Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Cerita Sasyachi yang Pernah 'Dipaksa' Online Shop Jadi Endorser

Arina Yulistara - wolipop
Jumat, 06 Sep 2013 12:11 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Dok. M. Abduh/Wolipop
Jakarta -

Umumnya, online shop dan seorang endorser melakukan kerjasama dengan kesepakatan antara kedua belah pihak. Kesepakatan tersebut bisa berupa barang saja atau dengan uang juga. Hal ini perlu persetujuan keduanya agar tidak merugikan salah satu pihak. Bagaimana bila di antara mereka ada yang memaksa?

Itulah yang dialami oleh Sasyachi, Beauty Blogger sekaligus endorser make-up dari berbagai online shop brand Korea. Ia berbagi pengalamannya dengan Wolipop. Baru-baru ini, Sasya pernah 'dipaksa' online shop dengan cara dikirimkan langsung barang yang tidak disetujuinya. Hal ini membuat wanita 25 tahun itu terpaksa memposting produk tersebut di akun Instagramnya karena merasa tidak enak sudah dikirimkan.

"Kayak misalnya aku nggak mau tapi dikirimin saja gitu, mau nggak mau harus nge-posting padahal aku nggak suka," tutur pemilik blog 'Hellosasyachi' itu kepada wolipop, Rabu (4/9/2013).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sasya bercerita bahwa postingan yang terpaksa ia update karena telah dikirimkan barang tersebut ternyata dilihat oleh blogger lain. Barang yang di-posting Sasya mendapat review tidak baik karena katanya memiliki kandungan yang buruk.

"Kemarin aku lihat blog orang ada nama aku, katanya produk itu dari bahan yang nggak jelas, jangan dipakai, padahal aku cuma dikirimin doang, aku juga awalnya nggak mau, pas posting aku sebenarnya nggak pakai produknya cuma yang penting diposting karena sudah terlanjur dikirimin nggak enak," ujar wanita yang juga telah merambah bisnis jual-beli make-up Korea itu.

Kejadian yang dialami Sasya merupakan salah satu duka setelah banyak menjadi endorser online shop. Itu juga yang menjadi alasan mengapa ia selektif memilih online shop yang ingin mengajaknya kerjasama endorsement. Namun di balik duka tersebut, ibu satu anak itu merasa senang bisa diendorse karena selain mendapat produk gratis, bisnis online shop-nya semakin berkembang.

Sasya telah menekuni bisnis online shop dengan menjual beragam alat make-up Korea sejak 2011. Awalnya ia hanya senang membuat review make-up melalui blog pribadinya. Bahkan Sasya juga membuat beberapa tutorial make-up Korea yang menarik perhatian. Semenjak itu, beberapa online shop berdatangan memintanya untuk me-review produk mereka. Ia pun mulai di-endorse sejak membuat blog tersebut dua tahun lalu.

Saat Instagram mulai booming, Sasya juga membuat akun Instagram dan sering mem-posting fotonya dengan make-up ala Korea. Postingan tersebut menarik perhatian para online shop dan penggemar Korea. Sasya pun mendapat berbagai tawaran menarik dan dagangannya semakin laris hingga saat ini.

"Setelah aku buat blog make-up Korea akhirnya juga buat Instagram dan suka posting make-up, banyak yang minta endorse dari situ," kata wanita lulusan Universitas Al-Azhar itu.

Kini Sasya masih aktif menulis blog dan meng-update Instagramnya. Ia juga terus menjalani bisnis online shop miliknya yang semakin berkembang. Selain itu, ia seringkali mendapat berbagai tawaran untuk melakukan make-up tutorial di beberapa media. Tidak hanya itu, Sasya juga menjadi kontributor kecantikan dari salah satu media online serta dikontrak menjadi brand ambassador softlens Korea.

(ays/ays)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads