Kategori Berita
Daerah
Layanan
Detik Network

Viral Verificator

Viral Bukan Sewa, Wanita Jawa Ini Bangun 'Gedung' Nikah Sendiri dari Bambu

Gresnia Arela Febriani - wolipop
Selasa, 02 Des 2025 07:00 WIB

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Wanita yang tinggal di Banjarnegara, Jawa Tengah ini membagikan video memutuskan untuk membuat sendiri gedung pernikahan dari bambu di kampungnya. Postingan tersebut langsung viral di Instagram.
Wanita ini membagikan video memutuskan untuk membuat sendiri 'gedung' pernikahan dari bambu di kampungnya. Foto: Dok. Instagram @gaddes09.
Banjarnegara -

Saat kebanyakan pasangan memilih menyewa gedung mewah untuk menikah, wanita ini hadir dengan cerita unik. Dia memilih cara berbeda yaitu membangun sendiri 'gedung' pernikahannya.

Kisah unik ini viral usai dibagikan oleh pemilik akun Instagram @gaddes09. Dalam unggahannya dia memperlihatkan konstruksi masif dari susunan bambu di tengah suasana pedesaan yang asri. Pemandangan perbukitan yang hijau menjadi latar belakang persiapan hajatan di kampung yang sudah dimulai sejak 2025 untuk pernikahan yang akan digelar pada tahun 2026.

Proses pembangunan "gedung" bambu ini sendiri bukanlah proyek kecil. Dari berbagai unggahan yang ada, terlihat bagaimana batang-batang bambu dalam jumlah besar diangkut menggunakan truk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berbeda dengan pandangan umum bahwa pembangunan di kampung selalu mengandalkan gotong royong sukarela, pemilik hajatan memastikan profesionalitas proyek ini. Semua tenaga kerja yang terlibat dalam pembangunan struktur bambu ini dibayar penuh dan bukan sukarela. Selain itu, bahan baku utama, yaitu bambu, dibeli langsung dari petani setempat, memberikan dampak positif pada perekonomian komunitas desa.

Mereka juga memastikan bahwa keamanan dan detail konstruksi 'gedung' bambu sudah diperhitungkan secara detail. Rangkaian bambu yang kokoh dirancang untuk menampung tamu dalam jumlah besar.

Unggahan video wanita yang membangun gedung pernikahan sendiri itu sudah ditonton lebih dari 4,1 juta kali dan mendapatkan sorotan warganet.

"Sewa gedung berapa ? Bayar yg kerja brp ?" kata pengguna Instagram @via2212_.

"Kan repot sekampung, makanya ibu2 jgn suka nnya kapan nikah🤣," ujar akun @lirafyr.

"SERIUS PENASARAN SAMA HASILNYA BAKALAN SE WOW APA, SOALNYA EFFORT BANGET KEK BIKIN RUMAH😂 Lncar smpai hari H yah mba🙏🏻," penasaran akun @megga097.


Konfirmasi Wolipop

Wanita yang tinggal di Banjarnegara, Jawa Tengah ini membagikan video memutuskan untuk membuat sendiri 'gedung' pernikahan dari bambu di kampungnya. Postingan tersebut langsung viral di Instagram.Wanita yang tinggal di Banjarnegara, Jawa Tengah ini membagikan video memutuskan untuk membuat sendiri 'gedung' pernikahan dari bambu di kampungnya. Postingan tersebut langsung viral di Instagram. Foto: Dok. Instagram @gaddes09.

Sosok di balik persiapan akbar ini adalah Siska Marisah (28 tahun), yang berdomisili di Banjarnegara, Jawa Tengah. Dia akan menikah dengan tunangannya, M Nur AlFalah (25 tahun).

Kepada Wolipop, Siska yang sehari-hari berprofesi sebagai petani porang dan pebisnis online itu mengungkapkan bahwa ide awal pembangunan 'gedung' ini sepenuhnya datang dari ayahnya yang bernama Kudrat. Konsep yang diusung dalah pernikahan adat Jawa.

Siska sendiri mengaku terkejut melihat proses pembangunan yang masif, yang dimulai dari penebangan dan pemasangan bambu kloter pertama dan kedua sekitar tujuh hari sebelum video tersebut viral.

"Belum ada hasil jadinya ya, cuma setelah melihat prosesnya lumayan syok karena tidak expect bakal dibuat seperti itu seperti orang mau bangun rumah di kampung," ujar Siska kepada Wolipop.

Wanita yang tinggal di Banjarnegara, Jawa Tengah ini membagikan video memutuskan untuk membuat sendiri 'gedung' pernikahan dari bambu di kampungnya. Postingan tersebut langsung viral di Instagram.Wanita yang tinggal di Banjarnegara, Jawa Tengah ini membagikan video memutuskan untuk membuat sendiri 'gedung' pernikahan dari bambu di kampungnya. Postingan tersebut langsung viral di Instagram. Foto: Dok. Instagram @gaddes09.

Bukan tanpa alasan pasangan ini rela membangun tempat acara pernikahan sendiri alih-alih menyewa gedung. Menurut Siska, lokasi adalah faktor utama.

"Karena kami tinggal di perkampungan yang mana lokasi gedung jauh. Tapi itu bukan alasan kami," jelasnya.

Tujuan utama mereka mengadakan hajatan di kampung adalah untuk kumpul keluarga besar, mengingat acara tasyakuran pernikahan tidak hanya digelar sehari dua hari.

"Kami memiliki keluarga yang besar. Tasyakuran atau hajatan di kampung itu biasanya tujuannya untuk mengumpulkan sodara dan keluarga besar. Kedua karena acara tidak hanya sehari dua hari biasanya bisa lebih dari seminggu. Dan tamu undangan lebih dari 2500 an," ungkap Siska.

Lebih dari sekadar akomodasi tamu, proyek pembangunan ini ternyata mengemban misi sosial dan ekonomi lokal, yang sekaligus menjawab kekhawatiran publik soal sukarela atau tidaknya pengerjaan proyek tersebut. Siska menegaskan bahwa mereka ingin memberdayakan tenaga kerja dan petani di Banjarnegara.

"Kami ingin memberdayakan tenaga kerja dan petani setempat. Dengan membangun lokasi seperti ini otomatis kami memperkerjakan warga setempat karna semua yang membantu kami itu tenaga bayaran bukan sukarelawan," tegas Siska.

Begitu juga dengan pasokan bambu yang dibeli langsung dari kebun petani. Dengan melibatkan delapan pekerja utama, yang dibantu sesekali oleh warga atau keluarga, Siska berharap kebahagiaan mereka menular.

"Tujuan utama kami punya hajat yang bahagia bukan hanya keluarga mempelai melainkan semua warga masyarakat ikut merasakan kebahagiaan kami," jelasnya.

Mengenai desain akhir, Siska menyebut bahwa gubuk bambu sederhana ini rencananya akan dibuat bertingkat dua. "Insyaa Allah akan dibuat 2 lantai. Lantai 1 untuk barang-barang dan masak-masak, lantai 2 untuk menerima tamu," jelasnya.

Siska menambahkan bahwa konsep yang akan diusung adalah sederhana. Sejauh ini, pasangan yang akan menikah pada awal Januari 2026 ini sudah menyelesaikan persiapan lokasi, pemesanan undangan dan suvenir, serta booking berbagai vendor.

"Untuk saat ini baru persiapan lokasi, PO undangan, PO souvenir, dan book vendor-vendor seperti WO, MUA, Dekor dan lain-lain," tutup Siska.

Dengan persiapan yang memakan waktu satu tahun penuh, pernikahan adat Jawa ini dipastikan akan menjadi hajatan meriah dan berkesan di awal tahun.

(gaf/eny)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Artikel Fokus Selanjutnya
Artikel Terkait
Detiknetwork
Hide Ads