Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Liputan Khusus

Asyiknya Jadi PR, Pergaulan Makin Luas dari Jurnalis Hingga Artis

Arina Yulistara - wolipop
Jumat, 31 Agu 2012 08:15 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

dok. Thinkstock
Jakarta -

Kini banyak orang yang ingin berprofesi sebagai public relation atau PR, terutama para wanita. Tidak sedikit dari Anda yang menganggap bahwa menjadi PR itu mudah dan menyenangkan. Namun, sebelum terjun langsung ke dunia PR, sebaiknya ketahui dulu suka-dukanya dari para PR profesional.

Menurut Ommaya, menjadi seorang public relation itu sangat menyenangkan karena selain banyak teman, informasi yang didapat pun semakin meluas. "Networking kita semakin banyak, mulai dari teman media, otomatis ikut forum-forum juga sehingga wawasannya makin luas," ujar Ratu Maulia Ommaya, seorang public relation dari The Body Shop Indonesia yang diwawancarai oleh wolipop melalui telepon belum lama ini.

Hal itu tidak hanya dirasakan oleh Ommaya, tapi juga Maurin yang berprofesi public relation di Inke Maris. "Sukanya belajar banyak hal, terus berhubungan dengan manusia, bagaimana kita mengelola perasaan manusia, itu sangat menyenangkan, dan banyak teman," urai Maurin Handayani, seorang communication consultant bagian Media Expert di Inke Maris.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Makin luasnya pertemanan juga dirasakan Herlina Widowati, Brand Manager The Papilion, Kemang yang sebelumnya pernah bekerja sebagai PR di Shy Rooftop. "Banyak teman, dari mulai artis, fotografer dan lebih banyak ilmu yang kita ambil," ujar wanita yang setelah menjadi PR mengaku jadi lebih percaya diri itu saat diwawancara wolipop Kamis (30/8/2012).

Selain suka, ketiga profesional ini mengatakan pekerjaan mereka juga ada dukanya, sama seperti pekerjaan lainnya. Tidak begitu berbeda dengan profesi pada umumnya, seorang PR pasti pernah merasakan jenuh, tapi kejenuhan itu harus segera diminimalkan agar tidak mengganggu pekerjaan.

"Misalnya, di kala kita mengkampanyekan suatu produk, namun yang dikampanyekan sama dari tahun ke tahun. Kita harus cari cara gimana sih mengajak teman-teman media untuk mengikuti acara kita, tetap menangkap pesan kita, dan mem-publish-nya ke publik. Itu kadang-kadang yang buat stres juga, ya, tapi menjadi tantangan juga," jelas Maurin, yang diwawancarai oleh wolipop di kantor Inke Maris & Associates, Jakarta Selatan.

Sedangkan untuk Herlina, hal kurang menyenangkan yang dirasakannya adalah saat harus sering meninggalkan keluarga. "Karena kita lebih banyak waktu untuk kerjaan," tutur wanita kelahiran 23 November 1977 itu.

(eny/kik)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Hide Ads