ADVERTISEMENT

Most Popular Sepekan

Viral Kisah Pernikahan Kakek 50 Tahun dan Remaja Usia 14 di Lombok

Gresnia Arela Febriani - wolipop Minggu, 18 Sep 2022 07:00 WIB
Kisah pernikahan beda usia di Lombok viral di media sosial. Pasangan pengantin beda usia viral di media sosial. Foto: Dok. TikTok @utari_lestariy10.
Lombok -

Pernikahan viral pasangan beda usia 36 tahun jadi artikel yang populer selama sepekan ini. Seorang kakek 50 tahun menikahi remaja usia 14 tahun di Lombok.

Pasangan pengantin beda usia itu viral setelah diunggah oleh akun TikTok @utari_lestariy10. Ia merekam pasangan pengantin yang tampil lengkap dengan busana adat suku Sasak. Sang wanita memakai busana yang disebut Lambung dan menggunakan kain pelung.

Kisah pernikahan beda usia di Lombok viral di media sosial.Kisah pernikahan beda usia di Lombok viral di media sosial. Foto: Dok. TikTok @utari_lestariy10.

Sedangkan pengantin pria dikatakan menggunakan sapuk atau mahkota di kepala dan Pegon, pakaian adat pria Sasak. Kedua pengantin terlihat sedang duduk di depan rumah. Acara pernikahan mereka dihadiri oleh keluarga dan kerabat terdekat.

Unggahan akun TikTok @utari_lestariy10 sudah ditonton lebih dari 433 ribu Views dan menjadi sorotan publik karena pengantin prianya dituding menikahi anak di bawah umur. Warganet rata-rata mempertanyakan pernikahan beda usia itu dan mengatakan pengantin pria lebih cocok menjadi bapak pengantin wanita.

@utari_lestariy10 Membalas @ttaauurruuss9 ♬ suara asli - utari_lestariy10

Konfirmasi Wolipop

Wolipop sudah mewawancarai Sri Utari Dewi yang membagikan video pernikahan beda usia 36 tahun di akun TikToknya. Ia menceritakan soal pasangan pengantin berusia 50 tahun dan 14 tahun itu.

"Video itu tanggal (11/9/2022) tempatnya laki-laki dari Lelong, perempuan dari Beraim, Lombok. Yang terjadi ya anak muda perempuan menikah dengan orang tua yang sudah berumur 50 tahun," ungkap Utari kepada Wolipop,

Remaja yang berusia 18 tahun ini mengaku bukan keluarga kedua pengantin. Utari mengatakan bapaknya berasal satu kampung dengan pengantin pria.

"Acara di rumah laki-laki dan perempuan, kan kalau adat Sasak gitu dia nyongkolan namanya mempelai perempuan dan laki-laki ke rumahnya perempuan," tutup Utari.

(gaf/eny)