Intimate Interview

Cerita Nilam Sari, Sosok Wanita di Balik Suksesnya 'Kebab Turki Baba Rafi'

- wolipop Selasa, 10 Sep 2013 13:40 WIB
Foto: Alissa Safiera/Wolipop Foto: Alissa Safiera/Wolipop

Jakarta - Gerobak penjual kebab warna kuning bertuliskan 'Kebab Turki Baba Rafi' pasti sudah sangat akrab terlihat di jalanan. Apalagi bagi Anda pecinta makanan asal timur tengah itu. Gerobakan ini tak cuma ada di Jakarta tapi juga hampir seluruh Indonesia. Namun tahukah Anda bahwa pemiliknya adalah seorang wanita yang memulai bisnis ini dari usia 20-an?

Sosok inspiratif itu adalah Nilam Sari, Direktur Marketing sekaligus pemilik Baba Rafi, sosok wanita pekerja keras yang menjadi rahasia sukses Baba Rafi.

Saat ditemui di kantornya di kawasan Fatmawati Raya, Nilam yang kini menjabat sebagai direktur marketing, berbagi suka duka menjalani bisnis yang bermula dari keisengan dengan sang suami, kepada Wolipop.

Bermula di usia 19 tahun di Surabaya, Nilam yang sudah berpacaran dengan sang suami dari SMA memutuskan untuk menikah muda saat masih kuliah. Keduanya pun dikaruniai anak pertama setahun kemudian, yang diberi nama Rafi. Nama inilah yang jadi cikal bakal nama Kebab Turki Baba Rafi nantinya. Memiliki buah hati meski masih kuliah, membuat dua pasangan ini ingin menghasilkan uang sendiri. Keduanya ingin mandiri dan tidak memanfaatkan fasilitas yang diberikan orang tua. Akhirnya, mereka pun mencoba bisnis sendiri. Namun yang jadi kendala, keduanya belum memiliki ijazah dan tidak punya modal berbisnis.

"Dulu aku pernah jadi guru anak SD sekitar 6 bulan, tapi aku nggak sabar, jadi aku sama suami mikir untuk bisnis. Aku sama suami nggak ada yang bisa masak. Jadilah coba jual burger, hot dog dan nugget gitu kan gampang ya tinggal manasin, oles-oles mayones. Modalnya itu dapat dari uang pas nikahan kan banyak yang ngasih. Itu kita ambil Rp 2 juta untuk beli gerobak dan jadi modal awal," tutur Nilam menceritakan kisahnya kepada Wolipop, beberapa waktu lalu.

Sukses sekitar setahun, namun bisnis gerobakan ini terpaksa harus tutup karena tidak bisa bersaing dengan brand burger yang waktu itu jadi tren kuliner di Surabaya. Lepas dari bisnis burger, Nilam dan Hendi pesiar ke Qatar sekitar sebulan. Di sana, pasangan suami istri ini kembali terinspirasi setelah melihat jualan kebab di sekitar Qatar.

Pasangan ini meracik sendiri bumbu kebab agar pas dengan lidah Indonesia, dan mulai memasarkannya di Surabaya. Walau masyarakatnya belum familiar dengan makanan satu ini, hal ini justru jadi tantangan bagi Nilam untuk mengedukasi marketnya. Orang-orang yang penasaran akan kebab Nilam, kian berdatangan tiap harinya hingga menarik perhatian awak media untuk meliput. Berawal dari satu gerobak dan modal Rp 4 juta, Hendi dan Nilam akhirnya mampu membeli ruko sendiri, hingga akhirnya gedung kantor seperti sekarang.

"Awalnya kita kan tinggal di 'pondok mertua indah', itu rumah udah gak jelas isinya saus, tomat, roti di mana-mana. Kamar tidur tu cuma satu yang beneran bersih. Dan kita sarapan di meja makan cuma sejam, abis itu mejanya dipake untuk motongin daging," ungkap ibu tiga anak itu sambil tertawa mengenang awal bisnisnya yang tengah mendunia kini.

Memiliki ambisi yang besar untuk mengembangkan bisnisnya itu, Pasangan ini kemudian menjadi pionir franchise industri kecil atau gerobakan. Kini, Kebab Turki Baba Rafi tengah memiliki lebih dari 1000 outlet yang tersebar di seluruh Indonesia dengan 1.500-an pegawai. Seiring perjalanannya, bisnis ini juga tengah menjamah negara tetanga seperti Malaysia dan Filipina. Bahkan kini sedang dalam persiapan mengembangkan bisnis ke Eropa, tepatnya akan buka di Belanda, Januari 2014.

Nilam yang memiliki latar pendidikan di komunikasi itu, belum berpuas diri dengan pencapaiannya kini. Ia mengaku merekrut banyak konsultan dari mulai pajak, produksi, keuangan dan lainnya untuk mengajarkannya menjadi pebisnis yang lebih baik lagi. Ia tak ragu merekrut orang-orang yang lebih pintar dan lebih berpengalaman darinya. Nilam juga tengah meneruskan pendidikan Magister di bidang bisnis sekarang.

Wanita yang hobi traveling itu, tak hanya sibuk untuk menjalankan bisnisnya. Ia juga fokus pada gerakan kemanusiaan dengan membentuk Baba Rafi Academy. Para peserta di akademi ini, akan dibekali dengan ilmu berbisnis dan keterampilan lainnya tanpa dipungut biaya. Bahkan menurut Nilam, banyak juga pekerja yang awalnya hanya bertugas menjaga gerobak, kini sudah bisa membeli gerobak kebabnya sendiri.

"Baba Rafi dari sebuah usaha gerobak, kita nggak puas dengan hanya gerobak. Walaupun simple, It's just gerobak orang lihatnya. Tapi ada sisi lain dari gerobak yang kita ingin lihat tumbuh. Saya dan suami itu seorang pemimpi. Ini semua berawal dari mimpi. Dari dulu kita jualan gerobak, liat ruko pengen. Udah ada ruko, pengen punya kantor. Bahkan kita punya semacam wall di kamar untuk nulis semua harapan kita. Dan Alhamdulillah sudah jadi kenyataan satu persatu," tutup wanita yang gemar diving itu.





(als/als)