Prancis yang memiliki batasan lebih jelas. Jadi pastikan jika Anda mengetahui budaya perusahaan.
7. Percaya Insting
Percaya lah dengan naluri. Jika menurut Anda hal tersebut merupakan sebuah masalah hindari menunda untuk menyelesaikannya. "Menunggu-nunggu mendiskusikan hanya akan menambah Anda marah dan frustasi, itu bisa meledak sewaktu-waktu. Untuk itu, penting untuk langsung dikomunikasikan." saran Dr Lorraine Tilbury, seorang pendiri firma asal Perancis.
(ami/asf)
Hobi dan Mainan
Lengkapi Momen Imlek 2026 dengan Kartu Ucapan Imlek Cantik & Berkesan dengan Desain Modern yang Wajib Kamu Punya!
Perawatan dan Kecantikan
Cari Micellar Water Under 70K? 2 Pilihan Ini Layak Masuk List Daily Cleansing Kamu
Perawatan dan Kecantikan
Stop Boros Toner! Kapas Tipis Jadi Kunci Skincare Lebih Efektif
Perawatan dan Kecantikan
Persiapkan Kulit Glowing di Hari Raya Imlek! Jangan Skip Toner Ini
7 Keuntungan Menjadi Perawat Home Care Dibanding Perawat Rumah Sakit
Mengenal Manfaat Lanyard Id Card dan Rekomendasi Tempat Memesannya
Motivasi Kerja Mulai Pudar? Bangkitkan Lagi dengan 5 Langkah Ini
Mooryati Soedibyo, Pionir Jamu dan Kosmetik Tradisional di Indonesia
Petinju Wanita Nangis Setelah Dipukul 278 Kali, Netizen Salut Semangatnya
8 Drakor Terbaru SBS di 2026, Kim Ji Won Tampil Bondol Jadi Dokter Jenius
Lisa BLACKPINK Jadi Global Brand Ambassador Shiseido, Banjir Pujian
50 Ucapan Valentine 2026 untuk Pacar yang Romantis, Lucu, Penuh Makna
Yura Yunita Romantisasi Momen Skincare, Jadikan Ritual dengan Afirmasi Positif











































