Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus Pembajakan di Dunia Kerja

Dibajak Perusahaan Lain karena Alasan Prestasi Kerja? Hati-hati Tertipu!

wolipop
Jumat, 07 Mar 2014 16:30 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. Thinkstock
Jakarta - Beberapa orang yang memiliki prestasi dalam bekerja seringkali mendapatkan tawaran yang lebih tinggi dari perusahaan lain. Banyak perusahaan yang membajak karyawan kompetitornya untuk mendapatkan Sumber Daya Manusia (SDM) terbaik. Apa Anda pernah mengalaminya?

Jika pernah, apakah Anda langsung menerima atau mempertimbangkannya kembali? Menurut Chief Consultant Assessment dari Experd Consultant, Cherry Zulviyanti Riadi Lukman, sebaiknya tidak langsung menyetujuinya karena bisa saja 'janji manis' hanya terucap lewat kata tidak dalam prakteknya.

Wanita yang sudah bekerja lebih dari enam tahun di Experd Consultant itu menjelaskan, biasanya pembajakan profesi awalnya hanya lewat perkataan. Jika karyawan yang dibajak tertarik baru menandatangani surat perjanjian kerja. Namun terkadang beberapa orang yang sudah tergiur dengan 'janji manis' di awal tidak mengkroscek kembali informasi yang diberitahukan hanya lewat omongan dan langsung menandatangi kontrak.

"Itu bisa saja ditipu, ada yang kejadian seperti itu, kalau sudah begitu menyesal, padahal perusahaan yang kemarin itu baik-baik saja. Akhirnya kalau sudah ketipu resign lagi, dan dia mencari-cari lagi perusahaan yang serupa dengan sebelumnya," ujar Cherry kepada Wolipop, Rabu (5/3/2014).

Agar tidak tertipu, Cherry menyarankan agar Anda mengenali dulu perusahaannya. Cari tahu mengenai profil dan kredibiltas perusahaan walaupun yang menawari Anda kerabat dekat. Karena biasanya yang menawari Anda untuk 'dibajak' adalah pihak yang sudah kenal atau dekat sebelumnya.

Untuk itu, sering membaca berita dan mencari data di internet juga salah satu usaha yang baik untuk mencari informasi supaya tidak tertipu. Akan tetapi jika sudah terlanjur tertipu oleh perusahaan yang membajak Anda, segeralah buat pilihan.

"Pikirkan apa kita tetap terus di perusahaan yang baru karena suka tantangannya atau lebih baik mencari perusahaan lain," tutup wanita lulusan Universitas Padjajaran itu.

(aln/aln)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads