Gaya Maudy Ayunda Menikah Pakai Kebaya, Prewedding dengan Hanbok

Daniel Ngantung - wolipop Minggu, 22 Mei 2022 18:47 WIB
Jakarta -

Maudy Ayunda akhirnya mengakhiri masa lajangnya. Aktris sekaligus penyanyi itu menikah hari ini, Minggu (22/5/2022).

Pernikahan tersebut diumumkannya lewat unggahan foto di Instagram. Unggahan pertama memperlihatkan Maudy Ayunda dalam balutan kebaya pengantin berwarna putih.

Kebaya rancangan desainer Eddy Betty ini dilengkapi sebuah jubah putih panjang hingga menyapu lantai. Bagian depannya hadir dengan bahu yang agak terbuka dan dipermanis dengan bros klasik keemasan.

maudy ayundaMaudy Ayunda menikah dalam balutan kebaya putih rancangan Eddy Betty. (Foto: Instagram/@maudyayunda)

Gayanya kian maksimal dengan dekorasi kembang goyang khas pengantin Sunda yang menghiasi kondenya. Tidak ketinggalan perhiasan, serta anting model subeng yang meninggalkan kesan etnik sekaligus kontemporer.

Tentu saja cincin pernikahannya menjadi fashion statement tersendiri. Di sebuah foto, bintang 'Perahu Kertas' itu berpose sambil memamerkan cincin tersebut.

"22.5.22," tulis Maudy Ayunda singkat kepada 15,7 juta pengikutnya. Angka tersebut mengisyaratkan tanggal pernikahannya.

Maudy AyundaUntuk sesi pemotretan prewedding, Maudy Ayunda memakai busana tradisional Korea hanbok. (Foto: Instagram/@maudyayunda)

Tak lama kemudian, ia mengunggah lagi sebuah posting-an yang kali ini memperlihatkan foto-foto prewedding-nya yang berkonsep alam terbuka. Ia dan suaminya memakai baju tradisional Korea. Maudy Ayunda terlihat berbalut hanbok bernuansa putih. "Saat bersamamu," tulisnya dalam bahasa Korea.

Maudy Ayunda masih merahasiakan sosok suaminya tersebut. Namun, santer dibicarakan di media sosial bahwa Maudy menikahi pria bernama Jesse Choi.

"Born in korea, raised in the us, lived in indonesia. itu based on linked.in dia," tulis seorang netizen. Akun Instagram yang diduga milik Jesse Choi digembok, tampi mencantumkan tautan blog yang menceritakan pengalamannya bertemu seorang perempuan Indonesia saat kuliah di Stanford, almamater Maudy Ayunda.

"Pada hari pertama di GSB, saya bertemu dengan seorang gadis Indonesia yang luar biasa. Dia memiliki hati yang besar untuk negaranya dan, sampai hari ini, secara teratur mendorong saya untuk 'lebih mengglobal'. Kami mulai berkencan cukup awal, dan setelah menjalani turbulensi sekolah bisnis, COVID, dan keadaan pribadi bersama, kami merasa tak terpisahkan. Saya sangat diberkati untuk memiliki dia dalam hidup saya. Kami punya banyak persamaan sekaligus perbedaan," tulisnya.

(dtg/dtg)