Ben Affleck Lepas Hak Rumah Rp 970 M untuk J.Lo, Jadi 'Hadiah Perceraian'
Ben Affleck disebut-sebut memberi 'hadiah perceraian' ke mantan istrinya, Jennifer Lopez (J.Lo). Aktor sekaligus produser film itu dikabarkan menyerahkan seluruh bagiannya atas rumah mewah yang pernah mereka beli bersama.
Menurut laporan TMZ, Ben dan J.Lo melakukan perubahan dalam perjanjian pembagian aset mereka, yang mencantumkan adanya, "Transfer properti antar pasangan".
Dokumen tersebut tidak merinci detailnya, namun sumber terdekat menyebut bahwa Ben memberikan seluruh kepemilikan rumah tersebut kepada J.Lo secara cuma-cuma.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diberitakan Page Six, rumah mewah tersebut dibeli pada Juni 2023, saat keduanya masih menikah, dengan harga mencapai US$60,85 juta (sekitar Rp 970 miliar). Berlokasi di Beverly Hills, California, hunian ini memiliki luas sekitar 3.530 meter persegi dengan 12 kamar tidur, 24 kamar mandi, hingga lapangan basket pribadi.
Properti megah itu awalnya digadang-gadang sebagai 'rumah cinta' bagi pasangan yang menikah pada Juli 2022 tersebut. Sayangnya, setahun kemudian, rumah tersebut masuk dalam daftar pasar penjualan di tengah rumor keretakan rumah tangga mereka.
Sempat beredar kabar bahwa rumah itu dijual karena dianggap terlalu besar untuk J.Lo dan tidak benar-benar disukai Ben. Namyn sang penyanyi akhirnya resmi mengajukan gugatan cerai dua bulan setelahnya.
Pada tahun yang sama, Bintang film 'Armageddon' ini membeli rumah baru senilai US$20,5 juta dolar di kawasan Pacific Palisades, Los Angeles, demi lebih dekat dengan ketiga anak dari pernikahan sebelumnya dengan Jennifer Garner.
Perceraian Affleck dan Lopez rampung pada Januari 2025. Sementara itu, masa depan rumah mewah tersebut sempat tidak jelas karena belum juga terjual.
J.Lo kemudian membeli rumah baru di Los Angeles untuk ditempati bersama anak kembarnya, Max dan Emme, dari pernikahannya dengan Marc Anthony.
Lalu pada musim panas lalu, Ben dan J.Lo akhirnya memutuskan untuk menarik rumah tersebut dari pasar. Keputusan ini disebut sebagai langkah bisnis bersama.
"Mereka sebenarnya ingin menjual properti itu, tapi juga ragu jika harus menanggung kerugian besar," ujar seorang sumber kepada People.
"Harga sudah diturunkan untuk menarik minat pembeli, tapi tidak berhasil. Akhirnya mereka disarankan untuk menariknya dari pasar."











































